Laporan Okky dari Portugal (96)

Malam Tahun Baru di Portugal Sama, Rangkaian Luncuran Kembang Api Dinantikan, tapi Kami Pilih di Rumah Saja

Malam Tahun Baru di rumah saja bersama teman dari Swedia. (FOTO: Dokumen Okky)

COWASJP.COM – Kembang api, perayaan, resolusi, refleksi diri, hingga staycation selalu menjadi kata kunci yang identik dengan pergantian tahun. 

Dari semua itu, mana yang paling menggambarkan caramu menyambut tahun baru? Sayangnya, pada tahun 2026 Indonesia memilih merayakan pergantian tahun tanpa kembang api sebagai bentuk solidaritas atas bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah. Tapi masih ada juga rangkaian kembang api yang meluncur dan meledak di angkasa. 

Lalu, bagaimana dengan kawan pembaca yang merantau ke luar negeri —seperti apa suasana tahun baru di tempat kamu tinggal? 

BACA JUGA: Kapan Waktu Terima Rapor Para Siswa di Portugal? Bagaimana Bentuknya?​

Perayaan pergantian tahun di Portugal, khususnya di kota Lisbon, selalu berlangsung meriah dan dinantikan masyarakat. 

Pusat pertunjukan kembang api di Lisbon berlokasi di Praça do Comércio dan Parque das Nações. Sementara itu, di Cascais, tempat kami tinggal, kembang api dinyalakan di Baía de Cascais dan Marina Cascais yang keduanya berada di pusat kota. 

Selain itu, sejumlah kembang api skala kecil juga menghiasi area pantai. Cascais kerap disebut sebagai “Bali-nya Lisbon”, sehingga tak heran banyak beach club turut menggelar perayaan meriah untuk menyambut pergantian tahun.

OKI1.jpgPemandangan kembang api dari balcony apartemen. (FOTO: Okky Putri Prastuti)

Apakah kami juga turut datang untuk menikmati euphoria kembang api??

Kami memilih stay dirumah pada tanggal 31 Desember. 

Ada 2 alasan besar mengapa kami tidak tertarik untuk pergi keluar rumah. 

Pertama, kami memiliki tradisi untuk menikmati hidangan akhir tahun yaitu “Cheese Fondue”. Makanan ini sebenarnya berasal dari Swiss. Pada abad ke-18, penduduk desa yang tinggal di Pegunungan Alpen sedang memanfaatkan keju keras tua dan roti sisa untuk dijadikan makanan. Saat musim dingin tidak begitu banyak bahan makanan segar.

Penduduk desa melelehkan keju tersebut dengan sedikit wine dan bawang putih. Kemudian mencelupkan roti ke keju yang panas meletup-letup. 

Setelah menikmati hidangan ini badan langsung terasa hangat. Pada abad ke-20 Cheese Fondue ini mulai populer menjadi makanan tradisional Swiss kala musim dingin. 

OKI2.jpgMakan Cheese Fondue di malam pergantian tahun. (FOTO: Okky Putri Prastuti)

Cheese Fondue merupakan campuran dari keju tradisional Gruyere dan Emmental. Kami pernah mengunjungi Pabrik Keju Gruyere Swiss pada September 2021 silam.

Long short story, pada 31 Desember 2021 kami pertama kalinya membuat Cheese Fondue sendiri di rumah. 

Tentunya dengan resep yang telah dimodifikasi karena kami tidak mungkin memasak menggunakan wine. Jus apel digunakan sebagai pengganti wine. Karena saya tidak begitu fans dengan bawang putih, maka tidak saya tambahkan di campuran keju. Hahaha. 

Sejujurnya Cheese Fondue yang asli tuh tidak cocok dengan lidah Jawa kami. Bau prengus kejunya begitu kuat, asin sekali, pokoknya bikin perut begah dan penuh. Untungnya setelah beberapa kali percobaan, saya menemukan modifikasi Cheese Fondue yang cocok di hati. 

Saat pindah ke Portugal, ternyata kami menemukan Cheese Fondue yang dijual di supermarket, langsung berasal dari Swiss. Rasanya langsung senang sekali karena akhirnya si panci fondue khusus yang dibeli dari Swiss bisa digunakan kembali. Akhirnya pada tanggal 31 Desember 2022 kami mengulang memasak Cheese Fondue di rumah lagi. 

OKI3.jpgTahun Baru di Lisbon saja. (FOTO; Okky Putri Prastuti)

Ini adalah tahun ke-5 kami melakukan hal sama setiap tahun. Kami menyebutnya “tradisi akhir tahun keluarga FOZZ (Fariz-Okky-Zirco-Zygmund). 

Alih-alih menerjang dinginnya winter untuk mencari kembang api, kami memilih menghangatkan diri di rumah sambil menikmati keju leleh hangat dan kebersamaan keluarga. Ini cara kami merayakan pergantian tahun dengan nyaman dan penuh rasa syukur. 

Tahun ini, tidak hanya kami berempat yang menikmati cheese fondue di rumah. Kami kedatangan teman jauh dari Swedia, Victor, yang sengaja menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru bersama kami, kabur dari dingin dan kelabu Swedia ke hangatnya Portugal. 

Victor adalah adik tingkat saya dan suami saat kuliah S1, sekaligus mantan rekan kerja di universitas tempat saya mengajar dulu. Ia juga teman pertama yang mengunjungi kami saat di Swiss, dan kini kembali menyambangi kami di Portugal. 

OKI4.jpgDoubleZ semangat menanti kembang api di tengah malam. (FOTO: Okky Putri Prastuti)

Kehadirannya membuat suasana hangat, seolah kami sudah seperti keluarga di perantauan.

Alasan kedua yaitu kami memiliki balcony menghadap pantai. Sehingga saat di area pantai mulai menyalakan kembang api, maka terlihat sangat jelas dari apartemen kami. 

Hal ini membuat kami semakin malas untuk keluar rumah malam hari saat pergantian tahun. Hihihi.

Perayaan kembang api paling spektakuler yang kami lihat di sliweran Instagram yaitu di Burj Khalifa Dubai. Wow, luar biasa!!! 

Menurut info dari Victor, di Gothenburg – Swedia tempat dia tinggal, kembang api dinyalakan pada pukul 18.00. Pada jam segitu Swedia sudah gelap gulita dan sangat dingin. 

Pemerintah sengaja tidak membuat acara kembang api pada jam 24.00. Ternyata di Belanda juga menganut hal yang sama. Mereka sengaja menyalakan kembang api sekitar pukul 19.00. Hal ini bertujuan untuk “kids friendly”. Sehingga anak-anak tidak perlu menunggu hingga tengah malam untuk melihat kembang api.

Berbeda halnya dengan di Jepang, para penduduk Jepang saat tahun baru malah berburu untuk pergi ke kuil bukan menyalakan kembang api. Mereka memaknai tahun baru sebagai bersih-bersih diri, memanjatkan doa, hati yang baru, dan memohon keberuntungan. 

Eka, sahabat saya yang tinggal di Hiroshima Jepang, juga berburu ke kuil untuk menikmati euphoria pergantian tahun. Terlihat banyak penduduk yang mengantri di kuil untuk bergantian  sebagai Joya no Kane.

KEBAKARAN DI SWISS

Ada berita duka dari Swiss tentang kecelakaan tahun baru. Sebanyak 40 orang meninggal dan 115 orang luka-luka. Kejadian mengenaskan ini terjadi di salah satu resort ski CransMontana. Kobaran api diduga berasal dari kembang api kecil atau sparkler yang dipasang pada botol champange, yang terbawa terlalu dekat ke langitlangit kayu yang sangat mudah terbakar di dalam ruangan. 

Kehancuran hebat ini menjadi salah satu tragedi terbesar dalam sejarah Swiss. Pemerintah Swiss mengumumkan ini menjadi duka nasional.

OKI5.jpgHappy New Year Semua Kawan Pembaca. (FOTO: Okky Putri Prastuti)

Masing-masing negara memiliki cerita di acara pergantian tahun kali ini. 2025 telah berlalu, mari kita sambut 2026 dengan penuh percaya diri dan semangat baru, khususnya untuk para Ibu Kawan Pembaca. 

Semangat nabung (walau sering khilaf), semangat diet (walau mulai besok), dan semangat bahagia setiap hari. Semoga di tahun ini kita semua sehat, rezeki lancar, anak nurut, suami makin pengertian… aamiin paling serius. Hati makin sabar, drama makin tipis, dan makin jago menikmati hidup. 

Selamat Tahun Baru semuanya, salam hangat dari kami keluarga kecil yang sedang berjuang di perantauan Portugal. Tunggu cerita-cerita seru dan petualangan DoubleZ di tahun 2026. Happy New Year. Feliz Ano Novo.(*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda