COWASJP.COM – Menteri Sosial sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaksanakan rangkaian silaturahmi dan sowan Lebaran ke sejumlah masyayikh serta kiai pengasuh pesantren berpengaruh di wilayah Jawa Timur.
Kegiatan yang dilakukan pada hari kedua dan ketiga Idulfitri (22-23 Maret 2026) tidak hanya menjadi wujud penghormatan terhadap para ulama, tetapi juga sebagai upaya memohon doa agar program-program prorakyat pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Rangkaian Kunjungan Silaturahmi
Pada hari kedua Idulfitri (Minggu, 22/3/2026), Gus Ipul memulai perjalanan dari Surabaya dengan mengunjungi Kediaman Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Pesantren Miftachussunnah. Setelah itu, ia melanjutkan kunjungan ke Kediri untuk bertemu dengan Wakil Rais Aam PBNU sekaligus Ketua Umum MUI Pusat KH Anwar Iskandar.
Perjalanan berlanjut ke Gubuk Teras Ploso untuk bersilaturahmi dengan Gus Kautsar, kemudian ke Pesantren Ploso untuk menemui KH Nurul Huda Djazuli, dan mengakhiri hari kedua dengan mengunjungi KH Anwar Mansyur di Pesantren Lirboyo Kediri.
Pada hari ketiga Idulfitri (Selasa, 24/3/2026), rangkaian silaturahmi dilanjutkan dengan sowan ke KH Mutawakkil Alallah dan Nyai Hj. Diana Susilowati di Pesantren Zainul Hasan Genggong.
Kemudian, Gus Ipul berkunjung ke Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo untuk bertemu KH Moh. Zuhri Zaini. Sebelum melanjutkan ke Pesantren Sidogiri untuk menemui KH A. Fuad Noerhasan. Akhirnya, ia mengunjungi Pesantren Besuk Pasuruan untuk bersilaturahmi dengan KH Muhibbul Aman Aly dan KH Imron Mutamakkin (Gus Ipong).
Makna dan Tujuan Silaturahmi
Menurut Gus Ipul, silaturahmi kepada para kiai bukan sekadar tradisi Lebaran semata, melainkan bagian dari ikhtiar spiritual dan moral yang memiliki makna mendalam.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud menjaga adab, merawat sanad keilmuan, serta mempererat ukhuwah persaudaraan umat. Melalui silaturahmi, masyarakat dapat belajar keteladanan, kesabaran, dan keikhlasan dalam mengabdi dari para ulama.
Selain itu, momentum Idulfitri juga dimanfaatkan untuk menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto dan memohon doa agar Program Sekolah Rakyat serta berbagai program prorakyat lainnya berjalan tepat sasaran.
Gus Ipul menegaskan bahwa doa dan nasihat para masyayikh menjadi kekuatan moral penting dalam mengawal kebijakan pemerintah, khususnya yang berpihak pada masyarakat kecil. Setiap kebijakan dan program yang dijalankan harus berpijak pada nilai kebermanfaatan, kepedulian, dan keberkahan.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan ucapan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat serta mengajak untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum mempererat persaudaraan dan memperbanyak kebaikan.
Pesan Motivasi
Semoga rangkaian silaturahmi ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu menjaga hubungan baik dengan sesama, terutama menghormati para leluhur dan tokoh agama yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa.
Mari kita jadikan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan oleh para ulama sebagai landasan dalam setiap langkah hidup, serta bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan bersama dan doa yang ikhlas, segala upaya untuk kesejahteraan bersama akan membawa maslahat yang luas dan membangun negeri yang lebih baik.Wallahu A'lam Bisshawab (*)