COWASJP.COM – ockquote>
O l e h: Slamet Oerip Prihadi
----------------------------------------
KETIKA sekitar 100.000 Bonek "menyerbu" Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), maka yang terjadi adalah kemacetan luar biasa. Hal ini dikarenakan akses menuju dan meninggalkan stadion hanya.satu-satunya, sempit, dan kiri-kanannya tambak.
Para Bonek dan pecinta Persebaya yang menonton seperti terpenjara seperti sarden di jalan masuk dan keluar stadion.
Lautan manusia menuju GBT. Mobil voorijder Polrestabes Surabaya tak sanggup menembus.
GBT sebagai stadion berlevel Asia. Tapi akses masuknya berlevel desa. Apakah akan tetap seperti inikah stadion terbesar di Jatim?
Tol Surabaya - Gresik dibuka buat ribuan pengendara sepeda motor Bonek. Kebijakan yang patut diacungi jempol buat pengelola Tol.
Supoter menggunakan jalan tol untuk sampai ke Gelora Bung Tomo
God Father Jawa Pos Group Dahlan Iskan harus berjalan 45 menit dari bus menuju GBT. Itupun harus dikawal tiga petugas Intel Polrestabes untuk membuka jalan.
Sesepuh Cowas ikut tret tet tet tapi terpaksa tidak bisa nonton pertandingan karena bus eksekutif terhenti 2,5 KM.dari GBT. Sulit menembus lautan manusia. Terlalu sepuh untuk berjalan merambat perlahan sejauh itu di bawah cuaca terik.
Cowas Soerjadi harus berjalan 3,5 jam waktu pulang dari stadion menuju posisi bus.
Tribun.VIP hanya terisi 70 persen karena sekitar 1000 penonton VIP tidak bisa masuk. Dua kilometer sebelum gerbang area stadion macet total karena terbendung puluhan ribu Bonek yang berjejal kepanasan dan kehausan.
Lebih dari 50.000 suporter penuhi Stadion.GBT.
Scoring board di trobun timur tidak memenuhi syarat yang ditetapkan FIFA.
Bangku-bangku kosong di Tribun Barat
Suasana GBT bak Bonek.merayakan "Hari Kemerdekaannya."
Ketika Bendera Bonek Raksasa dihamparkan di Tribun Kidul GBT.
Suasana suporter saat keluar dari Stadion
Puluhan flare merahkan tribun Gelora Bung Tomo.
ribuan sepeda motor berhenti di depan bus VVIP, sekitar 2.5 ,dari stadion Gelora Bung Tomo. (Foto: Koesnan Soekandar/CoWasJP)
Foto: Koesnan Soekandar/CoWasJP