Penghargaan ini diberikan terhadap dukungan yang selama ini diberikan oleh Ahmad Riyadh untuk perkembangan dan kemajuan dunia pers. Beliau memperoleh penghargaan sebagai Tokoh Peduli Pers 2023.
Saya pun tidak pernah memperhatikan Sudan. Kecuali sekarang ini. Itu pun karena ingat masa lalu konsolidasi militer Indonesia setelah perang kemerdekaan.
Jika kita mau belajar dari guru Amerika berbangsa Iran itu, dia menyebutkan kata yang relevan di Indonesia: Toleransi. Ini yang sekarang kita lemah. Ogah toleran, menghalalkan darah saudaranya.
Lalu saya lihat kondisi istri. Terutama sepulang dari umrah yang langsung disambung safari Ramadan ke Tasikmalaya. Kalau dipaksa ikut sih kuat, tapi apakah tidak terlalu menyiksa.
gara-gara pencapresan meniadakan Ganjar Pranow