COWASJP.COM – Tinggal di negara 4 musim tuh rasanya excited di setiap bulannya. Kalau musim semi atau spring, jelas semangat pergi ke taman untuk melihat bunga bermekaran. Kalau musim dingin, semangat berteman dengan selimut karena di luar kedinginan. Nah bedanya kalau di Portugal sedang musim dingin, maka si South Africa sedang musim panas. Kira-kira apa yang membuat DoubleZ semangat untuk mengunjungi South Africa saat summer?
Beberapa orang mengira saat mendengar kata Afrika akan terlihat pikiran panaaaaasss sekali dan gersang. Padahal nyatanya saat mengecek musim di Afrika Selatan (Afsel), mereka memiliki 4 musim juga seperti di benua Eropa. Hanya saja 4 musim mereka berkebalikan dengan Portugal. Misal di Portugal sedang musim dingin, maka di Afsel sedang musim panas. Dan juga sebaliknya, saat Portugal sedang menikmati musim panas, maka di Afsel sedang ditempa musim dingin.
BACA JUGA: 5 Tahun Kerja di Eropa Tidak Ada THR, tapi Ada Hadiah Lebaran Istimewa dari Suami​
Namun kawan pembaca pun tidak salah. Dalam memori otak kita sudah terekam bahwa Afrika itu panas. Apalagi didukung oleh banyaknya berita terkait kekeringan atau kelaparan.
Benua Afrika yang terletak di dekat garis Khatulistiwa seperti Indonesia memiliki cuaca yang hampir mirip dengan Indonesia. Faktanya 93% wilayah di benua Afrika hanya memiliki 2 musim, musim hujan dan kemarau. Sama persis dengan Indonesia.
Zygmund senang sekali berenang di kolam kecil
Negara mana saja di Benua Afrika yang memiliki 4 musim? Afrika Selatan, Maroko, Aljazair, dan Tunisia.
Hanya 4 negara ini yang bisa merasakan perubahan suhu ekstrem setiap tahunnya. Berbeda dengan kebanyakan negara di Eropa, 4 negara ini pun tidak memiliki salju saat musim dingin. Jadi bisa dipastikan sama dengan Lisbon – Portugal yang juga tidak memiliki salju. Jadi kira-kira kalau musim dingin di Afsel, di dalam rumah pun sedingin seperti Portugal nggak ya?
Karena ceritanya DoubleZ (Zirco dan Zygmund) sedang kabur dari Winter Portugal, maka mereka sangat excited untuk menikmati musim panas di Afsel. Summer identik dengan pantai dan sunbathing. Karena kami bukan keluarga pantai, maka kami menunggu momen berenang di kolam renang saja.
Sengaja mencari hotel yang kids friendly yang menyediakan kolam renang khusus anak-anak. Lumayan bisa mengawasi mereka sambil menikmati duduk di pool lounger atau kursi berjemur.
Menikmati summer di Cape Town
Berenang selama 2 hari sudah cukup membuat DoubleZ gosong. Warna kulit yang semakin sawo matang seperti yang diinginkan para bule, hehehe. Tapi nanti setelah balik ke Portugal karena musim dingin dan matahari tidak begitu menyengat, maka kegosongan kulit mereka akan sedikit demi sedikit memudar.
Pernah dengar cerita kenapa saat di Eropa cepat gosong tetapi di Indonesia tidak? Karena di Eropa tuh seperti masuk ke oven, kalau di Indonesia masuk ke kukusan. Oven jadi buat gosong atau terbakar, kukusan jadi bikin keringetan tiada henti.
Sudah puas berlibur di Afrika Selatan, maka saatnya kembali ke rumah perantauan Portugal. Perjalanan dari hotel ke bandara memakan waktu sekitar 1 jam, lalu lintas cenderung ramai lancar. Proses check in di pintu masuk Bandara Internasional Cape Town cukup ketat. Mereka memastikan berkali-kali paspor dan kartu residen tempat tinggal yang berlaku untuk bisa masuk ke dalam bandara.
Saatnya pulang ke Lisbon
Ini kali pertama juga tidak boleh masuk ke bandara membawa air mineral, meskipun itu ada di botol anak-anak. Bandara Portugal, Indonesia, dan Turki masih menginjinkan air mineral masuk.
Alhamdulillah proses imigrasi semua berjalan lancar, tanpa antrian panjang. Waktu masih menunjukkan 2,5 jam sebelum keberangkatan, maka kami memutuskan untuk bersantai di lounge dulu. Bandara Internasional Cape Town juga tidak terlalu besar, namun suasananya bersih dan rapi.
Saat sudah terlihat pengumuman boarding, kami pun juga berjalan santai menuju gate yang disediakan.
Perjalanan hampir 1 hari pun siap DoubleZ tempuh. Perjalanan pertama selama 12 jam dari Cape Town – Afrika Selatan ke Istanbul – Turki. Karena penerbangan baru jam 5 sore waktu setempat maka mostly selama perjalanan DoubleZ tertidur lelap. Selama 12 jam mendapatkan makan 2x. Yang pertama beberapa jam setelah lepas landas jadi bisa dihitung seperti makan malam. Kemudian makan yang kedua adalah 2 jam sebelum landing, sudah berasa sarapan tetapi dini hari, hahaha.
Makan dulu di pesawat
Waktu transit di Istanbul tidak begitu lama, hanya 2,5 jam saja. Alhamdulillah perjalanan lancar, maka proses transit pun juga tidak terasa harus terburu-buru. Masih ada waktu untuk jalan santai sebelum info gate diumumkan di layar bandara.
Kala itu karena trip kami sebelum Ramadhan, maka hiasan Ramadhan sudah terlihat di seluruh bagian bandara. Rasanya so sweeett banget karena nyaris di Portugal tidak bisa kami jumpai yang seperti ini.
Perjalanan berikutnya menuju rumah tinggal 5 jam lagi. Energi sudah mulai menipis tapi ternyata DoubleZ masih sangat aktif. Sebagai orang tua kadang heran, mereka ini dapat cadangan energi dari mana yaaaa… yang punya anak cowok pasti paham sekali ini.
Meninggalkan Cape Town hanya pakai kemeja saja, sampai di bandara Lisbon langsung semriwing. Dari suhu 30 derajat Celcius, kemudian mendarat ke suhu 10 derajat Celcius. Mantap nggak tuh si badan.
Meskipun Zirco belum bisa berenang, tetap semangat mau berenang.
Saat kaki keluar pesawat sudah mulai overthinking terkait proses imigrasi.
Karena saat Christmas Desember lalu, teman dari Indonesia yang datang ke Lisbon terjebak 8 jam proses imigrasi. Kami sudah deg deg an gak karuan dan terus berdoa supaya proses imigrasi lancar dan cepat. Dan Masya Allah, Allah kabulkan doa kami. Proses imigrasi hanya mengantri 10 menit. Tidak ada antrian sama sekali di ruangan imigrasi, Zirco sampai berkata “apakah kita sedang bermimpi mami?”.
Dear home sweet home Cascais, we are back!! So far, Cape Town memang cantiiik sekali. Udara summer yang hangat sampai membuat Zygmund tidak mau pulang ke Portugal. Dia menangis sesenggukan karena tidak mau pulang karena di sana terasa liburan sedangkan sebentar lagi dia harus kembali ke sekolah, hehehe.
Menutup liburan di Cape Town dengan rasa hangat, senang, dan capek pastinya. Tetapi masih ada yang mengganjal karena belum sempat lihat pinguin, tour safari big 5, dan berkunjung ke titik paling selatan di benua Afrika. Masih penasaran gitu lho. Berbisik dalam hati, semoga nanti ada rezeki untuk menuntaskan rasa penasaran ini. Amiiiinnn...
Happy Holiday. Selamat Merayakan Paskah bagi kawan pembaca yang sedang merayakan ya. Semoga hari yang penuh makna ini membawa kedamaian, sukacita, dan harapan baru dalam hidupmu. OPP. Tamat.(*)