COWASJP.COM – Setelah lima kali menjalani kemo, dan 35 kali sinar. Saya penasaran hasilnya.
Karena itu, saya melakukan PET Scan. Teknologi terbaru untuk mendeteksi penyakit. Terutama kanker.
dr Kadhafi Sp.KN-TM (K) FANMB, ahli dan konsulen kedokteran nuklir dan teranostik molekuler mengatakan, hasil PET Scan saya sangat bagus.
"Tidak ditemukan penyebarannya. Semuanya dalam keadaan normal," kata putra kelahiran Bali, 41 tahun silam, berdarah Yaman itu.
BACA JUGA: Tidak Boleh Dekat Balita, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Selama 24 Jam​
Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Nuklir Universitas Pajajaran Bandung, satu-satunya universitas yang memiliki spesialisasi kedokteran nuklir itu, bila ingin mengetahui perkembangan kanker, secara periodik lakukan PET Scan.
Sistem kerja PET Scan, setelah pasien dimasukkan ke tabung yang harganya puluhan miliar itu, semacam discan setiap 15 cm, dari lutut hingga kepala 10 scan.
Dengan cara itu, dokter bisa mendiagnosis berbagai penyakit yang ada dalam tubuh. Termasuk kondisi otak.
Hasilnya saya konsultasikan ke dr Tommy Lesmana SpB-KDB di RS Mayapada, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Jumat malam.
"Tidak ada penyebaran ke organ lain," kata dr Tommy Lesmana Sp B-KBD, dokter spesilis bedah digestive, yang merawat penyakitku.
Meski begitu, lanjut dr Tommy Lesmana, yang juga dosen di Fakultas Kedokteran UNAIR itu. "Pak Nasaruddin, jangan terlena. Tetap waspada," nasehatnya.
Kalau boleh saya bicara jujur, lanjutnya, masa kritis kanker itu, dua tahun.
"Jangan karena hasil PET Scan dan CA 19-9 bagus. Lalu dianggap sembuh. Tidak. Ingat, masa kritisnya dua tahun."
Jadi, selama dua tahun itu, lanjut dr Tommy, sapaan dr Tommy Lesmana, harus rajin kontrol dan periksa tumor dan kankernya.
Untuk tahap awal, tiap dua bulan harus lakukan pengecekan.
Bila ada yang dirasakan sesuatu, segera konsultasi kepada dokter.
Jaga pola hidup. Tetap beraktivitas. Dan jangan lupa olahraga.
BARU DINYATAKAN SEMBUH SETELAH 5 TAHUN AMAN
Menurut dia, kanker bisa dinyatakan sembuh, setelah 5 tahun. Itu dalam kondisi sehat terus. Artinya, kanker tak pernah kumat-kumatan.
Dari penjelasan dokter tersebut, meski kondisi saya saat ini sehat, tak berarti sudah bebas dari penyakit yang menakutkan itu.
Banyak pasien kanker, yang salah kaprah. Setelah operasi, kemo, dan sinar, tidak terasa sakit lagi, sudah nyatakan dirinya sembuh. Sehingga bebas segalanya.
Artinya makan dan minum sudah bebas. Itu salah kaprah.
Ingat, masa kritisnya dua tahun. Namanya kritis, bila sewaktu-waktu kumat, nyawa bisa terancam.
Statistik Nasional Inggris Raya menunjukkan, penderita, 90 persen penderita stadium 1 dari 100 orang, bisa bertahan hidup 5 tahun.
Di Indonesia, menurut jurnal kesehatan, kanker usus besar mendapat urutan ke tiga. Sama dengan di Amerika.
Dahlan Iskan, yang pernah ganti hatinya akibat kanker selalu menasehati saya.
"Jangan sembarang minum obat, bila tidak diperlukan," nasehatnya. Artinya, yang diminum hanya obat dari dokter.(*)