Tangsi Belanda Akhirnya Runtuh 31 Januari, Padahal Sebelumnya Pemkab Riau Telah Minta Bantuan Revitalisasi kepada Kementerian Pendidikan

Bupati Siak Dr Afni Zulkifli bersama puluhan ribu umat NU sambil baca shalawat nabi. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Pada puncak perayaan 1 Abad Nahdlatul Ulama (1926–2026 Masehi)  yang dihadiri puluhan ribu kader dan massa dari seluruh Provinsi Riau, Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli mengajak seluruh peserta Silaturahmi Daerah (Silatda) NU. Untuk bersama-sama mendoakan korban runtuhnya cagar budaya Tangsi Belanda. 

Peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB itu menimpa rombongan siswa yang sedang melakukan studi tour. Sebanyak 16 orang terdampak sebagian besar anak-anak.

 Kegiatan yang digelar di Siak Sport Hall ini juga dirangkai dengan gebyar sholawat untuk menyambut satu abad kelahiran organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Dalam sambutannya, Bupati Afni tidak hanya mengajak berdoa untuk kesembuhan para korban dan kekuatan bagi keluarga yang terdampak, namun juga mengusulkan agar peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bersama.

 “Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi bersama untuk lebih merawat dan menjaga warisan sejarah serta cagar budaya yang kita miliki,” tegasnya.

 Menurut Afni, Pemerintah Kabupaten Siak akan menyampaikan secara resmi kondisi dan kejadian runtuhnya Tangsi Belanda kepada Kementerian Kebudayaan. Sebelum kejadian ini, Pemkab Siak telah mengajukan permohonan bantuan revitalisasi untuk seluruh cagar budaya dan museum nasional yang ada di wilayahnya. 

“Kami sudah mengajukan permohonan bantuan revitalisasi cagar budaya dan museum nasional di Siak. Kejadian ini akan kami sampaikan secara resmi kepada pihak kementerian,” jelasnya.

 Dalam kesempatan yang sama, Bupati Afni yang merupakan kader penggerak NU pertama di Riau yang menjabat sebagai kepala daerah, sekaligus Ketua Umum PC Muslimat NU Kabupaten Siak, juga menekankan pentingnya kemandirian NU. Ia menyatakan bahwa NU tetap berdiri kokoh tanpa bergantung pada pemerintah, namun senantiasa bersinergi dalam upaya membangun umat dan daerah.

Usai acara, bupati tidak langsung pulang ke rumah dinasnya. Bupati keliling arena untuk mengecek para pedagang yang berjualan malam itu. "Jualan apa Bu?," tanya Bupati Afni.

"Sate Ayam Bu!," jawab Maryam sang penjual.

 "Habis tidak. Laku semuanya ya?" tanya Afni lagi.

"Habis Bu Bupati. Alhamdulillah laris manis," tambah Mariyam.

TIDAK ADA KORBAN JIWA

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa runtuhnya Tangsi Belanda terjadi di Kecamatan Mempura. Agak jauh dari arena acara. Saat itu rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam sedang berada di lantai dua bangunan untuk mengikuti sesi penjelasan studi tour. Lantai dua runtuh secara mendadak, menyebabkan para siswa terjatuh dan tertimpa material bangunan.

 Dari 16 korban yang dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit serta puskesmas terdekat, tidak terdapat korban jiwa. 

Kondisi terkini menunjukkan lima anak dinyatakan dalam kondisi baik setelah menjalani pemeriksaan rontgen dan sudah dapat pulang ke rumah. Tiga anak lainnya juga telah pulang dengan perawatan lanjutan di Puskesmas terdekat. Satu guru yang ikut terdampak juga sudah kembali ke rumah. Satu anak bernama Keisya Lutfi Latifatunnisa dirujuk ke RS AA PKU untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sebelum dirujuk, Bupati Afni langsung menemani selama proses penanganan medis di RSUD Siak.

 Peristiwa ini mengingatkan pentingnya pemeliharaan yang tepat terhadap cagar budaya. Terutama bagi bangunan cagar budaya yang sering dikunjungi oleh masyarakat termasuk anak-anak. 

Permohonan revitalisasi yang sudah diajukan menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, sementara koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan diharapkan dapat mempercepat proses penanganan dan pemulihan bangunan bersejarah tersebut.(*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda