Laporan Okky dari Portugal (97)

Tidak Banyak Orang Tahu kalau Musim Dingin dengan Salju Tebal dan Tanpa Sinar Matahari Bisa Membuat Depresi Lho

Salju tebal di Eropa (Foto-Foto: Oky Putri Prastuty)

COWASJP.COM – Musim dingin dan salju terlihat indah bagi warga Indonesia. Setidaknya itu yang saya pikirkan dulu sebelum menginjakkan kaki di Eropa. Wahana salju buatan atau rumah es menjadi tempat wisata favorit di tengah panasnya Indonesia. 

Maklum Indonesia katanya punya dua matahari nih. Jadi rasa panasnya tuh aduhaaaiiii. Siapa yang sudah pernah mencoba Trans Snow World di Trans Studio? Seruuu kan ya bermain “salju”. Apakah seru juga menikmati musim dingin dan salju tebal asli di Eropa?

Benua Eropa kita ketahui memiliki 4 musim: panas, gugur, dingin, dan semi. Dari pertengahan bulan Desember hingga pertengahan bulan Maret, negara di benua Eropa dilanda musim dingin. Orang mengira kalau musim dingin pasti ada salju. Namun nyatanya tidak di Portugal. 

BACA JUGA; Malam Tahun Baru di Portugal Sama, Rangkaian Luncuran Kembang Api Dinantikan, tapi Kami Pilih di Rumah Saja​

Portugal memiliki musim dingin atau winter, tetapi tidak turun salju. Kalau ingin menemukan salju di Portugal harus ke Serra de Estrela – gunung tertinggi di Portugal. 

Meskipun tidak ada salju, dinginnya Lisbon pun mencekam. Apalagi di daerah tempat kami tinggal, yaitu Cascais. Cascais merupakan salah satu daerah yang berbatasan dengan Samudera Atlantik. Angin dari pantai atau samudera cukup berkontribusi untuk menambah rasa dingin yang menusuk ke tulang. 

Meskipun ada sinar matahari terik, rasa dingin pun masih belum bisa dikalahkan. Suhu rata-rata di bulan Januari ini sekitar 12 derajat Celcius. Tengah malam hingga pagi hari bisa mencapai 10 derajat Celcius. Sedangkan siang hari bisa naik ke 14 atau 15 derajat.

oki1.jpgWinter di Portugal masih ada sinar matahari. Alhamdulillah

Orang yang terbiasa tinggal di Eropa Utara atau Scandinavia akan merasa winter Portugal itu HANGAT. Bagian Scandinavia Nordic (Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Islandia) bisa mencapi minus 30 derajat Celcius. Di bawah 0 derajat!! Super panasnya negara-negara itu di saat summer hanya 25 derajat Celcius. 

Awalnya tidak paham mengapa saat winter di Portugal, beberapa orang masih pakai celana pendek, tidak memakai jaket winter dan bahkan surfing di pantai. Ternyata mereka adalah warga Scandinavian yang sedang menikmati kehangatan. Mereka yang terbiasa mengalami suhu udara di bawah 0 derajat. Makanya ..... 

Teman saya Victor kemarin yang menghabiskan liburan Natal dan tahun baru, termasuk salah satu Scandinavian yang ingin menghangatkan diri. Kami sudah full memakai winter coat, tetapi dia cuma memakai kaos atau sweater tipis saja. 

Tidak banyak orang tahu kalau musim dingin dengan salju tebal dan tanpa sinar matahari itu bisa membuat depresi lho…… Ehhh, kok bisa?

SINAR MATAHARI HANYA 6 JAM

Berikut beberapa “sisi gelap” Eropa saat musim dingin yang tidak banyak orang tahu. Matahari terbit siang hari (sekitar jam 9-10), sehingga saat berangkat sekolah/kerja hari masih gelap. Kemudian matahari cepat tenggelam sekitar jam 3 sore. Siang hari terasa sangat pendek. Hanya sekitar 6 jam

Ini bisa memicu Seasonal Affective Disorder (SAD) – rasa sedih, lelah, dan kurang motivasi karena minimnya cahaya matahari. Suhu yang sangat rendah membuat aktivitas di luar ruangan jadi sulit dan berisiko. Kota terasa jadi sepi dan “dingin” secara emosional.

oki5.jpgDemi bisa berfoto sama salju, badan menahan dingin

Salju tebal dan es juga bisa menyebabkan keterlambatan transportasi umum, bahkan mereka tidak beroperasi. Kalau transportasi terganggu, maka bisa menyebabkan kenaikan harga makanan di musim dingin. 

Saat winter semua warga sudah dihimbau untuk mempersiapkan cadangan makanan. Karena bisa jadi beberapa supermarket tutup. Masih ingat cerita cheese fondue di edisi minggu lalu, bahwa awal mula cheese fondue berasal dari kreasi menghangatkan persediaan keju yang sudah tua dan roti yang sudah mengeras. Untuk menjadi survival food di kala winter yang akhirnya menjadi makanan tradisional Swiss.

Beberapa tahun lalu saat di Swiss, sekolah Zirco juga tiba-tiba diliburkan karena pada hari itu cuaca buruk dan salju tebal. Pegawai disarankan untuk Work From Home (WFH) untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan terpeleset di trotoar. 

Namun bisa jadi di negara Scandinavia yang sudah “terbiasa” dengan salju tebal, tetap santai berangkat sekolah dan kerja. Musim dingin juga sangat berbahaya bagi tunawisma. Tiap tahun selalu ada kasus kematian karena kedinginan.

Saat membaca depresi di kala winter ini awalnya tidak percaya, sampai akhirnya mengalaminya sendiri. Meskipun winter di Portugal tidak terlalu mencekam, namun tubuh dengan darah Indonesia ini pun kewalahan. Dingin di luar membuat kami memilih untuk di rumah saja. Tidak banyak aktifitas dan memilih sembunyi di balik selimut, menyalakan heater, dan menikmati coklat hangat. 

oki3.jpgYuk berburu vitamin D dulu mumpung cerah

Saat winter biaya hidup pun naik. Tagihan pemanas, listrik, dan gas melonjak. Dua kali lipat lebih banyak dari saat musim panas. Untuk menghemat pemakaian heater, kami memakai pakaian tebal juga untuk di dalam rumah.

Apakah wisatawan Indonesia yang pergi berlibur saat musim dingin akan mengalami depresi seperti ini juga? Rasanya tidak! Mereka akan lebih excited untuk bermain salju dan menyiapkan outfit yang akan dikenakan saat liburan. Mereka akan menggunakan kekuatan penuh untuk mengalahkan dingin yang menusuk tulang. 

Awal-awal saat dulu kami di Swiss juga begitu kok. Salju, dinginnya suhu pegunungan, dan suasana kota sepi juga kami hadapi. Tetapi semakin ke sini rasanya lebih milih kabur ke tempat hangat saja. Untung Lisbon punya banyak mall, jadi tinggal menghangatkan diri ke mall saja, hehehe.

Musim dingin juga meningkatkan risiko beberapa penyakit, seperti flu, pilek, batuk, dan demam. Tubuh mengerahkan energi lebih banyak untuk menghangatkan diri, sehingga daya tahan tubuh sedikit menurun. Udara kering dapat mengiritasi saluran pernapasan, sehingga membuat lebih rentan infeksi. Virus juga bertahan lebih lama di udara dingin dan kering. 

oki4.jpgAlhamdulillah DoubleZ sudah cepet recovery

Kurangnya cahaya matahari menyebabkan penurunan vitamin D yang mana penting untuk sistem imun tubuh. Dewasa dan anak-anak dianjurkan minum suplemen vitamin D di saat winter ini.

Orang tua lebih siap siaga karena 1 anak di sekolah batuk pilek maka tinggal menunggu giliran saja murid lainnya sakit. Tahun ini pertama kalinya Zygmund, Zirco dan saya kena influenza tipe A. Influenza ini lebih berat dari influenza biasa. Saya merasakan nyeri di semua bagian tubuh, tenggorakan sakit, kepala pusing dan berat serta demam tinggi mendadak. 

oki2.jpgObat demam harus ada dikala winter

Zygmund tidak masuk sekolah selama 1 minggu, Zirco juga 1 minggu, dan saya lemas parah selama 3 hari. Untung satu bulan sebelumnya saya sudah suntik vaksin influenza saat badan sehat. Sehingga efek yang dirasakan tidak begitu parah dan waktu recovery lebih cepat. Alhamdulillah.

Beginilah kira-kira kondisi di Eropa selama 2 bulan ke depan. Harus berjuang menghadapi dingin dan matahari yang tidak bersinar. Apakah kawan pembaca berencana liburan ke Eropa saat winter? Persiapkan outfit super hangat yaa dan tak lupa membawa vitamin. Liburan harus dengan tubuh fit dan sehat. 

Buat para diaspora Indonesia, apa kegiatan favorit kalian saat musim dingin? Adakah yang sama denganku, bestie banget sama selimut, coklat hangat, indomie kuah, dan drama Korea?(*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda