Bahas Perang AS plus Israel vs Iran, Presiden Prabowo Undang Para Ulama dan Tokoh-Tokoh Ormas Islam

Presiden Prabowo Subianto bersama para tokoh Islam. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Presiden Prabowo Subianto mengundang tokoh-tokoh ulama, pengurus organisasi masyarakat Islam (Ormas Islam), serta pimpinan pondok pesantren untuk berbuka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (05/03/2026). 

Agenda ini diperkirakan akan membahas isu krusial, antara lain konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat (AS) - Israel ke Iran. Juga membahas keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP), mengingat Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya telah resmi mendesak pemerintah untuk keluar dari BoP.

Menteri Agama (Menag) Prof Dr H Nasaruddin Umar mengonfirmasi undangan tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan. "Presiden mengundang tokoh-tokoh agama ulama untuk buka puasa (sore ini)," ucapnya. 

Menurut Menag, jumlah tamu diundang sesuai dengan kapasitas ruangan yang tersedia, meliputi tokoh agama, perwakilan ormas Islam, dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah. Acara ini menjadi bagian dari serangkaian pertemuan strategis yang dilakukan Presiden Prabowo.

Sebelumnya, pada Selasa (03/03/2026), beliau juga telah mengundang mantan presiden, ketua umum partai politik, serta mantan menteri luar negeri untuk berkumpul di Istana Merdeka.

 Sementara itu, MUI telah mengeluarkan pernyataan tertulis pada Minggu (01/03/2026) yang mendesak pemerintah mencabut keanggotaan Indonesia dari BoP. 

DINILAI HAMBAT KEMERDEKAAN PALESTINA

Keputusan ini disampaikan sebagai tanggapan atas serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/02/2026). MUI menilai bahwa AS, yang berperan sentral dalam mengelola konflik Palestina melalui BoP, belum menunjukkan komitmen yang jelas untuk mewujudkan perdamaian yang adil. Bahkan dinilai memperkuat struktur keamanan yang timpang dan menghambat kemerdekaan Palestina.

MUI juga mengutuk serangan Israel yang didukung AS karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. 

Lebih lanjut, MUI menjelaskan bahwa serangan balasan Iran terhadap Israel dibenarkan dan dilindungi oleh hukum internasional. Karena merupakan tanggapan atas serangan yang menargetkan pangkalan militernya dan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. 

Untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas, MUI mendesak AS dan Israel menghentikan serangan ke Iran, yang dinilai bertentangan dengan Pasal 2 (4) Deklarasi PBB. Menurut MUI, situasi saat ini bukan hanya insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar, sehingga menjadi tanggung jawab semua negara untuk menjaga perdamaian dan melindungi warga sipil.

 Pertemuan buka puasa bersama ini menjadi bentuk inovasi dalam komunikasi kepemimpinan, di mana dialog strategis digabungkan dengan nilai-nilai kebersamaan yang kental dalam tradisi Ramadhan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendengar suara pemimpin agama dan masyarakat dalam menyikapi permasalahan nasional dan internasional.

Kita diimbau untuk tetap bersatu dalam semangat kebangsaan dan berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa, serta mendukung upaya pemerintah dalam mencari solusi terbaik yang sejalan dengan kepentingan rakyat Indonesia dan kesejahteraan umat manusia. 

Semoga melalui dialog yang konstruktif ini, dapat terwujud langkah-langkah konkret yang mampu mendamaikan kawasan Timur Tengah dan mewujudkan kemerdekaan sejati bagi Palestina. Mari kita jadikan momen kebersamaan di bulan suci ini sebagai motivasi untuk membangun negeri yang lebih adil, damai, dan penuh rasa tanggung jawab terhadap sesama.(*)

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda