COWASJP.COM – RAMADAN 2026 menghadirkan momen bersejarah bagi perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Setelah melalui proses pembangunan yang matang, Masjid Negara IKN yang bernilai Rp 940 miliar itu akhirnya resmi digunakan untuk ibadah tarawih perdana, 18 Februari 2026 lalu.
Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Indonesia – mulai dari Kalimantan Timur hingga Pulau Jawa – memenuhi masjid megah tersebut. Hal ini membuktikan bahwa IKN bukan lagi sekadar rencana di atas kertas, melainkan telah menjadi rumah bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat yang harmonis.
Sebulan sebelum Ramadan tiba, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono telah memberikan kabar gembira bahwa Masjid Negara IKN akan segera rampung dan ditargetkan siap digunakan untuk ibadah tarawih. "Jadi tadi dilaporkan Bu Wamen PU, eh insyaallah akan bisa dipakai tarawih," ujar Basuki kepada media
Saat ditanya mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idul Fitri di masjid tersebut, Basuki mengaku belum dapat memastikannya, "Oh saya nggak tahu kalau itu," ujarnya.
Kini, impian tersebut menjadi kenyataan. Dalam suasana yang berbeda dan penuh harapan, masyarakat Indonesia menyaksikan kelahiran ikon baru ibu kota yang bukan hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur, tetapi juga pusat spiritualitas bagi seluruh bangsa.
Untuk pertama kalinya, ibadah tarawih digelar di Masjid Negara IKN – sebuah rumah ibadah yang sejak awal pembangunannya telah menyedot perhatian publik luas.
Pembangunan masjid ini dimulai di era Presiden Joko Widodo dan kini memasuki babak penggunaan resmi di masa pemerintahan Prabowo Subianto. Momen tarawih perdana tersebut bukan hanya menjadi tonggak sejarah baru bagi IKN, tetapi juga sebagai bukti nyata bahwa pembangunan kawasan ibu kota baru terus berjalan dengan pesat dan mulai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Akun resmi Ibu Kota Nusantara telah membagikan rekaman suasana malam tarawih pertama yang penuh kehangatan. Ribuan jemaah memenuhi setiap sudut kawasan masjid, tidak hanya dari sekitar Kalimantan Timur, melainkan juga datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia – bahkan ada yang berangkat khusus dari Pulau Jawa hanya untuk merasakan pengalaman beribadah di rumah ibadah ikonis tersebut.
Bagian dalam Masjid IKN. (FOTO: Istimewa)
Bagian dalam masjid yang dirancang dengan luas, terang, dan penuh sentuhan modern membuat suasana ibadah terasa semakin khidmat. Barisan jemaah pria dan wanita tersusun rapi, sementara lantunan ayat suci Al-Qur'an menggema di ruangan besar yang didesain untuk tetap sejuk dan nyaman.
Setiap detail di dalam masjid dirancang untuk mendukung fokus ibadah dan memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi setiap jemaah.
KAPASITAS 29.000 JAMA'AH SHALAT
Masjid Negara IKN dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 940 miliar. Berdiri kokoh di atas lahan seluas 32.125 meter persegi dengan luas bangunan masjid dan plaza mencapai 60.173 meter persegi. Ditambah minaret (menara masjid) seluas 427 meter persegi. Total luas bangunan mencapai 61.596 meter persegi, dengan kapasitas menampung hingga 29 ribu orang.
Masjid ini mengusung desain unik yang menyerupai pusaran sorban jika dilihat dari ketinggian. Konsep arsitektur tersebut tidak hanya indah secara visual, tetapi juga melambangkan gerak semesta yang tak pernah berhenti serta kedalaman spiritualitas umat Islam.
Bangunan terdiri dari tiga bagian utama: kubah utama yang mengambil konsep simbol serban dan bentuk galaksi sebagai penafsiran semesta alam raya yang tanpa batas. Plaza terbuka yang memberikan ketegasan akses arah kiblat, serta minaret setinggi 99 meter yang melambangkan asmaul husna.
Bentuk melingkar ke atas pada menara menyiratkan doa yang dipanjatkan dan nilai keilahian atau ketuhanan.
Malam tarawih perdana ini menjadi simbol kuat bahwa IKN telah memasuki babak baru dalam perkembangannya. Kehidupan mulai tumbuh dan berkembang, aktivitas masyarakat berjalan dengan lancar. Nuansa religius Ramadan semakin terasa hangat di setiap sudut kawasan ibu kota baru.
Ini adalah bukti bahwa pembangunan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang harmonis.
Tak hanya menjadi tempat ibadah, selama bulan puasa 2026, Masjid Negara IKN juga direncanakan menjadi pusat aktivitas kemasyarakatan. Rencana untuk menggelar bazar Ramadan serta pembagian takjil gratis setiap hari telah disiapkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Wujud nyata dari nilai-nilai gotong royong yang kental dalam budaya Indonesia.
Sebagaimana dirancang sejak awal, masjid ini akan berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan spiritual yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.
Momen sejarah tarawih perdana di Masjid Negara IKN adalah bukti bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari perkembangan ekonomi dan teknologi semata, tetapi juga dari kemampuan kita untuk membangun ruang-ruang yang memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.
Semoga masjid ini menjadi tempat berkah bagi seluruh umat, sumber inspirasi bagi generasi muda dalam mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa. Menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus bergerak maju dalam kebaikan.
Ya Allah, limpahkanlah berkah-Mu kepada pembangunan Ibu Kota Nusantara, jadikan Masjid Negara IKN sebagai pusat kebaikan dan pemersatu bangsa. Berikan kekuatan dan hikmah kepada seluruh pemimpin dan rakyat Indonesia untuk terus membangun negeri dengan penuh cinta dan rasa tanggung jawab. Wallahul A'lam Bisshawab. (*)