Tim Putra Indonesia Terhenti di Semifinal
Di semifinal Timnas putra Indonesia U-18 harus mengakui keunggulan Pakistan. Mereka kalah 1-3.
Selengkapnya
Di semifinal Timnas putra Indonesia U-18 harus mengakui keunggulan Pakistan. Mereka kalah 1-3.
SelengkapnyaMomen ini adalah titik awal dari sebuah harapan besar yang diwariskan oleh Gus Dur.
SelengkapnyaGol cepat Mariano Peralta pada menit ke-3 membuka keunggulan Borneo FC. Momen itu tercipta dari situasi genting di pertahanan Arema yang tampaknya belum tampil penuh di awal laga.
SelengkapnyaBanyak anugerah-anugerah yang diberikan. Antara lain kategori Santri Inspiratif, Pesantren Transformatif, Kepala Daerah Peduli Pesantren, dan kategori Lifetime Achievement.
SelengkapnyaInspirasi untuk kota-kota lain di Indonesia. Termasuk Surabaya. Sebuah festival yang memberi perhatian pada aspek tumbuh kembang anak.
SelengkapnyaMeski tampil maksimal dengan skuad terbaik, anak asuh Marcos Sugiyama kalah level dengan tim Iran.
SelengkapnyaBegitu juga dengan dunia anak semakin asik terperangkap layar gawai dan budaya digital.
SelengkapnyaPada perhelatan ketiganya, Remember November 2025 mengangkat “Yokjakarta” sebagai tema utama — sebuah ajakan untuk merasakan kembali kehangatan dan semangat hidup masyarakat Yogyakarta yang sangat lekat di hati masyarakat Indonesia.
SelengkapnyaSetelah sempat tertinggal oleh gol awal PSM, Arema dengan semangat juang tinggi berhasil membalikkan skor di babak kedua. Ini membuktikan mental juara mereka yang tangguh.
SelengkapnyaKemenangan meyakinkan ini memastikan LavAni Navy mempertahankan gelar juara untuk kedua kalinya secara beruntun. Sekaligus menegaskan dominasi mereka tanpa terkalahkan sejak awal turnamen.
Selengkapnya