Fracking Sunak
Lalu dipasanglah foto di medsos di sana: saat ia berfoto bersama dengan politikus lain. Ia sedang memegang tas merah. Ia memang yang paling pendek.
Selengkapnya
Lalu dipasanglah foto di medsos di sana: saat ia berfoto bersama dengan politikus lain. Ia sedang memegang tas merah. Ia memang yang paling pendek.
SelengkapnyaYang istimewa adalah, Doni Monardo mengajak saya mampir ke rumah gadang Ibu Mufidah Jusuf Kalla di Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. Ini adalah kali pertama saya menghirup udara Lintau.
SelengkapnyaDulu ia sekolah di Parung, Bogor, lalu kuliah di Pamulang, Jakarta. Ia sudah sarjana teknik informatika
SelengkapnyaItu saya ketahui kemarin siang. Yakni ketika saya mendapat akta notaris pendirian PT LIB. Di situ disebutkan klub-klub sepak bola anggota Liga 1 belum dianggap memegang saham.
SelengkapnyaSebegitu hebatnya kopi. Serasa bisa menyatukan semua orang. Antara lain ketika nonton bareng pertandingan sepakbola saat tayangan langsung di satu channel TV.
SelengkapnyaSebagai anak-anak, usia sekitar 12 tahun, kami sangat terkesan dengan pertandingan di sasana yang sangat sederhana itu. Meskipun fasilitas sasana sederhana, tanpa ada ring tinju maupun atap penutup, tetapi para petinju yang berlatih di sasana belakang Kod
SelengkapnyaPara pendemo umumnya berpakaian hitam-hitam. Membawa keranda hitam. Juga poster-poster warna hitam. Tulisannya yang putih: usut tuntas.
SelengkapnyaRishi Sunak diterima di Inggris. Ia minoritas ganda: keturunan India dan Hindu.
SelengkapnyaJasmi lantas mengirimkan ke saya copy dokumen kuno pengiriman semen itu. Di tahun 1914. Menarik sekali.
SelengkapnyaDari 7 orang inti politbiro lama, empat pensiun. Di antara 4 yang baru ada nama ini: Li Qiang. Yang fotonya di sebelah Presiden Xi Jinping.
Selengkapnya