41 Pemain Dipanggil Herdman untuk FIFA Series 2026, Debut Pelatih Baru

Timnas Indonesia. (FOTO: AFP)

COWASJP.COM – Pelatih Kepala Timnas Indonesia yang anyar, John Herdman, mengumumkan skuad sementara berjumlah 41 pemain untuk menghadapi FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 23 hingga 31 Maret 2026. 

Ajang ini menjadi debut resmi Herdman setelah menjabat pada Januari lalu. Sekaligus kesempatan bagi Garuda untuk menguji kemampuan melawan tiga negara dari konfederasi berbeda. 

Timnas akan menjalani laga pembuka melawan Saint Kitts dan Nevis pada 27 Maret pukul 20.00 WIB, sementara Bulgaria dan Kepulauan Solomon bertanding pada pukul 15.30 WIB hari yang sama. 

Pemenang kedua laga akan bertemu di final pada 30 Maret pukul 20.00 WIB, sedangkan yang kalah akan berebut peringkat ketiga pukul 15.30 WIB.

 Skuad sementara yang diumumkan mencakup kombinasi pemain berpengalaman dari liga luar negeri dan talenta muda dari kompetisi domestik. 

Lima penjaga gawang dipanggil, antara lain Maarten Paes (Ajax) dan Emil Audero (Cremonese) yang berkarier di Eropa, serta tiga kiper lokal yaitu Nadeo Argawinata (Borneo FC), Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta), dan Ernando Ari (Persebaya Surabaya).

 Untuk lini pertahanan, sebanyak 12 pemain mendapatkan panggilan, antara lain Jay Idzes (Sassuolo), Kevin Diks (Monchengladbach), Dean James (Go Ahead Eagles), Elkan Baggott (Ipswich Town), Justin Hubner (Fortuna Sittard), dan Nathan Tjoe-A-On (Willem II) yang memiliki pengalaman bermain di Eropa. Mereka akan dibarengi dengan pemain lokal seperti Dony Tri Pamungkas, Rizky Ridho, dan Fajar Fathurrahman dari Persija Jakarta, serta Sandy Walsh (Buriram United), Muhammad Ferrari (Bhayangkara FC), dan Yance Sayuri (Malut United).

 Pada lini tengah, 13 pemain dipanggil, antara lain Calvin Verdonk (Lille), Joey Pelupessy (SK Lommel), Eliano Reijnders (Persib Bandung), Ivar Jenner (Dewa United), Jordi Amat (Persija Jakarta), Marc Klok (Persib Bandung), Ricky Kambuaya (Dewa United), Witan Sulaeman (Persija Jakarta), Egy Maulana Vikri (Dewa United), Tim Geypens (FC Emmen), Arkhan Fikri (Arema FC), Ezra Walian (Persik Kediri), dan Victor Dethan (PSM Makassar).

 Sementara itu, lini depan diisi oleh 11 pemain, meliputi Miliano Jonathans (Excelsior), Ole Romeny (Oxford United), Ragnar Oratmangoen (Dender), Beckham Putra (Persib Bandung), Mauro Zijlstra (Persija Jakarta), Ramadhan Sananta (DPMM FC), Yakob Sayuri (Malut United), Adrian Wibowo (LA FC), Jens Raven (Bali United), dan Stefano Lilipaly (Dewa United).

 Pemilihan skuad ini menunjukkan fokus Herdman untuk mengevaluasi potensi maksimal setiap pemain sebelum menentukan skuad final. Beberapa nama seperti Elkan Baggott juga kembali bergabung setelah absen cukup lama, menjadi nilai tambah bagi kekuatan pertahanan Garuda.

 Kompetisi yang Beragam, Uji Coba Penting Jelang Kualifikasi

 FIFA Series 2026 menghadirkan tiga negara tamu dengan gaya bermain berbeda: Bulgaria dari UEFA (peringkat FIFA 88), Kepulauan Solomon dari OFC (peringkat 152), dan Saint Kitts dan Nevis dari CONCACAF (peringkat 154). Indonesia sendiri berada di peringkat 122 dunia.

 Menurut Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Saint Kitts dan Nevis memiliki gaya bermain yang mengadopsi "British football style" dan mengandalkan serangan balik cepat. Hal ini akan menjadi uji coba taktis penting bagi Timnas Indonesia dalam menghadapi berbagai karakter permainan. 

Selain itu, pertemuan dengan Bulgaria yang memiliki sejarah sepakbola yang lebih panjang juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan Garuda.

 Turnamen ini juga menjadi bukti kepercayaan FIFA terhadap kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan acara internasional. Sebagai tuan rumah, dukungan publik di GBK diharapkan dapat menjadi faktor pendorong semangat tim untuk memberikan performa terbaik.

Proses Seleksi yang Ketat

Sebelum memasuki laga resmi, 41 pemain yang dipanggil akan menjalani proses seleksi ketat oleh Herdman dan tim pelatih. Tujuan utama seleksi ini adalah untuk membentuk skuad final yang solid, memiliki kemampuan taktis yang baik, dan dapat bekerja sama secara sinergis di lapangan.

 Herdman, yang sebelumnya berhasil membangun tim Kanada menjadi salah satu kekuatan sepakbola di kawasannya, diharapkan dapat membawa konsep permainan baru dan meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di kancah internasional. Seleksi ini juga menjadi kesempatan bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dan bersaing dengan pemain berpengalaman untuk mendapatkan tempat di skuad final.

FIFA Series 2026 bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga langkah awal dalam upaya inovasi pembangunan sepak bola Indonesia di bawah kepemimpinan Herdman. 

Konsep permainan yang baru, fokus pada pengembangan talenta muda, dan kerja sama yang erat antara pemain lokal dan luar negeri menjadi bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sepakbola tanah air.

Bagi para pemain, turnamen ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan dedikasi dan kemampuan mereka dalam membanggakan nama negara. 

Bagi masyarakat Indonesia, ini adalah momen untuk bersatu dan mendukung Timnas dalam setiap langkahnya menuju prestasi yang lebih tinggi. 

Semoga dengan dukungan penuh dari seluruh bangsa, Timnas Indonesia dapat memberikan performa yang membanggakan dan menjadi awal dari babak baru kemajuan sepakbola Indonesia menuju Piala Dunia 2026 dan kompetisi internasional lainnya. Wallahu A'lam Bisshawab. (*)

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda