Pantai-Pantai Indah di Blitar (1)

8 Pantai Terindah yang Sajikan Pesona Alam dan Nilai Budaya

Pantai di pesisir Kabupaten Blitar. (FOTO: Imam Kusnin Ahmad)

COWASJP.COMKABUPATEN BLITAR tidak hanya dikenal sebagai tempat pemakaman Bung Karno dengan nilai sejarah yang mendalam. Blitar juga menyimpan keindahan wisata bahari yang memukau di sisi selatannya. 

Berada di jalur Jalur Lintas Selatan (JLS), delapan pantai pilihan ini menawarkan beragam pesona – dari pasir putih eksotis hingga kawasan yang kaya akan cerita budaya. 

Dengan perkembangan terbaru yang semakin meningkatkan daya tariknya, pantai-pantai ini menjadi destinasi wajib dikunjungi saat berlibur di Blitar.

 1. Pantai Pudak: Pasir putih dan air kebiruan dengan sentuhan budaya. 

 Terletak di Dusun Banyumas Urip, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Pantai Pudak kini mulai dikelola pemerintah desa melalui BUMDes, dengan akses yang semakin mudah setelah pembukaan JLS. Meski tergolong tersembunyi, pantai ini menawarkan pasir putih dan air laut kebiruan yang mempesona, serta tebing karst dan pulau karang kecil di lepas pantai. Kafe Songgo Langit menyajikan pemandangan menawan dari ketinggian. Saat ini belum ada tiket masuk resmi, namun wisatawan dapat menikmati spot camping dan diimbau untuk menghormati tradisi serta mitos lokal yang masih dipertahankan masyarakat setempat.

 2. Pantai Jolosutro: Asri, teduh, dan punya cerita sakral. 

 Berada di Kecamatan Wates, Desa Ringinrejo, Pantai Jolosutro dikenal sebagai destinasi yang terawat baik dengan akses jalan nyaman dan panorama alam yang hijau. Selain pesona alamnya, pantai ini juga memiliki nilai budaya sebagai tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat sekitar, dengan keyakinan akan berkah yang melimpah bagi pengunjung. Tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang, dan jaraknya sekitar 30 km dari Alun-alun Kota Blitar. Pengelolaan pantai ini mengedepankan integrasi antara alam, budaya, dan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

 3. Pantai Pangi: Deretan pinus dan telaga payau yang sepi. 

Terletak di Dusun Tumpak Kepuh, Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, sekitar 40 km dari pusat Kota Blitar. Pantai ini memiliki karakter ombak besar khas pantai selatan Jawa, namun tetap aman untuk bermain air di tepian. Keistimewaannya adalah deretan pohon pinus yang memberikan suasana teduh, serta muara sungai yang membentuk telaga  payau. Pantai ini masih tergolong sepi dan bersih, menjadikannya cocok bagi wisatawan yang mencari suasana alami yang tenang.

 4. Pantai Serang: Favorit wisatawan dengan fasilitas memadai dan upaya konservasi. 

 Sebagai salah satu pantai terpopuler di Blitar, Pantai Serang terletak di Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo. Tiket masuk sebesar Rp7.000 per orang, dengan biaya parkir roda dua Rp3.000 dan roda empat Rp8.000. Fasilitasnya meliputi kamar mandi, musala, kantin, serta penyewaan ATV dan papan selancar. Pada Juli 2023, dilakukan penanaman 350 bibit mangrove bersama Perhutani untuk melindungi garis pantai dari abrasi. Meningkatkan ekosistem pesisir, dengan harapan menjadi destinasi yang lebih ramah lingkungan.

 5. Pantai Tambakrejo: Paling populer dengan sentuhan kuliner dan TPI. 

 Pantai Tambakrejo di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, merupakan pantai paling dikenal masyarakat Blitar dengan pasir putih lembut dan ombak tenang. Fasilitasnya lengkap, termasuk warung ikan bakar dan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) sebagai satu-satunya di Kabupaten Blitar. Tiket masuk sekitar Rp10.000 per orang, dan lokasinya yang dekat dengan kampung nelayan memungkinkan wisatawan membeli ikan segar dengan harga terjangkau.

 6. Pantai Jebring: Pasir hitam dengan akses menantang. 

 Terletak di Dusun Banyu Urip, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Pantai Jebring memiliki ciri khas pasir hitam dan batu besar berbentuk unik. Ombaknya lumayan besar, sehingga diperlukan kehati-hatian saat bermain di tepian. Akses menuju pantai ini masih cukup menantang, sehingga disarankan menggunakan kendaraan roda dua dengan kondisi prima.

 7. Pantai Gondo Mayit: Sepi dengan pasir putih halus dan mitos yang menarik. 

 Berada di kawasan yang sama dengan Pantai Tambakrejo namun dipisahkan bukit. Pantai Gondo Mayit memiliki pasir putih halus dan suasana yang lebih sepi. Nama pantai ini diselimuti mitos, salah satunya terkait dengan penemuan mayat pada masa lalu atau keberadaan padepokan. Tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang, dan lokasinya cocok untuk menikmati sunrise dari atas tebing karang yang menjulang.

 8. Pantai Peh Pulo: "Raja Ampat-nya Blitar" dengan pulau-pulau kecil. 

 Pantai Peh Pulo terletak di Desa Sumbersih, Dusun Peh Pulo, dijuluki demikian karena memiliki pulau-pulau kecil di sekitarnya yang menawarkan pemandangan menakjubkan. Meskipun masih tergolong tersembunyi dan belum banyak dikenal, pantai ini menyajikan pasir putih, air laut kebiruan, dan ombak yang relatif tenang. Jarak sekitar 45 km dari pusat Kota Blitar dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam.

 Imbauan, Inovasi, dan Motivasi

 Imbauan: bagi wisatawan yang berkunjung, diharapkan untuk menghormati lingkungan alam dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta menghargai nilai budaya dan tradisi masyarakat lokal di setiap pantai. Untuk pantai dengan akses menantang, disarankan untuk mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti petunjuk yang ada.

 Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya mengembangkan pariwisata bahari dengan menerapkan prinsip pengelolaan berkelanjutan. Seperti program penanaman mangrove di Pantai Serang, dan pengelolaan melalui BUMDes di Pantai Pudak. Selain itu, dapat diambil inspirasi dari inovasi provinsi Jawa Barat seperti sistem insentif penanaman pohon, Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR), dan program e-tanam untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan pesisir.

Pengembangan sektor pariwisata bahari di Blitar bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pemberdayaan ekonomi, sekaligus melestarikan keindahan alam dan kekayaan budaya yang menjadi identitas daerah. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, Blitar diharapkan dapat menjadi destinasi wisata yang mandiri, kreatif, dan kompetitif, sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang membanggakan.

 Profil destinasi wisata laut ini akan kami sajikan secara bersambung.(Bersambung)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda