Salat Diskon

Masjidil Haram, Makkah. (FOTO: DISWAY)

COWASJP.COMHATI selalu ingin salat di dalam masjid Al Haram. Kenyataan sering menempatkan saya salat di tengah jalan raya. Di atas aspal. Jauh di luar masjid.

Jumlah manusia menuju masjid memang tak terkirakan. Dari segala arah. Kalau azan sudah dikumandangkan belum sampai di masjid pun harus berhenti.

Di situlah salat. Di trotoar. Di emperan hotel. Di koridor mal. Dan di tengah jalan raya. 

Komandonya tetap satu: dari imam yang ada nun di dalam masjid. 

Tidak jarang di depan saya sederet orang salat di atas aspal tanpa sajadah. Mereka tidak melepas sepatu. Atau sandal.

Kamis lalu empat anak muda salat di depan saya seperti itu: dengan tetap bersepatu kets.

Perhatian saya pun terpecah ke sepatu itu: bagaimana nanti mereka bisa melakukan gerakan simpuh terakhir. Apakah bisa bersimpuh (tahiat) akhir dengan pakai sepatu. 

Ternyata sepatu kets itu sangat fleksibel. Terlihat lebih nyaman melakukan itu. 

Ada yang sandalnya dicopot. Lalu berdiri di atas sandal. Di gerakan simpuh mata kaki kirinya menekan aspal. Tentu sakit. Saya pun pernah mengalami.

Di Makkah ini kian sering saya melihat orang salat pakai sepatu. Di luar masjid Al Haram. Saya bayangkan, suatu saat masjid bisa seperti gereja: yang sembahyang tidak perlu melepas sepatu.

Kan persoalannya di najis: apakah sepatu itu kotor atau tidak –kotor dalam pengertian najis: ada kotoran binatang atau manusia menempel di sepatu.

Di desa-desa kemungkinan sandal terinjak kotoran ayam sangat besar. Ayam berkeliaran di desa. Pun kambing dan kerbau. 

Di kota, kemungkinan itu kecil. Apalagi di kantor-kantor. Di kompleks elite. Dari rumah, setelah pakai sepatu mereka langsung naik mobil. Turun dari mobil sudah di depan lobi kantor. Dari karpet ke karpet. Tanpa najis.

Makkah pun terus berubah. 

"Tahun lalu salat tarawihnya sudah dipersingkat," ujar Bajuri, pemilik travel haji-umrah Bakkah. 

Tarawih adalah salat yang hanya dilakukan di setiap malam di bulan puasa. 

"Tarawihnya sudah didiskon separo," ujar Bajuri. "Tidak lagi 20 plus 3 rakaat. Sudah menjadi 10 plus 3 rakaat," tambahnya.

Rakaat adalah satu siklus rangkaian gerak dalam salat. Satu siklus itu terdiri dari tujuh gerakan: berdiri tegak, ruku, tegap lagi, sujud, duduk, sujud lagi, berdiri lagi.

Dulu, di Masjidil Haram, setiap malam, di bulan puasa, harus salat tarawih 23 kali siklus rangkaian itu. Lama sekali. Baru selesai pukul 23.30. Malam sekali. Terlalu malam. Apalagi doa di rakaat terakhirnya panjang sekali.

Tahun lalu, kata Bajuri, pukul 22.00 sudah selesai. Lebih singkat 1,5 jam. Puasa sekarang ini pun tarawihnya sudah tinggal 10 rakaat.

Bajuri tidak tahu mengapa tarawih didiskon 50 persen. Di Saudi sulit mendapat penjelasan seperti itu. Kalau majelis ulama sudah memutuskan –atas dorongan yang berkuasa– jadilah. Tidak ada perdebatan. Atau bantahan.

Bagi jamaah umrah dari luar negeri diskon itu menarik. Terutama bagi mereka yang tiba di Makkah malam hari. Jamaah yang baru tiba bisa segera masuk hotel. 

Dulu, bus mengangkut jamaah harus tertahan di jalan. Sampai jam 12 malam. Bus baru boleh masuk setelah tarawih selesai. Jalan-jalan sekitar Masjid padat. Sesak. Macet. 

Mengapa bukan dipersingkat menjadi 8 rakaat plus tiga? Seperti banyak dilakukan di Indonesia? 

Juga tidak bisa didapat penjelasan. Dan lagi untuk apa juga disoal. Ini kan salat sunah. Bukan wajib. Bagi yang mau lebih singkat bisa mengurangi sendiri. Yang mau lebih lama bisa menambah sendiri. 

Perubahan lain: jangan harap bisa salat di dalam masjid Haram kalau tidak berpakaian ihram. Tujuannya tentu baik: memprioritaskan orang yang datang untuk umrah. Yang sudah selesai umrah bisa salat di halaman. Atau di mana saja.

Dulu, setelah selesai umrah kita bisa salat di dalam masjid. Tidak perlu lagi pakai ihram. Bahkan tawaf pun boleh tanpa ihram.

Kini tanpa pakaian ihram jangan harap bisa masuk masjid.

Pakaian ihroa menjadi tiket masuk. Orang pun bersiasat: menipu petugas. Mereka ke masjid pakai pakaian ihram. Bukan karena mau umrah.

Demikian juga saat mau tawaf terakhir sebelum meninggalkan Makkah (tawaf wadak); dulu tidak perlu pakai ihram. Sekarang harus pakai ihram agar bisa tawaf di seputar Kakbah. 

Dan itu sebenarnya tidak perlu. Tanpa pakaian ihram tawaf tetap bisa dilakukan. Misalnya di lantai 2, atau 3, atau 4 atau di roof top. Satu putaran tawaf sejauh 1 km. Itu sering saya lakukan.

Kali ini saya harus ikut maunya istri: tawaf di dekat Kakbah. Maka kami pun bersiasat: pakai pakaian ihram. Berhasil tawaf dekat Kakbah. Dengan begitu istri merasa lebih tawaf daripada tawaf. 

Saya sendiri setiap kali tawaf, kepikiran hajar aswad: batu hitam di pojok Kakbah itu. Bagaimana bisa orang berebut ibadah dengan cara menyakiti orang lain: menyikut, menarik, menginjak, menendang: rebutan mencium batu hitam itu.

Maka kalau ada ide menaikkan posisi batu itu lebih tinggi saya akan mendukung. Agar adil: semua bisa melihatnya sambil melakukan tawaf. Lalu bisa melambaikan tangan ke arahnya. Tanpa harus mencium lagi.

Seperti juga di lokasi lempar jumrah (melempar batu ke tugu simbolis setan): sudah berubah total kan? Lebih baik kan? Tugu setannya sudah dibuat sedemikian tinggi dan lebar. Ribuan jamaah haji bisa melempar bersamaan tanpa membahayakan keselamatan. Tidak berdesakan. Tidak ada lagi yang mati terinjak.

Penataan terus dilakukan. Jumlah ''turis'' Arab Saudi sudah mencapai 10 juta setahun. Jamaah umrah Indonesia saja 2 juta orang setahun.

''Baru segitu'' saja sudah begitu padat Makkah. Padahal Mohamad bin Salman, sang putra mahkota, sudah menitahkan: Saudi harus dikunjungi 30 juta turis di tahun 2030 nanti. 

Betapa kian banyak yang akan salat pakai sepatu.(*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Edisi 10 Maret 2024: Perangko Lelap

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KODRATNYA PERANGKO DAN AMPLOP ITU SELALU NEMPEL.. Maka jika "terpisah", si penulis bisa jadi LUPA. Maksudnya lupa, SIAPA sebenarnya yang diidentikkan PERANGKO, dan siapa yang AMPLOP. Soalnya memang.. 1). Kadang amplop bisa berfungsi SENDIRI, tanpa perangko. Yaitu jika lagi ada BUWUH. Atau lagi mau BERBAGI sekedarnya ke saudara, teman, tukang dan lain-lain. Dulu amplop bisa juga untuk SUAP. Tapi sekarang, kalau baca di media, suap itu harus pakai KOPER. Karena nilainya T, dan tidak mau via transfer. Takut terdeteksi PPATK. 2). Perangko. Kalau dulu ada komunitas PHILATELI. Kayaknya sekarang udah tergusur komunitas WAG, TikTok, Telegram, Instagram, FB dan entah apa lagi. ### Kasihan kolektor perangko lama. Harga perangko lama BATAL NAIK..

Rizal Falih

Kisah petualangan yang happy ending. Setelah beberapa episode, pembaca disuguhi drama petualangan yang cukup menegangkan. Hanya saya bertanya dalam hati. Kenapa itu jendela 7-i dibawa kemana-mana. Bahkan sampai di bus menuju Mekkah. Mungkin maksudnya, gambar atau photo si 7-1 masih tersimpan di memori telepon. Hanya si pemilik telepon lah yang tahu. Sempat berpikir lain juga, ketika Abah punya rencana tersendiri. Saya kira akan berpetualang lagi di cagar alam di tengah padang pasir yang luas itu. Layaknya film The Gods Must be Crazy. Film komedi, tentang petualangan Xi Di Gurun Kalahari. Nyantanya, yang dimaksud rencana sendiri itu adalah berganti pakaian ihram di dalam bus. Sat set beres. Beruntung di dalam bus hanya tersisa satu orang penumpang. Jika si Yaman dan perempuan juga turun di Mekkah, saya pikir aman-aman saja bila beliau berganti pakaian ihram di dalam bus. Ada toilet di dalam bus. Namun karena penumpang bus sudah sunyi sepi bahkan si Sudan mungkin sedang terlelap tidur. Sehingga aman saja jika Abah mencopot pakaian dan berganti dengan pakaian ihram di tempat duduknya langsung. Semoga saja tidak ada CCTV di dalam bus. Sehingga supir bus, tidak perlu menutup matanya dengan kaca mata hitam. Karena melihat perilaku penumpangya di dalam bus. Xi.xi.xi. Ngampunten enggih Bah.. /\ /\

Gregorius Indiarto

".... Berarti saya sendiri bisa dapat 10 jendela. Penumpang lain cukup saya beri masing masing satu" = > Kemarok. Waktu doeloe, ketika dalam perjalanan ke sawah bersama Pakde. "Le, mengko yen ketemu tlepong kebo sak puntok, kowe tak nei setelon yo? " "Emoh" "Yo wes, sing separo wae! " "Emoh" "Telong prapat!?" "Emoh!!" "Yen ngono pek en kabeh! Pak de ora ritek. Gor tlepong we lho, arep di pek dewe. Kemarok timen!" "!!??!!!???" Kalau jaman sekarang pasti saya akan bilang ke Pakde "Anjir" dalam hati. Hhh #guyonane Pakde, mbingen.

Lagarenze 1301

"Terkadang kenyataan tak semanis ekspektasi, namun rasa syukur mampu menjadikan kenyataan itu semanis ekspektasi."

Liam Then

7i masih disebut saja, ini memang keistimewaan prerogatif mahluk ciptaan Tuhan yang dipanggil wanita. Khas kecantikannya bisa menggoret kesan dalam, yang masing-masing beda ke masing-masing laki-laki. Kaum laki-laki memang gandrung dengan yang ber-i banyak. Karena sudah pengalaman puluhan tahun jadi laki-laki, saya jadi sudah tahu, bahwa ada satu jenis kecantikan, yang auto goret kesan subjektif, sampai awet lama. Ini soal kecantikan wajah ya, tidak ada hubungannya dengan orientasi seksual. Misalnya saya pribadi, saya kira sampai saat ini, meskipun sudah banyak wanita banyak-i berparas Indah yang pernah saya lihat, tidak pernah ada yang bisa gantikan, goretan kesan yang dibuat oleh Monica Bellucci. Meskipun begitu, tentu saja, sebagai pemegang KTA ISTI, saya secara diplomatis dan konsekuen terhadap pilihan, tetap harus selalu mengaku didepan isteri, biarpun banyak yang cantik diluaran, tetap dia yang paling terbanyak i-nya (sambil lanjut dalam hati, dirumah).

Liam Then

@Bang JimmyM, ilmu kungfu "menepis tangan bayar duluan" Pak Di kurang tinggi, sehingga kalah terus. Saya jadi curiga, Pak DI memang tak pernah latih ,apalagi kuasai ilmu ini. Ini ilmu memang sulit sebenarnya....kalo tak percaya cobalah, pasti ada dorongan kuat untuk kalah, setiap ada kesempatan untuk praktekkan. Kalo saya pribadi, masih 50-50, sering menang, juga sering kalah. Cuma pas menang, rasanya ada yang kurang,setelah sampai dirumah.

Johannes Kitono

Amplop dan perangko ditujukan pada pasangan yang serasi. Nempel terus kemanapun pasangannya pergi. Jarak menentukan nilai perangko yang harus di tempel. Makin jauh makin tinggi nilainya. Mungkin sampai disini tidak bisa disamakan dengan pasangan yang serasi. Jangan sampai pasangan ysng high cost maintenan disamakan dengan perangko, bisa ngamuk. Perangko dengan beda tipis dengan meterai. Biarpun sama-sama harus ditempel buat bayar pajak negara. Dan kalau program makan siang gratis jadi.Jelas meterai yang now Rp.10 ribu pasti akan naik lagi. Jadi Menkeu kabinet Presiden Indonesia 2024 - 2029 harus siapkan Meterai dan PPN. Khusus untuk dana makan siang gratis rakyatnya.

Er Gham

Sekitar 3 rukun umroh bisa selesai. Landing di Jeddah lalu langsung ke Mekah tanpa menginap. Balik lagi jeddah. Pulang ke tanah air. Kalau dapat tiket pp 10 jutaan; mungkin cukup 15 juta. Cukup pakai visa turis. Kenapa juga perlu 9 hari. Dengan biaya 30 jutaan. Jangan dipersulit.

Yuni Widyawati

Punya Suami yang jiwa-jiwa petualangannya sama seperti abah. setelah baca tulisan ini, amplop yang dari Batu punya rencana besar. Perangko asal mojokerjo siap-siap keliling madinah/mekkah sendiri, kuliner sendiri, tidak punya foto saat tawaf-sa'i bersama, tahallul minta tolong keluarga/orang lain, menyediakan lembaran real lebih untuk si amplop keliling dan juga siap tidur pulas sendiri. hehehehhe Alhamdulillah... proses umroh selesai, Barakallahu fiik abah, sehat-sehat, saya bukan termsuk perusuh, sahabat, orang terbaik apalagi anak, cucu. semoga tetap kecipratan barokahnya doa abah di depan ka,bah. aamiin aamiin bisa dicoba mille crepes/cheese cake belakang WC 3 (SOLE COFFEE). tidak kalah enak dengan yg di Trenggalek abah. hehehe

Ummi Hilal

Di daerah Batang,Pekalongan dan sekitarnya ,Megengan mode ON. Sehari sebelum bulan puasa.Mumpung masih bisa makan dan minum di siang hari. Mandi besar di sendang .Nyekar,ziarah ke makam Leluhur, orang tua dan saudara yang sudah lebih dulu meninggalkan dunia. Di Semarang ada Warak Ngendhog. Di Kudus ada Dhandangan. Di Saudi sana ada Abah DI yang ganti kostum di atas bis. Maturnuwun dongane ,Bah. JazakAllohahsanal jaza.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

WILDLIFE SANCTUARY ATAU SUAKA MARGASATWA "UMM AL RAMTH".. Adalah Suaka Margasatwa yang terletak di Taif. Di Suaka Margasatwa ini, telah "diberikan suaka" dan "dilindungi" di sini, berbagai SPESIES HEWAN dan BURUNG. Khusus burung, kita dapat menemui saat berjalan-jalan di KOTA Taif, karena DILEPAS BEBAS. Namun untuk hewan eksotik seperti MACAN TUTUL ARAB, RUSA dan KIJANG hanya dapat ditemukan di Suaka Margasatwa "Umm Al-Ramth" saja.  Sebaliknya, jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih jauh tentang berbagai macam jenis burung, maka kita bisa mengunjunginya di Taman Burung “Bird Oasis”. ### Pemberian suaka ini tanpa melalui proses di DEPLU lho ya.. Juga BEBAS VISA..

yoming AFuadi

Lain waktu kalau mBah-DI berkelana ke suatu negara dan akan menikmati perjalanan via bus, mesti pasang aplikasi redbus. Minimal bisa memilih tempat duduk sehingga menaikkan harapan.

Handoko Luwanto

Singgasana Prusuh Disway of the Week: 03-03-2024 s/d 09-03-2024 (105 orang) Tahta ⏰ Pertamax Terbanyak #.Nama (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain;meReplyOrangLain] #1.Lagarenze 1301 (43;3782)25★;4⭐️;2⚽️;4⏰ [43:1] #2.M.Zainal Arifin (66;718)3★;1⚾️;2⏰ [0:41] #3.Rizal Falih (22;1415)5★;1⏰ [8:1] Singgasana Prusuh Disway of the Week: 03-03-2024 s/d 09-03-2024 (105 orang) Tahta ⭐️ Komentar Pilihan Terbanyak #.Nama (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain;meReplyOrangLain] #1.Lagarenze 1301 (43;3782)25★;4⭐️;2⚽️;4⏰ [43:1] #2.Jokosp Sp (107;3740)2✒️;16★;2⭐️;4⚾️ [16:77] #3.Liam Then (81;10021)2✒️;10★;1⭐️;2⚽️ [63:21] #4.djokoLodang (56;2597)11★;1⭐️ [9:12] #5.Wilwa (37;2175)11★;1⭐️ [9:17] Singgasana Prusuh Disway of the Week: 03-03-2024 s/d 09-03-2024 (105 orang) Tahta ✒️ Komentar Terbanyak #.Nama (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain;meReplyOrangLain] #1.Jokosp Sp (107;3740)2✒️;16★;2⭐️;4⚾️ [16:77] #2.Liam Then (81;10021)2✒️;10★;1⭐️;2⚽️ [63:21] #3.Madison Madison (216;3634)1✒️ [8:1] #4.Juve Zhang (71;4345)1✒️;5★;1⚽️;1⚾️ [46:14] #5.Jo Neca (63;1430)1✒️;6★;3⚾️ [5:47] Singgasana Prusuh Disway of the Week: 03-03-2024 s/d 09-03-2024 (105 orang) Rookie of the Week #.Nama (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain;meReplyOrangLain] #1.Hendri Ma^ruf (1;67)✏️;1★ [7:0] #2.Heri Kurniawan (1;124)✏️;1★ [2:0] #3.Ali Mahrus (1;75)✏️;1★ Singgasana Prusuh Disway of the Week: 03-03-2024 s/d 09-03-2024 (105 orang) Tahta ⚽️ Terbanyak Direply #.Nama (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain;meReplyOrangLain] #1.Liam Then (81;10021)2✒️;10★;1⭐️;2⚽️ [63:21] #2.Lagarenze 1301 (43;3782)25★;4⭐️;2⚽️;4⏰ [43:1] #3.Juve Zhang (71;4345)1✒️;5★;1⚽️;1⚾️ [46:14] #4.Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺 (84;5563)14★;1⭐️;1⚽️ [34:35] #5.Leong Putu (59;784)2★;1⚽️ [33:10] #6.Fiona Handoko (12;997)8★;1⚽️ [13:8]

Jimmy Marta

Ada dua rasa mengiringi membaca chdi pagi ini. Pertama tertawa geli. Itu ketika trio dadakan saling rebutan ke kasir. Mau gk percaya, yg cerita kan niat suci di tanah suci. Gk boleh bohong. Mau percaya, cuma heran saja. Yang booking satu nampan briyani plus dua ekor ayam panggang, kan si yaman. Di kita biasanya yg pesan yg bayar. Porsi dan menu ia yg milih. Rasa kedua adalah rasa haru. Sempat2 nya abah mendoakan perusuh. Saat melepas kawan2 haji dan umrah, ini adalah kalimat yg selalu terucap. "Nanti tolong do'a kan kami yg belum kesempatan agar diberi rezeki mengunjungi tanah suci". Terima kasih abah Dahlan Iskan. Semoga semua berjalan lancar. Mudah2 an jadi umrah yg mabrur. Amin.

Arjuna Wiwaha

Halo pak Dahlan. Semoga abah baca komentar saya. Sai, menurut sejarah kitab suci taurat tidak pernah ada peristiwa ismael dan hagar/hajar bolak balik 7x ambil air antara safa dan marwah. dan kitab Taurat adalah kitab yang dibenarkan Allah. Al maidah 68. fakta yang ada adalah, perjalanan sai adalah ritual dari kaum pagan mekkah atau penyembah berhala. dimana mereka menyebut berhala manat selama melakukan ritual sai. karena itulah para penyembah berhala, saat masuk islam mereka keberatan melakukan ritual sai karena itu ritual jaman jahiliah. baca asbabun nuzul Al Baqarah 158. berdasar hadist buhkari Tidak ada di kitab Taurat Abraham ke mekkah. Tidak juga ada di Taurat Ismael ke mekkah. apalagi membangun kabah. Mohon koreksi bila salah.

Ulik Kopi

Abah tidak menyebutkan detil, tapi mudah-mudahan sudah menutup umrahnya dengan tahalul. Kalau belum bisa bahaya. Bisa kena dam. Dan besoknya harus mengulang balik ke miqat, bisa dari Birr Ali yang terdekat. Bersebab perangko jika bertemu amplop ya galibnya merekat atau saling merekat. Itu pantangan dalam umrah. Diboleh setelah tahalul. Yaitu menggunting rambut minimal tiga helai. Ragu saja kalau Abah sudah bawa gunting bersama kain ihram. Ngga mungkin juga mampir ke tukang cukur sekitar masjid. Soalnya itu berbayar, 10 riyal. Belum tentu ketemu yang mau membayari. :-)

Lagarenze 1301

Saya coba utak-atik perjalanan Pak Dis dari Riyadh ke Makkah by bus. Dari pusat kota Riyadh ke terminal bus berjarak 13,6 km dengan waktu tempuh 16 menit. Kalau dijemput dan diantar staf kedutaan, gratis. Kalau naik taksi, biayanya sekitar Rp 300 ribu. Tiba di terminal bus, naik Saptco. Untuk ruta Riyadh-Makkah yang jaraknya 873 km dengan waktu tempuh sekitar 13 jam, biayanya 184 riyal atau Rp 762.000. Tak usah takut ketinggalan bus. Sebab, setiap dua jam ada bus yang berangkat ke Makkah, dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 10.00 malam. Mai naik pesawat? Bisa, naik Saudi Arabian Airlines dengan waktu tempuh 1 jam 45 menit. Berapa tarifnya? Kelas ekonomi antara Rp 1,5 juta (kalau dapat) sampai Rp 3 juta lebih. Naik kereta cepat? Saya cek belum ada rute Riyadh-Makkah. Jadi pilihan paling tepat untuk Pak Dis memang naik bus. Bisa lihat kiri-kanan. Bisa lihat Wildlife Sanctuary yang berupa padang pasir itu. Untung tidak singgah mendadak lagi di tengah perjalanan. Tentu tidak akan nekat lagi. Waktu sudah mepet. Harus segera menunaikan ibadah umrah. Apalagi, sudah ada pesan WA dari amplop: jangan terlalu lama ngebolang.*

Lagarenze 1301

Santai sejenak. Seorang pria sedang menikmati segelas kopi di kafe di Bandara Soekarno-Hatta ketika seorang wanita cantik dengan 7 "i" masuk dan duduk di sebelahnya. Melihat bodi yang tinggi dan langsing, pria itu berasumsi si cantik adalah pramugari yang sedang tidak bertugas sehingga tidak mengenakan seragam. Jadi, ia memutuskan untuk membangun kesan pertama yang baik dengan mengidentifikasi maskapai penerbangan tempatnya bekerja. Si pria mencondongkan tubuh ke arah si cantik, menatapnya, lalu mengucapkan slogan Citilink. "Enjoy Simplicity," ujarnya, namun wanita itu hanya melihatnya dengan tatapan kosong. Pria itu duduk kembali dan memikirkan kalimat lain. Ia mencondongkan tubuh ke depan lagi, menatap wajah si cantik,  dan menyampaikan slogan Sriwijaya Air. "Your Flying Partner," katanya, namun kembali yang ia terima hanya tatapan bingung. "Beyond Expectations," pria itu mengucapkan slogan Malaysia Airlines sembari tersenyum manis menatap wajah si cantik. Tak terduga, sebuah tangan mungil melayang ke pipi si pria disertai umpatan: "Brengsek, untuk apa kamu melihat ke saya terus, lihat ke depan." Bukannya marah kena tampar, pria itu malah bahagia. "Ah, aku tahu sekarang, Look Forward," ujarnya mengucap slogan Garuda Indonesia.*

Johan

Lama tidak komentar disini. Hari ini tangan agak gatal. Tapi off topic. Akhirnya AS turun tangan menyalurkan bantuan kemanusiaan di Gaza. Dan mereka akan membangun pelabuhan disana dengan estimasi 2 bulan pengerjaan. Berita bahagia untuk rakyat Gaza Palestina? Nanti dulu. Dalam 2 bulan kedepannya, berapa lagi korban rakyat Gaza yang akan mati sia-sia? Siapa yang bisa menjamin pelabuhan yang dibangun AS kemudian ternyata menjadi pangkalan militer? Pejuang dan sipil disana terkepung militer Israel dan AS. Itu bisa artinya game over untuk perjuangan rakyat Gaza Palestina. Selama ini Tiongkok terkenal dengan program BRI (Belt and Road Initiative). Membangun jalan dan infrastruktur dimana-mana. Bagaimana dengan AS? Mereka nampaknya memiliki program yang berbeda. BMI (Bomb and Missile Initiative). Yang sangat sukses menghancurkan infrastruktur di Irak, Libia, Suriah dan Afghanistan.

Udin Salemo

Percakapan di warteg. "Kok berkurang sekarang porsi nasinya, mas?" "Sampean gak tau tha harga beras naik, harga2 yang lain lain juga naik?" "Yo mbok harga makannya aja yang dinaikkan seribu dua ribu rupiah." "Harga dinaikkan, ya, pelanggan mlayu mas." "Harga naik tapi sampean beri bonus untuk pelanggan. Misal teh es manis gratis. Koyok warteg seberang jalan itu, lho." "Yaelah, mas, mas. Yang seberang jalan itu punya wong sugih. Punya cabang dimana mana. Lha, aku punya warung satu satunya ini. Mungkin dia untung banyak ditempat lain. Disini dia untung gak banyak. Subsidi silang kata wong pinter." "Ya, sak karepmulah. Lha, wong aku cuma usul, kok. Mana tau nambah banyak pelanggan." "Yang aku butuhkan itu pelanggan setia koyok kamu itu mas. Bukan pelanggan banyak hanya sesaat. Banyak ketika ada bonus. Mlayu ketika bonusnya dicabut."

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda