COWASJP.COM – Suasana hangat Syawalan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY di Kampus STP AMPTA Yogyakarta tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Di balik temu para pelaku industri pariwisata itu, lahir langkah konkret menuju perubahan: pengurangan sampah plastik melalui kolaborasi lintas sektor.
Adalah GIPI DIY yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menjalin kerja sama dengan Kharisma Hijau Daun (KHD), perusahaan penyedia kantong dan sedotan ramah lingkungan berbahan dasar singkong.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Ketua DPD GIPI DIY Bobby Ardyanto Setya Aji bersama Sifa Fauziah yang mewakili owner KHD, Hermanto. Prosesi ini turut disaksikan oleh jajaran tokoh penting DIY, mulai dari senator DPD, unsur legislatif, pemerintah daerah, hingga perwakilan dunia usaha dan perbankan.
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Senator DPD DIY Ahmad Syauqi Soeratno, Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, hingga perwakilan Bank Indonesia, KADIN, dan ISEI DIY. Kehadiran mereka mempertegas bahwa isu keberlanjutan pariwisata bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan bersama.
Bobby menegaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menjadikan pariwisata Yogyakarta lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kami ingin Yogya semakin bersih. Pariwisata harus berkembang tanpa menambah persoalan sampah plastik,” ujarnya.
Dari sisi mitra, Sifa Fauziah menjelaskan bahwa KHD menghadirkan produk kantong dan sedotan yang tidak hanya dapat didaur ulang, tetapi juga biodegradable—mudah terurai di alam tanpa meninggalkan residu berbahaya.
Sementara itu, Hermanto menyebut bahwa sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat.
“Pariwisata sering disorot sebagai penyumbang sampah. Justru di sinilah peluang untuk menghadirkan solusi nyata,” katanya.
Produk berbasis singkong yang dikembangkan KHD bukan tanpa pengakuan. Selain telah menembus pasar ekspor Jepang dan mengantongi green certification, perusahaan ini juga menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang diserahkan oleh Wakil Menteri LH Diaz Hendropriyono. (Baca https://www.cowasjp.com/read/5604/20250122/145915/produsen-sedotan-singkong-dapat-penghargaan/ )
Tak hanya berhenti pada simbolik kerja sama, KHD juga menawarkan skema khusus bagi anggota GIPI DIY agar adopsi produk ramah lingkungan dapat dilakukan secara lebih luas dan terjangkau di kalangan pelaku usaha pariwisata.
Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mengembangkan bahan alternatif pengganti plastik, seperti singkong dan rumput laut, di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan dan kenaikan harga bahan pembuat plastik.
Lebih jauh, kolaborasi ini mencerminkan harapan Hamengku Buwono X agar GIPI menjadi ruang konsolidasi gagasan—tempat di mana pelaku industri dan pembuat kebijakan bertemu, merumuskan solusi, dan menjawab tantangan zaman.
Dari sebuah tradisi Syawalan, kini lahir langkah nyata: pariwisata yang tak hanya memikat, tetapi juga bertanggung jawab terhadap bumi. (wan)