Jenderal Purn Try Sutrisno (3-Habis)

Pembangunan Negara Harus Memberikan Manfaat Merata bagi Seluruh Lapisan Masyarakat

Jenderal TNI Purn Try Sutrisno (tengah). (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – Di balik prestasinya dalam dunia olahraga dan keberhasilannya mendidik keluarga, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno juga memiliki jejak penting dalam sejarah militer dan pemerintahan Indonesia.

Sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) periode 1988–1993 dan Wakil Presiden RI periode 1993–1998, beliau menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Membawa perubahan signifikan dalam struktur organisasi militer serta berkontribusi pada stabilitas negara di masa transisi penting. 

BACA JUGA: Filosofi Parenting Try Sutrisno Menumbuhkan Generasi Berkualitas, Tidak Manja, dan Tangguh

Prinsip kepemimpinan yang sama yang beliau terapkan dalam membina atlet dan mendidik anak-anak —tegas, disiplin, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama—juga menjadi landasan dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara.

Karier Militer yang Gemilang

 Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Purbalingga, Jawa Tengah. Ia memulai karir militernya dengan memasuki Akademi Militer pada tahun 1957 dan lulus dengan predikat terbaik pada tahun 1960. 

Selama karir militernya, beliau menjabat berbagai posisi strategis, mulai dari Komandan Batalyon, Komandan Resimen, hingga Panglima Kodam Jaya pada tahun 1985.

 Pada tahun 1988, Try Sutrisno diangkat sebagai Panglima ABRI menggantikan Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benjamin Moerdani. Selama menjabat sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993, beliau fokus pada modernisasi angkatan bersenjata, peningkatan profesionalisme anggota TNI-Polri, serta memperkuat peran ABRI dalam pembangunan negara. 

Beliau memperkenalkan program pelatihan berstandar internasional untuk prajurit, meningkatkan fasilitas dan kesejahteraan keluarga prajurit, serta menyusun struktur organisasi militer yang lebih jelas dan terstruktur.

 Selain itu, beliau juga memperkuat kerja sama militer dengan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik dan dunia, serta meningkatkan peran Indonesia dalam operasi perdamaian PBB. 

Pada masa kepemimpinannya, ABRI juga aktif dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan dan stabilitas nasional, serta berkontribusi pada pembangunan infrastruktur di daerah-daerah terpencil melalui program kerja bakti ABRI.

 Peran sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia

 Pada tahun 1993, Try Sutrisno diangkat sebagai Wakil Presiden RI bersama Presiden Soeharto dalam periode pemerintahan kelima. Selama menjabat periode 1993–1998, beliau menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, membantu Presiden dalam mengelola pemerintahan serta menangani berbagai isu nasional.

 Beliau fokus pada pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin, serta memperkuat keamanan dan ketertiban umum. 

Sebagai Wakil Presiden yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA), beliau menjadi jembatan antara pemerintah pusat dengan daerah serta berbagai elemen masyarakat. Beliau juga aktif dalam menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, serta mewakili negara dalam berbagai pertemuan internasional.

 Pada masa jabatannya, beliau juga terlibat dalam berbagai kebijakan penting negara, termasuk pembangunan infrastruktur nasional, pengembangan sektor ekonomi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat. Beliau selalu mengedepankan prinsip keadilan dan kesetaraan, serta memastikan bahwa pembangunan negara memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kontribusi pada Pembangunan Negara

 Selama masa kepemimpinannya di pemerintahan, Try Sutrisno juga berkontribusi pada penyusunan kebijakan yang mendukung perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM), yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Beliau juga mendorong penerapan teknologi tepat guna di berbagai sektor, serta memperkuat peran lembaga swadaya masyarakat dalam pembangunan negara.

Pada masa transisi politik tahun 1998, beliau berperan penting dalam menjaga stabilitas negara, serta mendorong proses perubahan yang kondusif bagi kelangsungan negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 Kehidupan Try Sutrisno sebagai pemimpin militer dan negara menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya terletak pada prestasi pribadi, tetapi juga pada kontribusi yang diberikan bagi kemajuan bangsa dan kemampuan untuk membangun generasi penerus yang berkualitas. 

Baik dalam bidang militer, pemerintahan, olahraga, maupun pendidikan keluarga, beliau selalu menerapkan prinsip yang sama: kerja keras, disiplin, kejujuran, dan kesederhanaan. 

Warisan yang beliau tinggalkan dalam bentuk struktur organisasi yang baik, nilai-nilai moral yang kokoh, serta dedikasi pada bangsa akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk membangun masa depan yang lebih baik dan memperkuat landasan perjuangan bangsa.(*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda