COWASJP.COM – Jakarta Pertamina Enduro (JPE) sukses menutup babak Final Four Proliga 2026 seri Semarang dengan kemenangan meyakinkan. Di GOR Jatidiri, Minggu (19/4/2026) malam, Megatron cs berhasil melibas Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan skor 3-1 (25-20, 15-25, 25-15, 25-17).
Laga ini berstatus dead rubber karena kedua tim sudah dipastikan melaju ke Grand Final di Yogyakarta, 25-26 April 2026.
Sejak menit awal kedua tim langsung menunjukkan kualitas permainan terbaiknya. Meski tiket ke babak selanjutnya sudah aman di tangan, semangat juang para pemain tetap terasa tinggi.
Pertamina Enduro tampil lebih efektif di set pembuka. Dengan permainan yang terstruktur dan serangan yang variatif, mereka berhasil mengamankan set pertama dengan skor 25-20.
Namun, Gresik Phonska tidak tinggal diam. Tim asal Kota Pudak Gresik Jawa Timur ini membalas dengan sangat dominan di set kedua. Dengan rotasi pemain yang masif, mereka justru tampil lepas dan memaksa lawan melakukan banyak kesalahan. Skor berubah imbang setelah Gresik memenangi set kedua dengan telak 25-15.
Memasuki set ketiga, peta pertandingan kembali berbalik. Pertamina Enduro yang menurunkan sejumlah pemain andalannya kembali mengambil alih kendali permainan. Serangan demi serangan dilancarkan, sementara pertahanan mereka tampil sangat solid.
Akibatnya, Gresik Phonska kesulitan mencari celah. Set ketiga kembali dimenangkan oleh Enduro dengan skor identik 25-15.
Di set penentuan, Pertamina Enduro tampil semakin percaya diri dan stabil. Mereka terus menekan hingga akhirnya mengunci kemenangan di set keempat dengan skor 25-17.
Gresik Phonska Plus sejak awal memang melakukan strategi full rotasi, menurunkan mayoritas pemain pelapis untuk mendapatkan jam terbang. Hasilnya, performa tim terlihat naik-turun (inconsistent).
Beberapa kesalahan sendiri masih sering terjadi, baik pada sektor serangan yang beberapa kali bola keluar lapangan, maupun penerimaan bola (receive) yang belum maksimal.
Sedangkan akarta Pertamina Enduro tetap menurunkan kombinasi pemain kunci dan pengganti dengan sangat seimbang. Hal ini membuat mereka mampu menjaga konsistensi permainan dari awal hingga akhir. Mereka cerdas membaca permainan dan memanfaatkan ketidakstabilan lawan untuk mengamankan poin kemenangan.
Hasil ini menjadi penutup yang manis bagi Pertamina Enduro di seri Semarang. Meskipun hasil akhir tidak mengubah posisi di klasemen karena keduanya sudah lolos, laga ini sangat berharga untuk menguji kedalaman skuad dan mematangkan strategi.
Kini, semua mata tertuju ke Yogyakarta. GOR Among Rogo akan menjadi saksi pertemuan ulang kedua raksasa ini pada Grand Final Proliga 2026, 25-26 April mendatang.(*)