COWASJP.COM – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar kembali mengukir prestasi gemilang di kancah akademik nasional. Sebanyak enam jurnal ilmiah yang dikelola oleh civitas akademika berhasil meraih peringkat akreditasi baru pada periode II Tahun 2025.
Capaian ini, yang tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 156/C/C3/KPT/2026 tertanggal 7 April 2026, bukan sekadar angka atau peringkat. Tapi juga indikator nyata dari komitmen UNU Blitar dalam meningkatkan kualitas tata kelola jurnal, memperkuat budaya riset, dan menegaskan posisi pentingnya dalam pengembangan publikasi ilmiah di Indonesia.
Detail Capaian Akreditasi dan Bidang Ilmu yang Terwakili
Keberhasilan enam jurnal UNU Blitar meraih akreditasi ini patut diapresiasi. Jurnal-jurnal tersebut mencakup berbagai bidang keilmuan, menunjukkan keberagaman riset yang dilakukan di institusi ini:
1. Patria Educational Journal (Peringkat 3) – Ketua Editor: Winda Khoirun Nisak, M.Pd.
2. Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah (Peringkat 5) – Ketua Editor: Fernadiksa Rasta Putra Pratama, M.Pd.
3. Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan (Peringkat 5) – Ketua Editor: Ahmad Saifudin, M.Pd.
4. Psycho Aksara (Peringkat 5) – Ketua Editor: Hengki Hendra Pradana, M.Psi.
5. Journal of Science Nusantara (Peringkat 6) – Ketua Editor: Yuniar Alam, M.Si.
6. Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Pendidikan (Peringkat 6) – dikelola oleh Tim Jurnal Pendidikan.
Capaian ini memperlihatkan bahwa UNU Blitar tidak hanya fokus pada satu atau dua bidang, tapi juga berupaya mengembangkan riset di berbagai disiplin ilmu. Mulai dari pendidikan, psikologi, hingga ilmu pengetahuan alam.
Jurnal-jurnal dengan peringkat 3 menunjukkan kematangan pengelolaan dan kualitas artikel yang sudah sangat baik, sementara peringkat 5 dan 6 menunjukkan konsistensi dalam memenuhi standar dasar akreditasi nasional dan potensi besar untuk terus berkembang.
Refleksi Peningkatan Mutu Tata Kelola Jurnal
Menurut Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNU Blitar, Ahmad Saifudin, M.Pd., keberhasilan ini adalah buah dari konsistensi peningkatan mutu pengelolaan jurnal. Pernyataan ini memberikan insight bahwa akreditasi bukan didapat secara instan, melainkan melalui proses panjang perbaikan berkelanjutan.
Analisis Kritis:
-Komitmen Institusional: Raihan akreditasi ini mengindikasikan adanya komitmen kuat dari pihak rektorat dan seluruh civitas akademika untuk menempatkan publikasi ilmiah sebagai salah satu pilar utama pengembangan institusi. Tanpa dukungan struktural dan finansial, mustahil pengelolaan jurnal dapat memenuhi standar akreditasi.
-Peran LPPM: LPPM sebagai ujung tombak penelitian dan pengabdian masyarakat memiliki peran sentral. Keberhasilan ini adalah cerminan dari strategi yang tepat dalam membina dan mengelola jurnal-jurnal di bawah naungannya.
-Transparansi dan Kualitas Proses: Peningkatan mutu yang disebutkan oleh Ahmad Saifudin kemungkinan besar mencakup perbaikan dalam hal transparansi proses review, rekrutmen mitra bestari (reviewer) yang berkualitas, serta penggunaan platform jurnal elektronik yang standar (misalnya Open Journal Systems/OJS).
Implikasi Strategis Akreditasi bagi Reputasi dan Ekosistem Riset
Akreditasi jurnal memiliki peran multifungsi dan strategis bagi perguruan tinggi:
1. Peningkatan Reputasi Perguruan Tinggi: Jurnal terakreditasi meningkatkan citra UNU Blitar sebagai institusi yang aktif dalam menghasilkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Ini berdampak positif pada daya tarik calon mahasiswa, kolaborasi dengan institusi lain, hingga potensi pendanaan riset.
2. Tolok Ukur Kualitas Budaya Riset: Keberadaan jurnal terakreditasi mendorong dosen dan peneliti untuk menghasilkan riset yang berkualitas agar layak dipublikasikan. Ini secara tidak langsung memicu peningkatan budaya riset dan penulisan ilmiah di lingkungan kampus.
3. Peluang Indeksasi Internasional: Seperti yang diungkapkan oleh Ahmad Saifudin, target selanjutnya adalah menembus indeksasi internasional. Jurnal terakreditasi nasional menjadi pijakan awal yang kokoh untuk melangkah ke Scopus, Web of Science, atau DOAJ, yang akan semakin meningkatkan visibilitas dan dampak riset.
4. Dukungan Karir Akademik: Publikasi di jurnal terakreditasi sangat penting bagi karir dosen, baik untuk kenaikan pangkat, sertifikasi, maupun pengajuan hibah penelitian.
Strategi Penguatan ke Depan
UNU Blitar tidak berpuas diri dengan capaian ini. Berbagai strategi penguatan akan terus dilakukan, termasuk:
-Peningkatan Kualitas Naskah: Memperketat seleksi dan proses review untuk memastikan artikel yang terbit memiliki standar keilmuan yang tinggi.
-Penguatan Jejaring Kolaborasi: Membangun networking dengan peneliti dan institusi lain, baik nasional maupun internasional, untuk menarik naskah berkualitas dan memperluas cakupan jurnal.
-Peningkatan Visibilitas dan Sitasi: Mengoptimalkan promosi jurnal, memastikan terindeks di berbagai database, dan mendorong penulis untuk menggunakan artikel dari jurnal UNU Blitar sebagai referensi.
Sebagai penutup, raihan akreditasi untuk enam jurnal ilmiah ini menjadi momentum krusial bagi UNU Blitar. Ini adalah bukti nyata komitmen kuat universitas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan publikasi ilmiah yang berkualitas, yang pada akhirnya akan berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.
Mari kita jadikan capaian ini sebagai pemacu semangat. Bagi seluruh sivitas akademika UNU Blitar, teruslah berinovasi, meneliti, dan menulis. Publikasikanlah gagasan-gagasan brilianmu, karena setiap tulisan ilmiah adalah sumbangsih nyata bagi peradaban. Semoga UNU Blitar terus berjaya, menjadi mercusuar ilmu pengetahuan yang menerangi Blitar, Indonesia, dan dunia.(*)