Kisah Ayah Perkosa Anak Sendiri (2)

Susahnya Lapor Ayah pada Polisi

COWASJP.COMMESKI sang anak mengetahui kalau kelakuan ayahnya bejat, namun memutuskan untuk melapor ke polisi bukanlah hal yang mudah. Bila dibiarkan prilaku papa yang biadab, akan menjadi preseden buruk bagi keluarga. Tapi kalau dilaporkan ke polisi, papa bakal dipenjara. Apalagi papa jadi tulang punggung keluarga. 

Saat itu, putra pertama dan kedua masih kuliah, sedangkan putri kembarnya duduk di bangku kelas II sekolah menengah atas (SMA). "Ada dua persoalan berat yang saya hadapi. Kalau dibiarkan, sudah keterlaluan. Tapi kalau lapor polisi, ekonomi  kami jadi berantakan Om," tutur putra bungsunya dengan polos.

BACA JUGA SEBELUMNHYAKakak Korban Bongkar Kemungkaran

Mendengarkan ucapan putranya itu, saya pun sulit menentukan sikap. Tapi sebagai orang beragama, harus bisa mengambil keputusan diantara dua pilihan yang sama-sama sulitnya itu. "Kita putuskan saja untuk lapor polisi," kata saya dengan nada serius. Saya pun menarik napas panjang. Melihat wajah saya yang serius itu membuat putranya ikut serius pula.

"Kapan akan lapor ?" tanya saya. Lucunya, sebelum keputusan itu kami eksekusi, sang ayah keburu pindah rumah. Rumahnya yang dia beli di dekat rumah saya dijual. Lantas dia menyewa rumah besar di kawasan Dukuh Kupang, Surabaya.

PEMERKOSAAN8STXc.jpg

Foto: humorterkini 

Dia beralasan, sudah tidak nyaman dengan tetangga sebelah rumahnya. Nampaknya saat kami serius untuk membicangkan hal itu, sang papa sudah merencanakan untuk pindah.

Singkat cerita, suatu hari dia jemput putrinya yang sekolah di kawasan Nginden. Gara-gara lambat keluar ruangan kelas, bapaknya cemburu dan naik pitam. Anak gadisnya dipukul dengan helm.
Gara-gara itu pula, putrinya marah. Lantas mengadu prilaku ayahnya ke polisi. Saat itu pula, ayahnya dijemput polisi.

Di depan polisi, dia tidak bisa mengelak perbuatannya yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu. (bersambung)

Pewarta :
Editor :
Sumber :

Komentar Anda