COWASJP.COM – Pahit rasanya harus menelan kekalahan di kandang sendiri. Meski berhasil menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal, Timnas Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor tipis 0-1 di laga Grup A Piala AFF U-17 2026, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Kamis (16/4/2026) malam.
Satu gol semata wayang yang dicetak Muhammad Fareez di menit ke-33 menjadi penentu kemenangan bagi tim tamu. Kekalahan ini mengubah peta persaingan klasemen dan membuat peluang Garuda Muda ke semifinal menjadi semakin berat.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi. Skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto tampil lebih agresif dan lebih banyak menguasai bola. Serangan demi serangan dilancarkan untuk menembus pertahanan Malaysia.
Namun, nasib berkata lain. Di menit ke-33, kesalahan kecil atau kelengahan sesaat dimanfaatkan dengan sangat baik oleh lawan. Muhammad Fareez dengan dingin mencetak gol yang mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Malaysia.
Setelah kebobolan, Indonesia semakin menggila. Tekanan terus dikerahkan sepanjang sisa pertandingan. Peluang demi peluang tercipta, mulai dari tendangan jarak jauh, umpan silang, hingga situasi bola mati.
Sayangnya, finishing yang kurang mematikan dan pertahanan Malaysia yang sangat kompak serta disiplin membuat usaha Garuda Muda sia-sia.
Bola-bola hasil serangan Indonesia melenceng jauh dari sasaran, berhasil ditepis oleh kiper maupun bek lawan. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 0-1 tak berubah.
Hasil ini membuat posisi di klasemen Grup A berubah signifikan:
Klasemen Sementara Grup A:
1. Vietnam : 6 Poin (2 Menang).
2. Malaysia : 3 Poin (Selisih Gol +1).
3.Indonesia : 3 Poin (Selisih Gol -1).
4.Timor Leste: 0 Poin
Kekalahan ini menurunkan Indonesia dari peringkat 2 ke peringkat 3. Sementara Malaysia naik ke posisi 2. Vietnam kini berada di posisi sangat aman dan hampir pasti melaju ke semifinal.
Situasi kini semakin menantang bagi Indonesia. Untuk bisa menjaga asa melaju ke babak semifinal, Garuda Muda wajib menang di laga terakhir melawan Vietnam.
Jika kalah atau seri, peluang Indonesia sangat tipis. Sebaliknya, Malaysia hanya perlu menang atas Timor Leste untuk mengamankan tiket mereka.
Tantangan berat menanti, namun peluang masih ada asalkan anak-anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto bisa memperbaiki efektivitas serangan dan memaksimalkan setiap peluang yang ada.
Kekalahan ini memang menyakitkan, apalagi setelah bermain bagus dan menguasai permainan. Namun, sepakbola memang kejam: dominasi tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan.(*)