Rapat Pleno PBNU 29 Januari 2026: Gus Yahya Dipulihkan sebagai Ketum

Suasana Rapat Pleno PBNU, Kamis 29 Januari 2026 di Jakarta. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menyelesaikan konflik internal melalui Rapat Pleno yang digelar Kamis (29/1/2026) di Jakarta Pusat. 

Hasilnya:  KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) kembali menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Sementara KH Zulfa Mustofa menyerahkan mandat sebagai Penjabat Ketua Umum. 

Selain itu, PBNU menetapkan jadwal Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada bulan Syawal serta Muktamar ke-35 pada Juli-Agustus 2026.

 Konflik internal PBNU bermula setelah munculnya teguran Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar terkait pencantuman namanya secara sepihak dalam undangan Peringatan Harlah 100 Tahun NU. Gus Yahya kemudian menyampaikan kesediaannya untuk menyelesaikan polemik melalui jalur Rapat Pleno dan mengirimkan surat permohonan maaf kepada Rais Aam serta jajaran Syuriyah.

 Rapat Pleno yang dipimpin langsung oleh Rais Aam menghasilkan sejumlah keputusan penting:

 - Menerima permohonan maaf Gus Yahya dan menerima pengembalian mandat oleh KH. Zulfa Mustofa.

- Memulihkan posisi Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU dan mengembalikan komposisi pengurus seperti hasil Muktamar ke-34 Lampung yang diperbarui melalui Surat Keputusan Pergantian Antar Waktu (PAW) tahun 2024.

- Meninjau ulang seluruh Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan tanpa tanda tangan lengkap sesuai SK PAW 2024 dan mempercepat penerbitan SK kelembagaan yang sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.

- Memperbaiki tata kelola keuangan dan sumber daya organisasi dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Termasuk pemulihan tata kelola Digdaya Persuratan BP NU seperti sebelum 23 November 2025.

- Mempersiapkan Munas dan Konbes NU 2026 pada bulan Syawal 1447 H (sekitar April 2026) serta menyelenggarakan Muktamar ke-35 pada Juli-Agustus 2026.

 Sebelumnya, sejumlah pertemuan telah digelar sejak akhir 2025 hingga Januari 2026 untuk mencari solusi konflik. Antara lain Pertemuan Kiai Sepuh di Ploso dan Tebuireng, Pleno PBNU 9 Desember 2025, Musyawarah Kubro di Lirboyo, serta berbagai Bahtsul Masail. 

Dalam Rapat Pleno kali ini, A’wan Syuriyah PBNU juga menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya islah dan menjunjung tinggi supremasi Syuriyah sebagai ruh sejarah NU, serta mengimbau untuk mengindahkan aspirasi jamaah dan struktur NU di berbagai tingkatan.

 

Rais Aam KH. Miftachul Akhyar menekankan bahwa keputusan yang diambil bertujuan untuk keutuhan organisasi dan kemaslahatan umat. Dengan penyelesaian konflik ini, diharapkan roda organisasi NU dapat kembali berjalan normal dan fokus pada pengabdian bagi masyarakat serta pemeliharaan nilai-nilai khittah NU.(*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda