Kisah Pilu Si Pantat Bahenol
Akhirnya setelah lima tahun menyandang predikat wartawan, saya bisa memiliki motor. Saya masih ingat, hari itu di pertengahan 1979 saya benar-benar happy.
Selengkapnya
Akhirnya setelah lima tahun menyandang predikat wartawan, saya bisa memiliki motor. Saya masih ingat, hari itu di pertengahan 1979 saya benar-benar happy.
SelengkapnyaSepatu kecil itu semuanya enam buah. Tapi sungguh tak saya duga sebelumnya. Tak sepasang pun bisa dipakai. Sungguh sia-sia, saya membawanya dari sebuah toko di daerah Pucang Anom Surabaya.
SelengkapnyaLaki-laki tua itu berjalan tertatih-tatih menyusuri jalan menurun ke arah Kembang Kuning. Tungkai kakinya nampak bengkak, wajahnya pun terlihat lebam. Meski begitu, lelaki yang tinggal di kawasan Banyuurip Surabaya ini masih tetap bekerja dengan sisa-sis
SelengkapnyaPERCAYALAH! Saya dulu adalah mantri yang suka nyuntik. Tapi nanti dulu. Saya bukan orangnya yang suka sembarangan menyuntik pantat orang. Apalagi nyuntik pantat nenek nenek.
SelengkapnyaPERNAHKAH Anda mencium Titiek Puspa? Saya pernah. Lho kok bisa? Begini ceritanya:
SelengkapnyaITULAH sepotong syair lagu yang sering didengungkan oleh anak-anak Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Surabaya. Lagu ini sering membuat tamu-tamu yang datang di sekolahnya melelehkan air mata.
SelengkapnyaMESKI sempat melakukan perlawanan terkait rencana penutupan lokalisasi Balong Cangkring (BC) oleh Pemkot Mojokerto,
SelengkapnyaSiapa yang tidak kenal dengan Putri Vinata, si Goyang Kayang, sekira awal 2010-an? Ya, hampir semua publik Jawa Timur penggemar dangdut pasti tahu.
SelengkapnyaMencari hobi! Ini yang sedang saya cari dalam lima tahun terakhir. Aneh? Memang. Biasanya, hobi merupakan kesenangan hidup yang terbina sejak kecil.
SelengkapnyaMengerikan! Dalam kurun waktu dua hari terakhir Rabu pekan lalu ( 3 Februari ), di wilayah Yogyakarta, 13 nyawa, terenggut.
Selengkapnya