Masama dari Kampoeng Go International
Mengelola Marching Band (MB) memerlukan kesabaran dan harus gila serta Bonek (Bondo Nekat). Kalau tidak begitu, tidak akan sukses.
Selengkapnya
Mengelola Marching Band (MB) memerlukan kesabaran dan harus gila serta Bonek (Bondo Nekat). Kalau tidak begitu, tidak akan sukses.
SelengkapnyaDi salah satu ruangan di rumah kediaman Cikeas, Susilo Bambang Yudhoyono, merancang Partai Demokrat. Ia bersama istrinya, Ani Yudhoyono, juga mendesain bendera partai berwarna biru dengan bintang mercy di tengahnya.
SelengkapnyaJika berkunung ke Malaysia, jangan lupa mampir ke salah satu masjid ternama di Johor Bahru Malaysia. Masjid Sultan Abu Bakar. Masjid ini terletak di atas bukit, dekat pusat kota Johor Bahru. Masjid ini peninggalan yang indah dari kebesaran Kerajaan Johor
SelengkapnyaAKHIR tahun 2015 lalu kami sempat berkunjung ke Negeri Ringgit Malaysia. Selama lima hari di sana, dua hari menginap di Kualalumpur, tiga hari menginap di Johor Baharu.
Selengkapnya“Bersedekah Anda tidak berponsel selama tiga hari, tetapi saya ganti dengan tidur berselimut bintang di pedalaman Pulau Siberut, Mentawai?”
SelengkapnyaBUMI Nusantara kembali diguncang berita gempa hebat. Gempa berkekuatan 8,3 Skala Richter (SR) mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
SelengkapnyaMengapa begitu? Pertama, sistem terbuka sangat liberal. Kedua, ia telah mengubah demokrasi partisipatif menjadi demokrasi transaksional. Ketiga, parpol tidak diberikan kesempatan utk menjamin caleg yg terpilih adalah berkualitas karena caleg yg dihasilkan
SelengkapnyaKetika banyak orang memilih menitipkan anaknya di pondok pesantren (Ponpes) agar mengenyam pendidikan agama Islam yang lebih berbobot, justru terjadi hal mengenaskan di Ponpes Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang.
SelengkapnyaSore itu, taman di halaman depan Suria KLCC, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Malaysia sudah mulai dipadati pengunjung. Tua, muda, anak-anak, semua berbaur mengelilingi kolam luas dengan beberapa air mancur di dalamnya.
SelengkapnyaIni cerita seorang wartawan idealis yang penuh warna. Namanya Mohammad Anis. Mantan wartawan Surabaya Post, Tabloid Detik, Tabloid Detak, dan Pimred PresidenSBY.Info.
Selengkapnya