Kemitraan Indonesia--Rusia (3-Habis)

76 Tahun Persahabatan, Hubungan yang Melebihi Sekadar Diplomasi

Selama 76 tahun hubungan ini terjaga dengan baik, melewati berbagai pasang surut zaman. (FOTO: Istimewa)

COWASJP.COM – DI BALIK pembicaraan-pembicaraan berat soal ekonomi, politik, dan strategi pertahanan itu, terjalin ikatan persahabatan yang sangat personal, hangat, dan penuh kearifan. Pertemuan tête-à-tête atau dialog empat mata antara Prabowo dan Putin berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang akrab. Layaknya dua sahabat lama yang bertemu kembali. 

Suasana ini semakin memperkuat ikatan yang telah terjalin manis selama tiga perempat abad.
 
“Pertama-tama izinkanlah saya menyampaikan terima kasih banyak paling tulus, karena Yang Mulia sempat menerima undangan kami dan berkunjung ke Moskow,” ucap Putin membuka percakapan dengan nada sangat bersahabat.
 
Ucapan itu langsung disambut balasan hangat dari Presiden Prabowo yang mengapresiasi waktu yang diluangkan sang tuan rumah di tengah kesibukan yang padat.
 
“Di tengah kesibukan Yang Mulia, masih bisa meluangkan waktu menerima saya. Saya sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa hangat ini,” balas Prabowo.
 
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Uni Soviet, yang kini diteruskan oleh Federasi Rusia, sebenarnya sudah berusia sangat tua dan matang. Tepatnya sudah 76 tahun berlalu sejak hubungan resmi dibuka pada tahun 1950. 

Selama tujuh dekade, hubungan ini selalu terjaga dengan baik, melewati berbagai pasang surut zaman. Namun selalu berdiri tegak di atas prinsip saling menghormati kedaulatan dan kesetaraan.
 
Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat signifikan, baik secara geopolitik maupun geoekonomi. Rusia adalah negara yang selalu hadir sebagai teman yang dapat diandalkan dalam situasi apa pun. Sebaliknya, bagi Rusia, Indonesia bukan sekadar negara biasa. Indonesia adalah pintu gerbang utama, mitra paling penting dan terbesar di kawasan Asia Pasifik, serta menjadi jangkar stabilitas di lingkup ASEAN. Posisi ini saling menguntungkan dan sangat strategis bagi kedua belah pihak.
 
Suasana semakin cair dan akrab usai diskusi resmi. Agenda dilanjutkan dengan jamuan santap siang di Blue Hall, Istana Kremlin, yang megah. Momen makan bersama ini mempertegas bahwa hubungan kedua negara dibangun bukan hanya di atas meja perundingan, tapi juga di atas dasar kepercayaan, rasa saling simpati, dan persahabatan yang tulus antarmanusia.
 
Ada momen indah yang tak terlupakan saat Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat Hari Paskah kepada Presiden Putin dan rakyat Rusia. Sebagai pemimpin negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, ucapan tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari Putin.
 
“Beliau sangat senang dan terharu. Karena ucapan selamat hari suci ini datang dari pemimpin negara Muslim terbesar. Ini memiliki makna yang sangat dalam dan menunjukkan betapa tingginya rasa toleransi yang kita miliki,” papar pernyataan resmi mengenai momen tersebut.
 
Putin pun menegaskan bahwa Rusia adalah negara multikonfesional yang menjunjung tinggi keberagaman. Di sana, berbagai agama hidup berdampingan dengan damai. Hal ini menjadi titik temu yang menyatukan pandangan kedua negara tentang pentingnya kerukunan umat beragama di tengah dunia yang sering kali terbelah.
 
Kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Moskow telah berjalan sukses besar. Bukan hanya kesepakatan bisnis dan politik yang dicapai, tapi juga kepercayaan dan rasa persaudaraan yang makin menguat di hati para pemimpin dan rakyat kedua negara.
 
76 tahun bukan waktu yang singkat, dan perjalanan masih panjang akan terus ditempuh. Semoga kemitraan strategis ini terus membawa berkah, menjamin stabilitas nasional, dan membawa Indonesia semakin dihormati di mata dunia.
 
Seperti semboyan persahabatan kita: Hubungan yang kokoh, kerja sama yang nyata, dan masa depan yang cerah untuk bersama-sama dibangun. (*).

Pewarta : -
Editor : Slamet Oerip Prihadi
Sumber :

Komentar Anda