Kampung Haji Indonesia Tingkatkan Layanan, Turunkan Ongkos Haji, dan Lahan UMKM Produksi Indonesia

Lokasi Kampung Haji Indonesia di Mekkah. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM –  TEKAD  untuk memberikan pelayanan layak, aman, dan terjangkau bagi jutaan jemaah haji Indonesia telah menjadi fokus utama pemerintah dan berbagai pihak terkait selama bertahun-tahun.

Tak hanya melalui perbaikan sistem manajemen di dalam negeri, upaya ini juga didukung oleh lobi diplomatik yang gencar untuk memperoleh hak dan fasilitas yang memadai di tanah suci Arab Saudi. 

Salah satu wujud konkrit dari impian tersebut adalah pembangunan Kampung Haji Indonesia di sekitar Masjidil Haram, Mekkah. 

MENURUNKAN ONGKOS HAJI

Proyek Kampung Haji Indonesia ini direncanakan secara komprehensif. Tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang berpotensi menurunkan ongkos haji. Memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa. 

Proyek ini kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat khusus untuk membahas detail pelaksanaannya.

 Progres Terbaru Pembangunan

 Pada Sabtu (27/12/2025), Presiden Prabowo Subianto mengundang Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, untuk menggelar rapat terbatas di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta. 

Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta laporan rinci mengenai lokasi, luas kawasan, dan rencana pelaksanaan pembangunan area yang akan menjadi milik Indonesia di sekitar kawasan suci. 

Komunikasi ini juga didukung oleh hubungan bilateral yang kuat setelah telepon antara Presiden Prabowo dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada 8 Desember 2025. Putra Mahkota memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini.

LAHAN SELUAS 5 HEKTAR

 Sebelumnya, pada 17 Desember 2025, Rosan telah melaporkan kepada Presiden di Istana, bahwa Danantara telah melakukan pembelian secara bersyarat terhadap sebuah hotel dan lahan seluas 5 hektar di kawasan Thahir. Berjarak sekitar 2 kilometer dari Masjidil Haram. 

Lokasi ini dipilih secara cermat karena strategis dan mudah diakses ke berbagai titik penting dalam rangkaian ibadah haji dan umrah.

 Meskipun pembelian telah disepakati, proses legalitas kepemilikan masih dalam tahap tunggu. Menurut regulasi yang berlaku di Arab Saudi, pengurusan kepemilikan aset yang dimiliki oleh negara lain baru dapat dilaksanakan secara resmi pada Januari 2026. 

Oleh karena itu, Danantara sedang melakukan berbagai persiapan administratif untuk memastikan proses pelegalan kepemilikan berjalan lancar. Segera setelah masa tunggu berakhir.

 Proses pemilihan lokasi sendiri telah melalui tahapan yang matang. Pada 14 Agustus 2025, Rosan melakukan kunjungan langsung ke Arab Saudi untuk meninjau lebih dari 10 opsi lahan dan 3 proyek besar di Makkah yang menjadi kandidat potensial. Dalam kunjungan ini, ia bertemu dengan berbagai otoritas kerajaan, seperti Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC), Kementerian Haji dan Umrah, serta Kementerian Investasi Arab Saudi, bersama dengan pihak Badan Penyelenggara (BP) Haji. 

Ia menyatakan bahwa evaluasi tidak hanya fokus pada jarak ke Masjidil Haram, tetapi juga aspek kenyamanan, keamanan, dan kepantasan akomodasi.

 Sebelumnya, pada minggu sebelum 13 Juli 2025, Rosan mengiringi Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan Putera Mahkota Mohammed bin Salman di Jeddah. Disampaikan bahwa salah satu lokasi yang disebut "Indonesia Village" berjarak sekitar 400 meter dari Masjidil Haram. 

Pada 30 Juli 2025, ia menginformasikan bahwa pemerintah sedang dalam proses pembelian lahan yang ditawarkan dalam delapan plot dengan jarak bervariasi dari beberapa ratus meter hingga lebih dari 2 kilometer dari Masjidil Haram.

 Pada 8 Oktober 2025, Rosan menyampaikan bahwa timnya telah melakukan beberapa kali kunjungan untuk mengikuti proses lelang dan kajian teknis. Telah dipilih satu kavling potensial berjarak 2–3 kilometer dari Masjidil Haram. Meskipun demikian, keputusan final belum diambil karena harus bersaing dengan 90 penawar lain, dengan proses tender resmi dilakukan pada 30 Oktober 2025. 

Setelah kepemilikan resmi, tahap selanjutnya adalah merencanakan dan membangun fasilitas pendukung yang akan menjadi bagian dari ekosistem Kampung Haji Indonesia.

