COWASJP.COM – Sebanyak 30 ribu lebih warga Nahdliyin dan warga Blitar Raya memadati Stadion Supriyadi pada Sabtu (24/1/2026) pagi. Mereka mengikuti Istighotsah Kubro untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU). NU lahir 31 Januari 1926 di Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan khusyuk ini dihadiri oleh pejabat daerah serta berbagai elemen masyarakat. Didukung oleh pengaturan lalu lintas yang matang, menjadi bukti nyata kontribusi NU dalam memperkuat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan bertajuk “Istighotsah Kubro: Doa Bersama (Istighotsah, Tahlil, dan Shalawat)” mengusung tema “Memperkuat Khidmah, Menggerakkan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama Blitar Raya Menuju Peradaban Mulia”.
Sejak pukul 04.00 WIB, massa telah mulai berdatangan, sebagian besar mengenakan busana putih dan membawa atribut NU, parasut, serta bendera organisasi.
Untuk memastikan kelancaran bacaan, panitia menyiapkan ribuan naskah Istighotsah yang telah didistribusikan melalui seluruh grup organisasi NU di Blitar Raya. Pelaksanaan ibadah dipimpin secara bergantian oleh sembilan kiai sepuh dari berbagai pesantren di wilayah tersebut, dengan lafaz yang panjang namun diikuti dengan khidmat oleh seluruh jemaah.
Sebelum pelaksanaan Istighotsah, dua Pengurus Cabang NU yakni Kiai Muqorrobin (Kabupaten Blitar) dan Dr. H. Habib Bawafi (Kota Blitar) memberi sambutan yang saling melengkapi. Sebelumnya, Ketua Panitia H. Hartono, ST – yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PCNU Kota Blitar – telah memberikan sambutan pengantar acara.
Suasana hening dan khusyuk menyelimuti stadion saat doa bersama dilantunkan. Doa keselamatan bangsa, keutuhan NKRI, serta kemaslahatan umat manusia secara luas.
Selain sebagai bentuk syukur atas satu abad perjalanan NU, acara ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan kebangsaan di kalangan masyarakat. Khususnya generasi muda yang turut hadir dalam jumlah besar.
PIMPINAN DAERAH HADIR, SINYAL SINERGI ULAMA-UMARA
Acara turut dihadiri Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM; Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, S.H.I. (Mas Ibin); serta seluruh anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Blitar Raya. Kehadiran mereka menjadi simbol sinergi yang kuat antara ulama dan umara dalam menjaga stabilitas serta keutuhan bangsa.
Dalam sambutannya, Wali Kota Blitar yang juga merupakan kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mengulas sejarah perjuangan kaum Nahdliyin sebelum dan sesudah kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa kontribusi NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari perjuangan mempertahankan NKRI.
“Sebagai kader Banser, saya merasa terpanggil untuk terus memperkuat ukhuwah dan mengawal nilai-nilai keislaman yang moderat dan berkemajuan,” ungkap Mas Ibin dengan penuh semangat.
Sementara itu, Bupati Blitar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga NU yang telah berperan aktif dalam pembangunan daerah.
“NU tidak hanya berperan dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh elemen NU untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ke depan di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi kerakyatan. “Dengan semangat kebersamaan dan moderasi beragama yang menjadi ciri khas NU, Kabupaten Blitar akan mampu mewujudkan masyarakat yang rukun, sejahtera, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya bangsa,” tandasnya.
REKAYASA LALU LINTAS BERJALAN LANCAR
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara yang diikuti oleh 10 ribu jemaah dari Kota Blitar dan 22 ribu dari Kabupaten Blitar, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blitar Kota telah menyusun pengaturan yang matang. Sejumlah ruas jalan di sekitar Stadion Soepriadi ditutup total sementara sejak pukul 04.00 WIB hingga kegiatan selesai.
Kasatlantas Polres Blitar Kota AKP Agus Prayitno menjelaskan bahwa ruas jalan yang ditutup antara lain Jalan Dr. Wahidin, Jalan Bromo, Jalan Kelud, dan Jalan Raung. Selain itu, telah disiapkan kantong parkir di berbagai lokasi strategis seperti kawasan Jalan Kartini, Jalan Anjasmoro, Jalan Ir. Soekarno, Jalan Moh. Hatta, Jalan Ciliwung, Jalan Kalibrantas, Kantor Kecamatan, PIPP, serta kawasan Waterpark Sumber Udel.
“Personel kami siagakan di simpang-simpang untuk mengatur dan memberikan petunjuk kepada masyarakat, sehingga lalu lintas tetap berjalan lancar meskipun ada penutupan sementara,” ujarnya.
MARI KITA LANJUTKAN WARISAN PERJUANGAN NU
Peringatan Harlah NU ke-100 bukan hanya sebuah acara seremonial, melainkan panggilan untuk terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur yang telah dibangun selama satu abad. Semangat khidmah, moderasi beragama, dan cinta tanah air yang menjadi jiwa NU harus terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Mari kita jadikan kontribusi NU sebagai inspirasi untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik, harmonis, dan berkemajuan – karena persatuan kita adalah kunci kemajuan bangsa.(*)