Rilis DBL Indonesia

Liga Pertama yang Sukses Uji Coba dengan Penonton, Ridwan Kamil Apresiasi Honda DBL

Uji coba sukses pertama di Indonesia kompetisi olahraga dengan penonton. (FOTO: DBL Indonesia)

COWASJP.COMSudah Vaksin Dua Dosis Jadi Syarat Utama Boleh Nonton

Wajib Isi Self Assesment dan Skrining Peduli Lindungi
Tiket Secara Online melalui Aplikasi DBL Play

BANDUNG, Kamis 18 November 2021. Setelah kondisi pandemi Covid-19 berangsur mereda, pemerintah mulai memberi izin uji coba kehadiran penonton di venue Liga basket pelajar terbesar di tanah air. 

Berarti, Honda Developmental Basketball League (Honda DBL) 2021 West Java Series jadi liga pertama di tanah air yang sukses menjalankan uji coba itu.  Dengan penerapan protokol kesehatan ketat seperti diatur dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 57 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah Jawa dan Bali. 
Honda DBL 2021 Seri Jabar ini sudah berlangsung sejak 6 November lalu di GOR Laga Tangkas SPOrT Jabar Arcamanik, Bandung. 

Uji coba ini menghadirkan penonton hanya pada babak semifinal, Selasa (16/11/2021) lalu, dan babak puncak atau final Kamis (18/11/2021).

MAKSIMAL PENONTON 122 ORANG

Mengikuti arahan pemerintah, jumlah penonton maksimal dalam venue dibatasi 122 orang. 

Penonton dibagi dalam dua kategori, undangan dan umum. Penonton undangan adalah orang tua, guru dan kepala sekolah dari tim yang lolos semifinal maupun final. Sedangkan penonton umum bisa mendapatkan tiket secara online melalui aplikasi DBL Play. Minimal berusia 20 tahun, sudah vaksin dua dosis, dan melakukan screening Peduli Lindungi.

Selain itu, para penonton juga wajib duduk sesuai dengan nomor kursi yang tertera pada tiket sesuai yang diatur oleh penyelenggara. 

Tempat duduk diatur dengan jarak sekitar 2,5 meter. Selama di dalam venue pun, para penonton tidak diizinkan berpindah tempat duduk, serta wajib selalu menggunakan masker.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut hadir dan memantau langsung pelaksanaan uji coba penonton pada final party Honda DBL 2021 Seri Jabar ini. Hadir pula Ketua Umum Pengurus Pusat Perbasi, Danny Kosasih. 

Selain menutup acara, Kang Emil dan Danny Kosasih juga ikut bermain adu ketangkasan melakukan tembakan tiga angka yang didukung oleh Bank BJB selaku partner baru Honda DBL musim ini.  

Secara khusus, Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) memberi apresiasi kepada DBL Indonesia selaku penyelenggara, atas keberhasilan pelaksanaan uji coba penonton pada semifinal dan final Honda DBL 2021 Seri Jabar ini. 

"Ketika DBL Indonesia menghadap, Alhamdulillah situasi Covid di Jabar sedang surut, sehingga saya motivasi agar melalui event Honda DBL bisa membuktikan bahwa pertandingan olahraga harus bisa melihatkan prokes ketat kalau ingin penonton diizinkan," kata Kang Emil. 

"Jadi apa yang dilakukan DBL di Jawa Barat ini ternyata juga bisa. Akhirnya perlahan-lahan seiring waktu selama protokol kesehatan ketat dan berjalan baik, pasti bisa dilaksanakan," cetusnya.

CEO & Founder DBL Indonesia Azrul Ananda menjelaskan, bahwa uji coba penonton pada pelaksanaan Honda DBL Seri Jabar ini tak lepas dari peran Ridwan Kamil. Orang nomor satu di Jabar ini tidak hanya memfasilitasi, namun juga ikut mengawal dan menyakinkan pemerintah pusat agar Honda DBL Seri Jabar menjadi percontohan penyelenggaraan event olahraga dengan penonton.

”Terimakasih khusus pada Gubernur Jawa Barat, Kang Emil, berkat dukungan beliau Honda DBL Seri jawa Barat adalah kompetisi pertama sejak PON yang ada penontonnya, menurut saya ini sesuatu sangat penting, kelak kita akan mengingat Honda DBL dan kompetisi lain berjalan normal, kompetisi basket pertama dengan penonton ada di Jawa Barat. Dan juga jajaran Pemerintah Provinsi Jabar. Kami juga berterimakasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kemenkomarves, Kemenpora, Kemenkes, serta Kemendagri, atas kepercayaan kepada kami untuk melakukan uji coba penonton pada Honda DBL. Ini jadi langkah awal buat Honda DBL ke depannya terkait penyelenggaraan event olahraga di tengah pandemi," kata Azrul Ananda.

Semula, lanjut Azrul, Kemenkomarves menyarankan jumlah penonton sebanyak 25 persen dari kapasitas venue, tapi kami pilih 10 persen saja dulu, karena kami ingin bertahap. Harapan besarnya semoga langkah ini baik, di seri-seri berikutnya bisa ada penonton, sambungnya.

Penerapan prokes ketat tetap menjadi inti dari diizinkannya penonton yang hendak menyaksikan langsung di dalam venue. Dari berbagai prosedur yang telah ditetapkan oleh DBL Indonesia, para penonton pun merasa aman dan nyaman selama menikmati pertandingan. 

Salah satunya Kepala Sekolah SMA Trimulia Bandung, Teguh Juliawan. 
"Honda DBL adalah panggung yang luar biasa. Prokes yang diterapkan sangat mewakili rasa secure saya sebagai Kepala Sekolah yang punya tanggung jawab atas keamanan dan keselamatan anak didik kami. Jarak antar penonton diatur 2,5 meter membuat saya sebagai penonton merasa nyaman. Terima kasih atas kesempatannya, hingga kami bisa mendukung anak-anak secara langsung di venue," tuturnya.

Selain dukungan dari pihak sekolah, ada pula orang tua yang datang langsung ke GOR untuk turut mendukung anak-anak mereka. Ini jadi kerinduan tersendiri bagaimana orang tua bisa kembali mendukung anaknya secara langsung di lapangan. "Senang akhirnya bisa nonton langsung di GOR, saya pribadi merasa aman melihat anak saya bertanding, area venue juga secara disiplin dibersihkan dengan disinfektan," kata Yuliawati, orang tua salah satu pemain SMA Trimulia Bandung. 

Dari hasil final Honda DBL 2021 Seri Jabar ini, gagal terjadi kawin gelar putra dan putri. Setelah SMA Trimulia Bandung dan SMA BPK Penabur Cirebon yang sama-sama meloloskan tim putra dan putri ke final. Perwakilan sekolah dari Bandung dan Cirebon akhirnya harus berbagi gelar. 
Gelar champion tim putri berhasil direbut SMA Trimulia Bandung. Setelah memenangi duel ketat melawan SMA BPK Penabur Cirebon dengan keungulan 61-55. Sedangkan dari persaingan putra, gelar juara direbut oleh tim SMA BPK Penabur Cirebon usai menundukkan SMA Trimulia Bandung, 96-62. (*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda