Tembak Menembak
TEMBAK menembak ini seru sekali. Selama lima jam. Motifnya jelas: politik. Si Penembak marah karena rumah tokoh politik pujaannya digeledah FBI.
Selengkapnya
TEMBAK menembak ini seru sekali. Selama lima jam. Motifnya jelas: politik. Si Penembak marah karena rumah tokoh politik pujaannya digeledah FBI.
SelengkapnyaKASUS pembunuhan Yosua terlalu seru. Trending topic di medsos. Media massa tak habis-habisnya memberitakan. Selama sebulan.
SelengkapnyaMEDIA inilah yang harus dicatat sebagai pembuka peristiwa Duren Tiga. Media mainstream. Kalau tidak, bisa jadi peristiwa itu terkubur –mungkin untuk selama-lamanya.
SelengkapnyaAgus Tri Susanto Kepala Cabang PT SAT Malang menjelaskan bahwa program donasi sembako veteran ini berlangsung secara nasional.
SelengkapnyaSampai saat ini pemerintah masih membahas Rancangan Undang Undang KUHP. Menanggapi hal ini, Ketua PBNU Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi mengatakan, pihaknya mendukung agar RUU KUHP segera disahkan.
SelengkapnyaEMPAT hari lewat. Taiwan berharap latihan militer Tiongkok pun selesai. Udara sekitar Taiwan bisa bebas lagi. Perairan sekitar Taiwan bisa aman lagi.
SelengkapnyaKomitmen Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terhadap pengembangan kompetensi ASN berbuah penghargaan membanggakan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
SelengkapnyaPERJALANAN kebenaran begitu panjang. Khususnya dalam hal peristiwa Duren Tiga, Jakarta. Bahkan jalan panjang itu awalnya seperti tanpa ujung.
SelengkapnyaBharada E mengakui, ia penembak pertama Brigadir Yosua. Diperintah atasan (belum sebut nama). Dilanjutkan tembakan-tembakan para pelaku lain ke jasad Yosua. Maka, E mengajukan diri ke LPSK sebagai Justice Collaborator.
SelengkapnyaSEMUA peristiwa besar akan reda dalam 40 hari. Mungkin kecuali yang satu ini: soal tembak-menembak
Selengkapnya