COWASJP.COM – Halaman kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat menjadi saksi sejarah penting dalam perjuangan ketahanan pangan nasional.
Rabu (07/01/2025) pukul 08.00 WIB, lebih dari 5.000 petani dan penyuluh berkumpul. Plus dua juta petani lainnya secara daring mengikuti acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan.
Dalam momen bersejarah tersebut, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., menerima penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Pangdam V dinilai telah berkontribusi luar biasa dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Sebuah prestasi yang membuktikan bahwa kolaborasi antara aparat pertahanan dan masyarakat bisa menjadi kekuatan utama untuk merealisasikan kedaulatan pangan Indonesia tahun 2025.
Panen Raya sebagai Bukti Keberhasilan Sinergi
Acara Panen Raya bukan sekadar perayaan hasil bumi, tetapi juga bukti nyata bahwa program strategis pemerintah pusat telah memberikan dampak nyata di tingkat masyarakat. Melalui kerja sama erat antara TNI Angkatan Darat dengan petani lokal dan pemerintah daerah, upaya peningkatan produksi pertanian di berbagai wilayah kerja Kodam V/Brawijaya (Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur) berhasil menunjukkan perkembangan yang luar biasa.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kodam V/Brawijaya telah menginisiasi berbagai program inovatif. Mulai dari pengelolaan lahan pertanian militer yang dikelola secara mandiri, hingga pelatihan teknologi pertanian modern bagi ribuan kelompok tani.
Tidak hanya itu, prajurit TNI juga aktif terlibat dalam pendataan lahan produktif, penyuluhan metode budidaya yang efisien, dan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, seperti saluran irigasi dan gudang penyimpanan hasil panen.
“Kami tidak hanya fokus pada kuantitas produksi, tetapi juga kualitas yang sesuai dengan standar nasional dan internasional,” ujar Mayjen TNI Rudy Saladin saat memberikan sambutan.
Keberhasilan ini tercermin dari capaian target swasembada beras, jagung, kedelai, serta sayuran dan buah-buahan di lebih dari 80% wilayah kerja Kodam V/Brawijaya. Angka yang jauh melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah.
Penghargaan sebagai Apresiasi Peran TNI dalam Pembangunan
Pemberian penghargaan langsung dari Presiden menjadi bentuk pengakuan resmi atas peran nyata TNI dalam mendukung pembangunan nasional. Bukan hanya dalam bidang pertahanan dan keamanan.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyatakan bahwa peran TNI sebagai “garda terdepan” dalam menjaga ketahanan pangan harus menjadi contoh bagi seluruh elemen bangsa.
“Kita buktikan bahwa TNI tidak hanya bisa menjaga batas negara, tetapi juga bisa menjaga piring makan rakyat,” ujar Presiden saat menyerahkan penghargaan.
Keberhasilan ini juga mencerminkan sinergi positif antara aparat negara dan masyarakat tani yang telah bekerja sama dengan penuh komitmen untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam hal pangan.
Menanggapi penghargaan tersebut, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan rasa bangga yang mendalam. “Swasembada pangan adalah bentuk kedaulatan bangsa yang tidak bisa dinegosiasikan. Prestasi ini bukan hanya milik TNI, tetapi juga seluruh petani Indonesia yang telah bekerja keras setiap hari di ladangnya,” tegasnya dengan penuh semangat.
Pembangunan Sentra Inovasi Pertanian Digital
Untuk menjaga keberlanjutan pencapaian ini, Kodam V/Brawijaya telah merencanakan sejumlah inovasi baru yang akan diluncurkan tahun depan. Di antaranya adalah pembangunan Sentra Inovasi Pertanian Digital. Yang akan menghubungkan petani dengan pasar secara langsung melalui platform daring, serta program “Tani Milenial” yang bertujuan untuk menarik generasi muda masuk ke sektor pertanian. Dengan memberikan pelatihan teknologi dan akses modal usaha.
Selain itu, Pangdam V/Brawijaya juga akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi dan badan penelitian untuk mengembangkan varietas tanaman lokal yang lebih tahan cuaca ekstrem dan produktivitas tinggi
“Kita tidak akan berhenti di sini. Tujuan kita adalah menjadikan Indonesia sebagai negara eksporter pangan yang handal dan dapat diandalkan,” tambah Mayjen TNI Rudy Saladin.
Melalui penghargaan ini, diharapkan semangat kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat akan semakin membara. Setiap petani, penyuluh, dan prajurit yang terlibat dalam program ini diharapkan bisa menjadi agen perubahan. Yang menginspirasi daerah lain untuk bersama-sama memperkuat ketahanan nasional di bidang pangan. Karena kedaulatan pangan adalah fondasi utama untuk membangun Indonesia yang maju dan sejahtera.Wallahu A'lam Bishawab. (*)