Anak Cak Nun: Sabrang "Noe" Letto, Dilantik Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Naaional

Musisi Sabrang Mowo Damar Panuluh atau ‘Noe’ Letto resmi dilantik jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional. (FOTO: Kemhan, Instagram/letto.official - erakini.id)

COWASJP.COM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia sekaligus Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Sjafrie Sjamsoeddin, telah melantik 12 tenaga ahli pada Kamis (15/1/2026). Di antaranya anak Cak Nun (Emha Ainun Najib) : Sabrang Mowo Damar Panuluh yang lebih dikenal sebagai Noe Letto. 

Keterangan resmi dari Biro Pers Kementerian Pertahanan yang dikutip pada Sabtu (17/1/2026) menyatakan, pelantikan ini merupakan langkah strategis. Yang memperkuat jajaran pemikir DPN dalam menghadapi dinamika tantangan global yang terus berkembang.

Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Ketua Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025. Melibatkan profesional dari berbagai disiplin ilmu. Para tenaga ahli yang baru dilantik akan mengisi posisi krusial dalam tiga kedeputian utama. Yaitu bidang Geoekonomi, Geopolitik, dan Geostrategi. 

Posisi yang diberikan mencakup jenjang Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda. Yang menunjukkan struktur keahlian yang terpadu dan berjenjang untuk mendukung tugas DPN.

 Menurut keterangan resmi Kementerian Pertahanan, pengangkatan ini bukan hanya bentuk perluasan jajaran organisasi. Tetapi juga langkah nyata dalam mengintegrasikan keahlian akademis dan praktis. 

Hal ini dirancang untuk memastikan bahwa kebijakan dan langkah-langkah pertahanan nasional dapat merespons berbagai kompleksitas tantangan yang muncul di tingkat global. Mulai dari persaingan ekonomi internasional, dinamika kekuasaan geopolitik, hingga perencanaan strategis yang adaptif terhadap perubahan zaman.

MENGAPA NOE LETTO DIPILIH?

Keikutsertaan Noe Letto sebagai salah satu tenaga ahli menjadi sorotan khusus. Hal ini mengingat latar belakang keluarganya yang dikenal dalam dunia dakwah dan pemikiran masyarakat. Keberadaan figur dari berbagai latar belakang diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas dan beragam dalam menyusun kerangka berpikir pertahanan nasional. 

Putra budayawan Emha Ainun Nadjib tersebut dipercaya mengemban jabatan Tenaga Ahli Madya, posisi yang setara dengan pejabat eselon II. Penunjukan ini menandai masuknya figur berlatar seni, pemikiran, dan intelektual publik ke dalam lingkar strategis pertahanan nasional.

Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memperkuat pemikiran strategis. Tidak hanya berfokus pada aspek militer semata, tetapi juga menyentuh berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejumlah tokoh lain yang turut dilantik sebagai Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda di antaranya Prof Dr Surachman Surjaatmadja, Dr Ian Montratama, Dr Ing M. Abdul Kholiq, Agato P. P. Simamora, S.H., M.H., Dr. Achmad Rully, Filda Citra Yusgiantoro, Ph.D., Santiaji Dyatmiko, Maundri Prihanggo, S.T., M.Sc., serta Dr Muhammad Zulkarnain Maddatuang, M.Si.

Setelah proses pengambilan sumpah selesai, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin secara langsung menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat baru. Hal ini menunjukkan perhatian pribadi dari pemimpin terkait peran penting yang akan diemban oleh para tenaga ahli dalam mendukung keamanan dan ketahanan bangsa.

Pelantikan para tenaga ahli ini menjadi bukti bahwa pertahanan nasional membutuhkan kontribusi dari berbagai kalangan dan keahlian. Bagi setiap individu yang memiliki kemampuan dan dedikasi untuk bangsa, terdapat ruang yang luas untuk berkontribusi dalam membangun ketahanan negara. 

Langkah-langkah strategis pemerintah bertujuan untuk terus mengembangkan diri. Karena setiap bentuk keahlian yang kita miliki dapat menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan masa depan dan membangun Indonesia yang lebih kuat dan tangguh.(*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda