COWASJP.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh para atlet bela diri Kabupaten Blitar. Mereka berhasil meraih gelar Juara Umum II Kategori Youth di arena Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) MMA (Mixed Martial Arts) Kejuaraan Provinsi Sirkuit II di GOR Pancasila, Surabaya, 1–3 Mei 2026.
Hasil gemilang ini terukir setelah kontingen Blitar mengumpulkan total 5 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Koleksi medali yang solid ini membuktikan bahwa Blitar memiliki bibit-bibit unggul yang tangguh dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Deretan Juara dan Kejutan Pasangan Kembar
Lima medali emas direbut dari berbagai nomor pertandingan:
Di kategori MMA kelas 61,2 Kg, emas diraih oleh Alfi Adi Setiawan.
Kategori Stand Up Fighting mendominasi perolehan medali emas melalui empat atlet handal: Mohammad Elvano Al Farissy (61,2 Kg), Mohammad Elga Al Firas (70,3 Kg), M. Azmi Aunur Rofiq (52,2 Kg), serta satu-satunya perwakilan putri, Gantari Sukma Rania Awandini di kelas 56,7 Kg.
Hal yang menjadi sorotan istimewa adalah keberhasilan pasangan atlet kembar identik, Mohammad Elga Al-firas dan Mohammad Elvano Al-farisy. Keduanya sukses mengibarkan bendera kemenangan di kelas masing-masing.
Tidak sekadar beruntung, kemampuan mereka di atas octagon memang sangat baik. Keduanya putra dari Purnomo, pelatih Tinju Begawan Duk Seno Rebon Bakung, Udanawu, Blitar.
Medali perak disumbangkan oleh Galang Rendra Sandrean dan Bintang Aiman Hakim. Sedangkan medali perunggu diraih oleh Rizqy Bagus Kurniawan.
Perlu dicatat, tiga dari lima medali emas yang didapat disumbangkan oleh siswa Madrasah Aliyah Ma'arif Udanawu Blitar, yaitu Elga, Elvano, dan Moh Azriel Fajar Syahreza, yang menunjukkan sinergi positif antara pendidikan dan prestasi olahraga.
Dari total 12 atlet yang diturunkan, 4 di antaranya tampil dalam sesi eksebisi, sedangkan 8 atlet lainnya turun bertanding memperebutkan gelar.
Target panitia pun tercapai dengan sempurna karena seluruh atlet yang bertanding berhasil pulang membawa medali.
Keberhasilan Blitar di ajang ini bukanlah kebetulan, tapi juga hasil dari pembinaan yang terstruktur dan visi jangka panjang. Pelatih IBCA MMA Kabupaten Blitar, Fafik Nurul Huda, menegaskan bahwa kejurprov ini adalah ajang yang sangat krusial.
"Kejuaraan ini bukan sekadar adu fisik atau jotosan biasa. Ini adalah agenda resmi yang digelar tiga kali setahun dan menjadi radar utama pencarian bibit unggul," jelas Fafik.
Ketua umum IBCA MMA Kab.Blitar Letkol TNI. Muchlison, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih para atletnya.
Menurutnya, event ini menjadi batu loncatan vital. Para pemenang tidak hanya mendapatkan gelar, tetapi akan diproyeksikan untuk membela Jawa Timur hingga ke level nasional maupun internasional.
Persiapan menuju PON Bela Diri II 2026 di Makassar pun mulai diintensifkan melalui ajang-ajang bergengsi seperti ini.
"Semua atlet Blitar masih muda belia. Komposisi tim yang didominasi oleh wajah-wajah muda justru menjadi kekuatan utama. Mental bertarung yang baja di usia muda menjadi modal berharga untuk masa depan olahraga bela diri di tanah air," katanya.
Semoga keberhasilan ini, lanjut perwira menengah ini, menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi. Jangan takut bersaing, asah terus kemampuan, dan jadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk membuktikan diri. "Blitar bangga, Jawa Timur siap berprestasi," pungkasnya.(*)