Hingga Sabtu pagi, 4 Oktober 2025, jumlah korban meninggal mencapai 14 orang, sementara 103 santri dilaporkan selamat, dan 49 lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengungkapkan bahwa operasi penyelamatan akan berlangsung selama 24 jam untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos), sistem digital yang mengintegrasikan data dari berbagai instansi pemerintah mulai diuji coba di Banyuwangi.
Jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi.Meski begitu, pencarian korban yang masih terjebak di reruntuhan belum selesai.
Imbauan PWNU Jatim melalui Surat Nomor 568/PW.01/A.II.08.01/16/10/2025 tertanggal 10 Rabiul Akhir 1447 H atau 2 Oktober 2025 yang ditujukan kepada PCNU, MWCNU, dan PRNU se-Jatim itu ditandatangani oleh Rais KH Anwar Manshur, Katib DR H Ahsanul Haq, Ketua
Nah, dia kasih pesan penting: Pesantren yang lagi bangun harus pakai tenaga ahli teknik, jangan asal bangun seenaknya!“Gotong royong boleh, tapi harus ada hitungan ilmiah.