 Analisis Potensi Manfaat  Ekosistem Ekonomi

 Salah satu pilar utama dari proyek Kampung Haji Indonesia adalah pembangunan ekosistem ekonomi yang terintegrasi. Yang diharapkan memberikan manfaat ganda bagi jemaah dan perekonomian nasional:

 1. Pengurangan Biaya Haji yang Berkelanjutan

Dengan memiliki fasilitas sendiri seperti akomodasi, pusat makanan, dan armada transportasi khusus di dalam kawasan, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada penyedia layanan lokal yang seringkali memiliki biaya operasional lebih tinggi. Hal ini berpotensi menurunkan total ongkos haji secara signifikan di masa depan. Sehingga ibadah haji dapat dijangkau oleh lebih banyak warga Indonesia yang berhak dan berniat.

 2. Nilai Tambah Ekonomi untuk UMKM dan Produk Nasional

Kampung Haji akan menjadi platform bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk memasarkan produk dan jasa khas negara kita. Seperti makanan khas Indonesia yang sesuai dengan syariat Islam, tekstil, produk kesehatan alami, dan peralatan ibadah. Selain menjawab kebutuhan jemaah Indonesia, produk ini juga berpotensi menarik minat jemaah dari negara lain, sehingga meningkatkan ekspor non-migas dan memperkuat citra produk dalam negeri di kancah internasional.

 3. Kolaborasi Bisnis dan Transfer Pengetahuan

Kerjasama dengan pihak lokal Arab Saudi dalam pengelolaan fasilitas Kampung Haji akan membuka peluang bagi perusahaan Indonesia untuk belajar dan mengembangkan kemampuan manajemen, teknologi, serta sistem operasional di sektor pariwisata haji. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan kembali di dalam negeri untuk meningkatkan kualitas layanan ibadah umrah dan pariwisata religi lainnya.

 4. Pemanfaatan Aset Jangka Panjang

Selain digunakan untuk keperluan ibadah haji setiap tahun, kawasan Kampung Haji juga berpotensi difungsikan untuk melayani jemaah umrah sepanjang tahun. Pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas ini dapat digunakan untuk pemeliharaan fasilitas secara berkala, pengembangan layanan baru, serta penguatan infrastruktur yang ada. Sehingga menjamin kelangsungan operasional proyek ini tanpa mengandalkan subsidi pemerintah secara terus-menerus.

 Perbandingan Dengan Kampung  Haji Negara Lain

Beberapa negara lain sudah memiliki kampung atau kawasan khusus untuk jemaah haji mereka di Mekkah dan Madinah, dengan model dan keunggulan masing-masing:

 - Malaysia: Kampung Haji Malaysia berlokasi di Mina dan Madinah dengan fasilitas lengkap termasuk akomodasi bertingkat, masjid kecil, dan pusat kesehatan. Keunggulan utama terletak pada integrasi sistem manajemen digital yang memungkinkan pendaftaran, pelacakan, dan pengelolaan jemaah secara real-time.

 Namun, luas kawasan yang terbatas menjadi tantangan utama dalam memenuhi permintaan jemaah yang terus meningkat setiap tahun.

* Turki: Kawasan khusus jemaah Turki dirancang dengan konsep pembangunan berkelanjutan, menggunakan teknologi ramah lingkungan untuk pasokan energi dan pengelolaan limbah. Selain itu, kawasan ini juga difungsikan sebagai pusat pendidikan agama dan pertukaran budaya antara Turki dan Arab Saudi, memberikan nilai tambah non-ekonomi yang signifikan.

* India: Kampung Haji India memiliki skala yang sangat besar, mampu menampung ribuan jemaah sekaligus.

Keunggulannya terletak pada kemampuan menyediakan makanan sesuai dengan kebiasaan kuliner lokal India dan adanya pusat informasi yang memberikan akses mudah ke layanan penting seperti kesehatan dan transportasi. Namun, negara ini terkadang menghadapi tantangan dalam hal kebersihan dan keamanan akibat jumlah jemaah yang sangat banyak.

 Dibandingkan dengan model kampung haji negara lain, Kampung Haji Indonesia memiliki potensi untuk menggabungkan keunggulan dari setiap model yang ada. 

Perencanaan yang matang sejak awal diharapkan dapat mengintegrasikan sistem manajemen digital canggih, konsep pembangunan berkelanjutan, dan fokus pada pemenuhan kebutuhan budaya serta kuliner Indonesia. Sekaligus mengantisipasi tantangan yang pernah dihadapi oleh negara lain.

 Progres pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji sekaligus membangun nilai ekonomi yang berkelanjutan. 

Dengan proses legalitas yang akan segera selesai di awal tahun 2026, tahap pembangunan dan pengembangan ekosistem ekonomi dapat segera dimulai.

Proses pemilihan lokasi yang melalui evaluasi matang dan koordinasi berkelanjutan dengan pihak terkait di Arab Saudi menjadi bukti bahwa proyek ini dirancang dengan penuh tanggung jawab. 

Dengan memanfaatkan potensi yang ada dan belajar dari pengalaman negara lain, Kampung Haji Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas ibadah yang layak, tetapi juga sebagai simbol kemajuan dan kemandirian bangsa dalam menyelenggarakan ibadah haji.(*) 

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda