COWASJP.COM – Sulawesi Tengah, menjadi saksi keberhasilan penyelenggaraan Kejuaraan Pencak Silat Militer (PSM). Kejuaraan tersebut bertajuk: Open Tournament Piala Pangdam XXIII/Palaka Wira tahun anggaran 2026 yang resmi ditutup pada Sabtu (7/2/2026), di Gedung Gelora Bumi Kaktus (GBK), Jalan RE Martadinata, Kelurahan Talise, Kecamatan Palu Timur.
Berlangsung selama enam hari, mulai dari 2 hingga 7 Februari 2026, turnamen ini mencetak sejarah baru. Menjadi ajang pencak silat dengan jumlah atlet terbesar di kawasan Indonesia Timur, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam pembinaan olahraga dan pelestarian budaya bangsa.
Kejuaraan ini diikuti oleh 1.247 atlet yang berasal dari 11 provinsi. Jumlah peserta tersebut jauh melampaui rata-rata turnamen pencak silat pada umumnya. Biasanya hanya diikuti oleh 500 hingga 700 atlet.
Arena ini menjadi sebuah prestasi tersendiri bagi Kodam XXIII/Palaka Wira dan Kota Palu sebagai tuan rumah.
Acara penutupan berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Mulai dari unsur Forkopimda Sulawesi Tengah hingga pejabat daerah dan militer.
Di antara yang hadir adalah perwakilan Gubernur Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulteng Irvan Aryanto, S.Sos., M.Si., Ketua DPRD Sulawesi Tengah M. Arus Abdul Karim, perwakilan Kapolda Sulteng, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Nuzul Rahmat R., S.H., M.H., serta perwakilan Kepala BNN Provinsi Sulteng.
Turut hadir juga Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, S.I.P., pejabat dari TNI AL dan TNI AU, jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira, pelatih, ofisial, atlet, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara penutupan dimulai dengan penampilan seni bela diri yang memukau, dilanjutkan dengan pertandingan seru di babak final. Akhirnya secara resmi ditutup oleh Panglima Kodam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
Dalam sambutannya, Pangdam menekankan: "Kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan mental, disiplin, dan karakter. Saya berharap pengalaman yang diperoleh selama turnamen dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berprestasi di tingkat yang lebih tinggi."
Pangdam juga menegaskan pentingnya pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang harus terus dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan. Baik di lingkungan militer maupun masyarakat umum. Turnamen ini juga memiliki makna strategis sebagai ajang sosialisasi Pencak Silat Militer yang telah dikukuhkan pada 22 Mei 2025 di Dinas Jasmani Angkatan Darat Cimahi.
Selain itu, ajang ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan atlet-atlet potensial dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat untuk menghadapi berbagai kejuaraan nasional. Termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON). Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para peserta, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp214.400.000.
Sementara itu, Ketua DPRD Sulawesi Tengah M. Arus Abdul Karim mengungkapkan rasa bangganya karena Kota Palu untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan pencak silat tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kodam XXIII/Palaka Wira.
Ia menilai kegiatan ini sebagai kontribusi nyata TNI Angkatan Darat dalam pembinaan generasi muda melalui olahraga dan pelestarian budaya.
Acara penutupan ditandai dengan penyerahan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang dari kategori militer dan umum. Keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam membina atlet berprestasi sekaligus menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai jati diri bangsa.
Keberhasilan turnamen ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama yang solid dan komitmen yang kuat, kita dapat menyelenggarakan acara berskala besar yang bermanfaat bagi banyak orang.
Bagi para atlet, pengalaman di ajang ini seharusnya menjadi bahan bakar semangat untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.
Bagi masyarakat, mari kita terus mendukung upaya pelestarian budaya dan pembinaan olahraga, karena generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berprestasi adalah aset berharga untuk kemajuan bangsa.
Jangan ragu untuk terlibat dan mendukung kegiatan positif seperti ini, karena setiap dukungan kita sangat berarti bagi masa depan olahraga dan budaya Indonesia.Wallahu A'lam Bisshawab(*)
Penulis adalah anggota Corps Pelatih dan Wasit/Juri IPSI Jatim 1988-2000.