COWASJP.COM – KEPULAUAN TALAUD. Dari ujung utara di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, hingga pesisir Kota Gorontalo, Presiden Prabowo Subianto membawa kabar gembira sekaligus bukti nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan.
Dalam kunjungan kerjanya pada Sabtu (9/5/2026), Kepala Negara mengumumkan pembangunan desa nelayan modern di wilayah perbatasan. Kemudian meninjau langsung fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih yang telah beroperasi. Ini semua menunjukkan bahwa perhatian negara kini benar-benar menyentuh hingga ke lapisan masyarakat yang paling membutuhkan.
Di Pulau Miangas, pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Filipina, Presiden Prabowo menyampaikan rencana pembangunan desa nelayan yang akan dimulai bulan Juni 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu lima bulan.
Kawasan ini nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas vital, mulai dari pabrik pembuat es, gudang pendingin, hingga stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan. "Kita ingin memastikan hasil tangkapan masyarakat dapat tersimpan dengan baik dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi," ujar Presiden saat menyapa ratusan warga di sana.
Sebagai langkah awal, pemerintah juga menyerahkan bantuan satu unit kapal penangkap ikan berukuran 15 gross ton yang mampu dioperasikan oleh lima awak. Kapal ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tangkap nelayan setempat yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana.
Keberadaan bandara di Miangas pun dinilai Presiden sebagai aset berharga yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pasar hasil perikanan ke berbagai daerah di Indonesia.
Komitmen ini bukan hanya berlaku di wilayah perbatasan. Di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Presiden Prabowo meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih yang telah beroperasi sejak akhir tahun lalu. Kawasan seluas 3.895 meter persegi ini dibangun dengan biaya sekitar Rp15,8 miliar dan dengan fasilitas lengkap seperti kantor pengelola, bengkel, balai pertemuan, kios perbekalan, hingga fasilitas penyimpanan dingin.
Bagi Suhardi Darisse, nelayan yang telah melaut sejak remaja, kehadiran fasilitas ini membawa perubahan yang sangat terasa. Sebelumnya, ia dan rekan-rekannya harus menempuh perjalanan sejauh 8 hingga 10 kilometer hanya untuk membeli es balok dengan harga yang cukup mahal.
"Sekarang es sudah tersedia di sini dengan harga separuhnya saja, yaitu 6.500 rupiah per balok. Ini sangat membantu kami, terutama saat musim ikan bagus di mana satu unit usaha bisa membutuhkan hingga 50 balok es dalam semalam," ujarnya dengan penuh semangat.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih sekaligus pengelola kawasan, Abdul Rahman Lamusu, menjelaskan bahwa pengelolaan dilakukan langsung oleh masyarakat melalui koperasi. Hal ini bertujuan agar manfaat fasilitas dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan oleh seluruh warga nelayan di Leato Selatan dan sekitarnya.
"Kami sangat optimis kampung nelayan ini akan membawa dampak besar bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan kami," katanya.
TARGET RESMIKAN 1.386 DESA & KAMPUNG NELAYAN
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kedua lokasi ini hanyalah bagian dari program nasional yang lebih besar. Pemerintah menargetkan peresmian 1.386 desa dan kampung nelayan di seluruh Indonesia pada bulan Desember tahun ini.
"Kita akan memperbaiki kondisi nelayan di seluruh negeri secara besar-besaran mulai tahun ini. Tidak ada lagi nelayan yang terabaikan atau dilupakan," tegasnya.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Miangas dan Leato Selatan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di sektor kelautan dan perikanan kini menjadi prioritas utama pemerintah. Melalui penyediaan fasilitas lengkap, bantuan sarana, dan penguatan kelembagaan, negara berusaha mengubah wajah kehidupan nelayan, dari yang sebelumnya sering menghadapi kesulitan menjadi lebih sejahtera dan mandiri.
Langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang kuat, di mana kesejahteraan masyarakat pesisir berjalan seiring dengan peningkatan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.
"Bapak dan Ibu nelayan yang saya hormati di seluruh penjuru negeri! Apa yang kita lihat di Miangas dan Leato Selatan adalah awal dari perubahan besar yang akan menyentuh kehidupan kalian semua. Kalian adalah pahlawan yang setiap hari mempertaruhkan nyawa di tengah gelombang laut demi menghidupi keluarga dan menyediakan pangan bagi jutaan rakyat Indonesia. Selama ini, sering kali kerja keras kalian belum dihargai sepenuhnya, dan fasilitas yang dibutuhkan masih sulit dijangkau. Namun, hari ini kabar baik telah datang: negara kini hadir, mendengar, dan bertekad memperbaiki nasib kalian."
Pembangunan desa dan kampung nelayan bukan sekadar bangunan atau alat, melainkan bukti bahwa pemerintah menghargai jasa dan peran kalian yang sangat besar. Melalui fasilitas yang lengkap dan akses yang lebih mudah, kalian kini memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan, menjaga kualitas hasil tangkapan, dan menentukan nasib sendiri. Jangan ragu untuk memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya, bekerja sama melalui koperasi, dan terus berinovasi. Ingatlah, masa depan yang cerah sudah di depan mata, dan kalian adalah aktor utamanya. Teruslah berjuang, karena kerja keras kalian adalah fondasi kemajuan bangsa ini!. (Bersambung)