Mengetuk Hati Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu Pemilik Saham JP Holding
Saya bukan penulis. Orang jadul. Pegang HP saja bisanya hanya WA dan nelpon. Mohon maaf apabila tulisan saya ini biasa-biasa saja.
SelengkapnyaSaya bukan penulis. Orang jadul. Pegang HP saja bisanya hanya WA dan nelpon. Mohon maaf apabila tulisan saya ini biasa-biasa saja.
SelengkapnyaSaya baca tulisannya Mas Totok Aminarto yang waktu reuni halal bihalal Cowas JP 6 Mei 2023 lalu ngantar menjemput saya. Domisili saya di Bojonegoro.
SelengkapnyaDi mata saya, Dahlan Iskan kurang mampu lagi mencerna, mana yang wajib, sunnah, dan haram untuk dilakukan.
SelengkapnyaMas Santoso jadi "kontraktor". Maksudnya selalu berpindah-pindah dari satu rumah kontrakan di kampung A
SelengkapnyaAda yang masih berlanjut dan ada yang berhenti karena tidak untung dan yang lebih menyedihkan karena sakit, sehingga tenaganya tidak memungkinkan untuk itu.
SelengkapnyaPara karyawan baru ngeh bahwa ternyata mereka punya hak saham 20 persen dan perolehan deviden setelah ada gerakan Tim Pejuang Hak Karyawan (TPHK) Jawa Pos sejak April tahun 2022.
SelengkapnyaPara mantan wartawan dan pensiunan karyawan itu merasa nasib hari tuanya diabaikan para pemilik saham holding Koran Jawa Pos, GM dkk.
SelengkapnyaBanyak di antara para mantan Jawa sekarang hidup dalam kondisi serba kekurangan. Banyak yang rumahnya pada bocor saat hujan.Tapi tak berdaya untuk memperbaikinya.
SelengkapnyaTim polisi tiba di TKP sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasar saksi dan olah TKP, polisi langsung mengejar terduga pelaku.
SelengkapnyaJualan busana lah, alat elektronika lah. Yang pasti semua kegiatan sampingannya ini tidak mengganggu tugas utama jurnalistiknya.
Selengkapnya