Kunjungan Presiden Prabowo ke UEA Mengusung Misi Perdamaian dan Peningkatan Kerja Sama Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Qasr Al Bahr. (FOTO: BPMI Setpres)

COWASJP.COM –  PRESIDEN Prabowo Subianto pulang ke Indonesia pada Jumat (27/2/2026). Ia baru selesai melakukan kunjungan luar negeri dengan dua capaian besar. Pertama, mendorong solusi perdamaian dua negara untuk Gaza. Kedua  meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Persatuan Emirat Arab (PEA) -- biasa disebut Uni Emirat Arab. 

 Pesawat Garuda Indonesia-1 mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jumat pagi itu. Meskipun hujan mengguyur Jakarta, Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan pejabat tinggi negara menyambutnya dengan khidmat.

 Lawatan ini bermanfaat ganda. Indonesia jadi lebih kuat sebagai agen perdamaian global dan mendapatkan peluang ekonomi yang besar. 

Tak lupa, tahun ini juga merayakan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan PEA.

 Dalam kunjungannya ke luar negeri Presiden Prabowo bertemu beberapa pemimpin negara untuk membahas isu strategis kawasan.

 Pembahasan utama adalah perdamaian Gaza dengan solusi dua negara. Selain itu, meningkatkan koordinasi dengan negara-negara Timur Tengah.

 Pejabat yang menyambut antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

 Selain diplomasi perdamaian, juga ada kesepahaman bilateral dan kemitraan strategis jangka panjang. Indonesia jadi jembatan antara perdamaian dunia dan pertumbuhan ekonomi kawasan serta global, sesuai kepentingan nasional.

 DENGAN PEA BAHAS PENINGKATAN INVESTASI

 Sebelum pulang, Presiden Prabowo bertemu Presiden PEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis (26/2/2026).

 Suasana hangat dan akrab. Kedua kepala negara sepakat meningkatkan hubungan bilateral dan kerja sama investasi.

 Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, "Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Kerja sama bilateral ditingkatkan. UEA ingin meningkatkan investasinya di Indonesia."

 Indonesia jadi mitra strategis utama PEA di Asia Tenggara. Fokus kolaborasi ada di sektor energi, infrastruktur, dan ekonomi masa depan.

 Presiden Prabowo menyambut baik komitmen itu. Ia pastikan pemerintah siap memperbaiki iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan. Membuka ruang kolaborasi di sektor prioritas nasional.

 EMPAT SEKTOR UTAMA FOKUS KERJA SAMA

 Kerja sama Indonesia dan PEA difokuskan pada empat sektor:

 - ENERGI

PEA investasi di energi terbarukan: tenaga surya, angin laut, dan hidrogen hijau. Rencana ada pembangkit tenaga surya besar di Indonesia Timur dan fasilitas pemrosesan hidrogen hijau di Kalimantan. Juga kolaborasi kelola energi konvensional lebih efisien dan ramah lingkungan.

- INFRASTRUKTUR

Dana dialokasikan buat bandara baru, pelabuhan kontainer, dan jalan tol strategis. PEA bawa pengalaman dan teknologi terkini untuk infrastruktur berkelanjutan. Proyek utama adalah pelabuhan industri di Banten, yang bakal tingkatkan kapasitas ekspor ke Timur Tengah dan Afrika.

- INDUSTRI MANUFAKTUR

Kolaborasi di otomotif listrik, elektronik konsumen, dan farmasi. Perusahaan PEA bakal bangun pabrik perakitan kendaraan listrik dan produksi komponen elektronik untuk pasar lokal dan ekspor. 

Di farmasi, kerja sama kembangkan obat generik dan vaksin baru.

.PARIWISATA & EKONOMI KREATIF

PEA dukung pengembangan destinasi pariwisata kelas dunia di Bali, Lombok, dan Komodo. Ada pembangunan resor mewah, transportasi terintegrasi, dan promosi bersama global. Juga kerja sama di ekonomi kreatif: musik, fashion, dan desain produk.

MOMENTUM KHUSUS: 50 TAHUN HUBUNGAN DIPLOMATIK

Pertemuan ini lebih bermakna karena tahun 2026 adalah ulang tahun ke-50 hubungan diplomatik Indonesia dan PEA.

 Setengah abad hubungan kini masuk fase baru. Tidak hanya ekonomi dan investasi, tapi juga kerja sama di keamanan, pendidikan, dan budaya.

 Investasi PEA diperkirakan bantu capai target pertumbuhan ekonomi 6,5% tahun 2026. Dalam lima tahun ke depan, nilai investasi bisa lebih dari USD 20 miliar, sebagian besar ke sektor fokus kerja sama.

 Kerja sama ini juga bakal percepat transformasi energi Indonesia ke sistem yang lebih hijau, mengingat pengalaman PEA dalam proyek energi inovatif.

 ANALISIS & KRITIK

 Langkah Presiden Prabowo menggabungkan diplomasi perdamaian dan ekonomi sangat tepat. Ini menunjukkan keseimbangan antara kepentingan global dan nasional.

 Upaya mendorong solusi dua negara untuk Gaza tingkatkan citra Indonesia sebagai negara peduli keadilan global. Sementara kesepakatan dengan PEA beri manfaat nyata bagi ekonomi dalam negeri. Fokus pada sektor strategis bakal beri dampak jangka panjang.

 Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

 Pertama, perlu kejelasan mekanisme pengawasan dan pembagian manfaat investasi. Supaya proyek bisa beri dampak merata bagi masyarakat, terutama di daerah lokasi investasi.

 Kedua, dalam diplomasi perdamaian Timur Tengah, Indonesia harus tetap netral. Harus bisa bawa suara negara kawasan dorong perdamaian abadi, tanpa terjebak kepentingan geopolitik.

 Ketiga, evaluasi mendalam kerja sama selama 50 tahun diperlukan. Ini buat pastikan kesepakatan baru berjalan efektif dan beri manfaat maksimal. Pemerintah juga harus menjamin standar lingkungan dan hak pekerja terjaga di setiap proyek.

 PENUTUP

 Kembalinya Presiden Prabowo bawa harapan baru bagi diplomasi dan ekonomi Indonesia.

 Upaya mendorong perdamaian Gaza dan kesepakatan investasi dengan PEA – fokus pada energi, infrastruktur, manufaktur, dan pariwisata – bukti Indonesia bisa aktif di panggung global sekaligus optimalkan peluang kemajuan dalam negeri.

 Momentum 50 tahun hubungan diplomatik dengan PEA jadi batu loncatan buat kemitraan yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

 Ke depannya, pemerintah harus mengomunikasikan capaian ini secara transparan kepada masyarakat. Juga melaksanakan kesepakatan dengan tanggung jawab penuh, agar tujuan lawatan ini tercapai dan memberi manfaat luas bagi seluruh rakyat Indonesia. Wallahul A'lam Bisshawab. (*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda