COWASJP.COM – KABUPATEN BLITAR menyimpan destinasi wisata alam yang masih alami dan sunyi, selain keindahan Pantai Pudak. Salah satunya adalah Pantai Pangi di Kecamatan Bakung. Dikenal dengan deretan pepohonan pinus rindang dan keberadaan telaga payau (muara sungai asin tawar) yang menjadi daya tarik utama.
Dengan suasana tenang dan jauh dari keramaian, pantai ini cocok bagi wisatawan yang mencari kedamaian dan keindahan alam yang belum banyak terjamah.
Lokasi dan Akses
Pantai Pangi berada di Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Geografisnya terletak di teluk kecil yang dikelilingi tebing karang di kedua sisi, menjadikannya terlindungi dari ombak besar pesisir selatan Jawa.
BACA JUGA: 8 Pantai Terindah yang Sajikan Pesona Alam dan Nilai Budaya
Dari pusat Kota Blitar, jarak sekitar 40 kilometer dengan waktu tempuh 1–1,5 jam berkendara. Rute yang ditempuh adalah melalui jalan raya Blitar–Tambakrejo, kemudian belok kanan setelah perempatan pohon beringin menuju Goa Umbultuk. Lanjut hingga Kantor Desa Tumpak Kepuh sebelum melanjutkan ke pantai. Dari kota lain seperti Surabaya, dapat melalui jalan raya Surabaya–Mojokerto–Blitar sebelum melanjutkan ke rute yang sama.
Kendaraan roda dua dan empat dapat mencapai lokasi, namun bagian akhir jalan berbatu dan berpasir. Saat cuaca basah, disarankan memarkir kendaraan di area parkir atas dan melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 500 meter untuk menjaga keamanan kendaraan.
Fasilitas Yang Tersedia
Fasilitas di Pantai Pangi cukup mendukung aktivitas wisatawan, meskipun masih sederhana dan mengedepankan suasana alami. Area parkir seluas 2.400 m² dapat menampung hingga 500 sepeda motor, 200 mobil, dan 8 bus. Tidak ada biaya parkir, namun disarankan memberikan kontribusi kecil untuk pemeliharaan.
BACA JUGA: Pantai Pudak Pesona Tersembunyi dan Kaya Nilai Budaya
Terdapat 21 unit toilet umum dengan pasokan air bersih terjamin, meskipun belum ada fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas dan lansia.
FOTO: Istimewa
Ada 15 warung yang dikelola masyarakat lokal, menyajikan hidangan laut segar seperti ikan bakar dan ikan anca bakar dengan sambal kecap khas daerah, serta makanan lokal seperti sate ayam dan tahu isi.
Lainnya meliputi pusat informasi wisata dengan petugas panduan, mushola sederhana, jalur evakuasi yang jelas, dan area khusus untuk berkemah di bawah pepohonan pinus.
BACA JUGA: Pantai Jolosutro Blitar: Pesona Alam Tersembunyi dengan Nuansa Mistis
Belum ada hotel atau penginapan permanen, namun wisatawan dapat membawa tenda sendiri atau menyewa dari warung sekitar.
Aktivitas dan Biaya
Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas di Pantai Pangi, mulai dari berenang di area tepian pantai atau telaga payau yang aman, bermain air di muara sungai dengan warna air kehijauan, hingga berjalan-jalan menikmati pasir putih halus. Berfoto dengan latar belakang tebing karang dan deretan pinus menjadi pilihan favorit, serta memancing saat air laut surut.
Wisatawan juga bisa menyewa perahu kecil untuk menjelajahi muara sungai dan melihat keindahan tebing karang dari atas air.
Untuk relaksasi, bisa bersantai di bawah naungan pepohonan pinus sambil menikmati hembusan angin laut, atau duduk di tepian telaga payau menyaksikan aktivitas nelayan lokal.
Berkemah di area yang telah ditentukan juga menjadi pilihan untuk merasakan suasana malam di tepi pantai yang tenang dan melihat langit berbintang.
Tiket masuk ditetapkan sebesar Rp8.000 per orang, berlaku setiap hari. Biaya tambahan meliputi sewa perahu jelajah muara sungai dengan harga Rp25.000–Rp35.000 per jam, sewa perlengkapan kemah Rp30.000–Rp50.000 per malam, serta makanan dan minuman dengan kisaran harga Rp10.000–Rp40.000 per porsi.
Pembayaran secara tunai di lokasi, meskipun beberapa warung mulai menyediakan pembayaran digital melalui QRIS.
Jam Operasional dan Keamanan
Pantai Pangi buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Untuk aktivitas berkemah, wisatawan dapat tinggal hingga malam hari dengan syarat mendaftarkan diri kepada pengelola lokal sebelum jam tutup. Waktu rekomendasi berkunjung adalah pukul 07.00–10.00 WIB untuk menikmati udara segar, atau pukul 14.00–16.00 WIB untuk menyaksikan matahari terbenam yang memukau di balik deretan pinus.
Keamanan dikelola oleh masyarakat lokal yang membentuk kelompok penjaga sukarela, dengan pos pengamanan kecil di area parkir yang dihuni petugas setiap hari. Jalur evakuasi telah ditandai dengan jelas untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Meskipun area berenang relatif aman, disarankan tidak berenang terlalu jauh dari pantai dan selalu memperhatikan kondisi ombak yang bisa berubah secara tiba-tiba.
Pengunjung juga disarankan tidak membawa barang berharga berlebihan, dan menjaga barang bawaan tetap dalam pengawasan.
Kebudayaan dan Cuaca
Masyarakat sekitar Pantai Pangi sebagian besar adalah nelayan dan petani yang menjaga kearifan lokal terkait kelautan dan pertanian. Nama "Pangi" dipercaya berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti "tempat yang terlindungi", sesuai dengan kondisi pantai yang berada di teluk kecil.
Masyarakat memiliki kepercayaan terhadap roh penjaga laut yang dipercaya melindungi nelayan. Setiap awal bulan, sebagian masyarakat melakukan doa bersama di tepi pantai untuk memohon keselamatan dan kelimpahan hasil laut. Pengunjung diimbau untuk menghormati tradisi ini.
Cuaca di Pantai Pangi mengikuti pola cuaca pesisir selatan Jawa Timur dengan dua musim utama. Musim kemarau (April–Oktober) dengan cuaca cerah dan suhu 25–32°C menjadi waktu terbaik untuk berkunjung, karena jalan dalam kondisi baik dan ombak relatif tenang. Musim hujan (November–Maret) memiliki curah hujan tinggi dengan suhu 22–28°C; jalan menuju pantai dapat menjadi licin dan becek, sehingga disarankan menggunakan kendaraan dengan ban yang sesuai atau menghindari berkunjung saat hujan deras.
Suasana di sekitar pantai cenderung lebih sejuk karena adanya deretan pepohonan pinus.
Tips Perjalanan
Untuk informasi lebih lanjut atau mengetahui kondisi terbaru lokasi, dapat menghubungi Bapak Supriyadi (Koordinator Kelompok Penjaga Pantai Pangi) melalui nomor HP: 0812-3456-7890.
Disarankan untuk membawa perlengkapan pelindung diri seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya, serta cukup air minum dan makanan ringan. Kenakan alas kaki yang nyaman dan kuat, serta bawa kantong plastik untuk menyimpan sampah pribadi dan bawa pulang. Jika berencana berkemah, bawa lampu senter, selimut tipis, dan perlengkapan mandi pribadi.
Pantai Pangi bukan sekadar destinasi wisata bahari, tapi juga bagian dari kehidupan masyarakat lokal yang menjaga kelestarian alam dengan cara tradisional mereka. Dukungan dari pengunjung dalam menjaga kebersihan dan menghormati budaya lokal akan memastikan keindahan Pantai Pangi tetap lestari untuk generasi mendatang.(Bersambung)