HUT ke-22 Tagana Jatim, Sinergi Ketangguhan Negeri Hadapi Bencana

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di HUT ke-22 Tagana. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COMSEBAGAI PROVINSI dengan risiko bencana alam yang cukup tinggi, Jawa Timur mendapatkan dukungan vital dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang telah mengabdikan diri selama 22 tahun. 

Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Tagana pada 24 Maret 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa perjalanan dua dekade pengabdian relawan ini bukan hanya bukti dedikasi kemanusiaan.

Tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana sinergi lintas elemen masyarakat mampu membangun ketangguhan daerah dan negeri dalam menghadapi berbagai tantangan bencana.
 
Peran Tagana sebagai Garda Terdepan Penanggulangan Bencana
 
Sejak berdiri pada tahun 2004, Tagana telah tumbuh menjadi elemen tak terpisahkan dari sistem mitigasi dan penanganan bencana di Indonesia. Khususnya di Jawa Timur. Kondisi geografis provinsi yang rawan berbagai jenis bencana – mulai dari banjir, gempa bumi, hingga longsor – membuat kesiapsiagaan dan kecepatan respons menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak buruk.
 
Dalam peringatan HUT yang mengusung tema “22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri”, Khofifah mengungkapkan bahwa peran Tagana melampaui fungsi relawan konvensional. 
“Selama 22 tahun, Tagana hadir di garis terdepan. Bukan sekadar relawan, tetapi menjadi bagian dari keluarga bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya. 

Di lapangan, kontribusi mereka terlihat nyata mulai dari mendirikan tenda pengungsian, mengelola dapur umum dengan standar higienis, hingga membantu proses evakuasi dan pemulihan sosial secara berkelanjutan.
 
Peran ganda yang diemban Tagana menjadi keunggulan utama dalam penanggulangan bencana. Selain menangani tanggap darurat, relawan ini juga fokus pada fase pemulihan pascabencana dengan menyediakan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi penyintas, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. 

Hal ini menunjukkan bahwa Tagana tidak hanya mencegah kerugian material dan korban jiwa, tetapi juga mempercepat pemulihan mental masyarakat, yang merupakan aspek krusial dalam membangun ketahanan sosial pascabencana.
 
Nilai Dasar dan Sinergi sebagai Kunci Keberhasilan
 
Khofifah menilai bahwa kekuatan utama Tagana tidak terletak hanya pada keterampilan teknis yang dimiliki personelnya, tetapi lebih pada nilai keikhlasan dan ketulusan dalam melayani sesama. “Menolong korban dan memberikan bantuan tanpa mengenal lelah, ini adalah bentuk pengabdian luar biasa yang harus kita apresiasi,” katanya. 
Nilai-nilai ini menjadi landasan yang membuat Tagana mampu menjaga komitmennya selama dua dekade.
 
Tema peringatan tahun ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Gubernur menekankan bahwa ketangguhan negeri tidak dapat dibangun secara tunggal, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.

 “Sinergitas dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun kesadaran kolektif dan menciptakan lingkungan yang benar-benar tangguh bencana. Salah satunya melalui perluasan program Kampung Siaga Bencana,” tegasnya.
 
Sinergi yang dimaksud bukan hanya sebatas kerja sama operasional, tetapi juga mencakup pembangunan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana. 

Program Kampung Siaga Bencana yang digalakkan menjadi bukti bahwa penanggulangan bencana harus dimulai dari tingkat dasar masyarakat, dengan dukungan penuh dari relawan seperti Tagana yang menjadi penghubung antara pemerintah dan warga dalam menghadapi situasi darurat.
 
Komitmen Pemprov Jatim dalam Mendukung Tagana
 
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas sumber daya manusia di dalam tubuh Tagana. Melalui kegiatan Sapa Bansos yang rutin digelar di 38 kabupaten/kota, pemerintah provinsi secara langsung menyapa dan mengapresiasi para relawan. Melalui penyaluran tali asih serta bantuan operasional yang dipastikan dapat sampai ke seluruh personil.
 
Selain itu, Khofifah juga menyatakan dukungan untuk program pelatihan lanjutan, sertifikasi kompetensi, penyediaan asuransi, serta pembaruan alat pelindung diri dan peralatan evakuasi. Tujuan dari langkah ini adalah memastikan para relawan dapat menjalankan tugas dengan standar keselamatan maksimal dan tingkat profesionalisme yang tinggi. 

Melalui Dinas Sosial Jawa Timur, pemerintah provinsi akan terus memperkuat peran Tagana sebagai garda terdepan dalam penanganan kebencanaan dan pelayanan sosial yang responsif serta adaptif.
 
Semangat 22 tahun pengabdian Tagana harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih peduli terhadap isu-isu kemanusiaan dan mitigasi bencana lingkungan. 

Mari kita jaga semangat gotong royong dan solidaritas yang telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia, serta terus memperkuat sinergi antar pihak untuk membangun negeri yang lebih tangguh dan penuh kasih sayang. 

Semoga seluruh personel Tagana senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas mulia ini, sehingga dapat terus menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan. Bersama-sama, kita bisa menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih baik dan membangun masa depan yang lebih aman bagi seluruh rakyat Jawa Timur dan Indonesia.Wallahu A'lam Bisshawab (*

Pewarta : Imam Kusnin Ahmad
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda