Martir Minoritas
Terganggunya internet itu disengaja. Agar demo tidak mudah meluas. "Kok Anda masih bisa jawab WA saya?" tanya saya pada seorang teman di Tehran. "Saya pakai VPN," jawabnya.
Selengkapnya
Terganggunya internet itu disengaja. Agar demo tidak mudah meluas. "Kok Anda masih bisa jawab WA saya?" tanya saya pada seorang teman di Tehran. "Saya pakai VPN," jawabnya.
SelengkapnyaBadan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan asesmen terhadap Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA) di Chicago - Illinois, Amerika Serikat.
SelengkapnyaTinggal Tiongkok yang masih ketat. Belum ada gambaran kapan menghapus karantina. Tiongkok memang lebih sensi.
SelengkapnyaIA berhenti dari tentara. Pangkatnya mayor. Uangnya sudah banyak. Ia merasa tidak enak: jadi tentara merangkap jadi pengusaha sukses.
SelengkapnyaTUMBEN. Keinginan pemerintah kali ini mentok di DPR: RUU Pendidikan itu. Alasan formalnya: bicarakan dululah dengan stakeholders.
SelengkapnyaPublik fokus pada peristiwa Misbah dihukum Tajudin, yang direkam video. Tampak: Tajudin marah. Menghardik. Misbah turun dari truknya. Langsung, ditampar Tajudin. Lalu, Misbah diperintahkan pushup.
SelengkapnyaSAYA pun seperti Anda: penasaran atas berita kudeta di Tiongkok. Apalagi Presiden Xi Jinping diberitakan lagi dalam status tahanan rumah.
SelengkapnyaAnda sudah tahu: Piala Champions, di sepak bola, mau disaingi oleh Super Club. Klub-klub besar sepak bola dunia mau bersatu. Bikin pertandingan sendiri. Di luar Piala Champions.
SelengkapnyaDan lagi kita bukan lagi bicara tentang Persebaya dengan Bonek dan Bonitanya. Kita akan bicara tentang kesaminan Presiden Donald Trump.
Selengkapnya"Mungkin sudah banyak orang yang menjelaskan soal kekhasan Islam di Indonesia sebelum itu. Tapi yang dipercaya Barat hanya Mak Edi," ujar Prof Dr Komaruddin Hidayat. Komaruddin adalah ulama, intelektual dan pemain golf kelas sufi. Prof Komar menerbitkan
Selengkapnya