Dua Pemimpin Satu Langkah agar Jatman Kabupaten Blitar Tetap Berjalan di Koridor Ajaran Islam dan Syariat yang Benar
Sebagai organisasi otonom NU, Jatman memiliki kedudukan yang penting: menjaga agar tarekat-tarekat yang ada tetap berjalan di koridor ajaran Islam dan syariat yang benar.
DI TENGAH HIRUK-PIKUK kehidupan masyarakat modern, ada jalur sunyi yang tetap terjaga. Jalur para penuntun hati, para pecinta ilmu hakikat. Di Kabupaten Blitar, jalur spiritual ini kini dipimpin dua orang yang saling melengkapi.
Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) adalah rumah bagi pengikut tarekat yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Sebagai organisasi otonom NU, Jatman memiliki kedudukan yang penting: menjaga agar tarekat-tarekat yang ada tetap berjalan di koridor ajaran Islam dan syariat yang benar.
Kini, Jatman Kabupaten Blitar memiliki nakoda kepengurusan yang baru. Dua figur berdiri di barisan terdepan. Satu orang memegang tongkat keilmuan dan petunjuk agama. Satu orang lagi memegang kendali manajemen dan pelaksanaan organisasi.
KH. Hasyim Djalal dipercaya menjadi Rais Idarah. Beliau adalah representasi keilmuan dan kewibawaan ulama yang menjadi rujukan spiritual. Di bawah arahan beliau, setiap langkah organisasi akan senantiasa merujuk pada nilai-nilai keagamaan yang lurus dan murni.
Di samping beliau, berdiri sosok yang sangat dikenal oleh masyarakat Blitar. H. Achmad Lazim, SE., MM. Beliau dipercaya menjabat sebagai Mudir Idarah, pelaksana kebijakan organisasi.
Di luar tugasnya di Jatman, beliau juga memikul amanah sebagai Ketua BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Blitar. Di sana, ia mengelola amanah harta umat dengan penuh tanggung jawab, memastikan setiap rupiah zakat sampai kepada yang berhak. Awal tahun 2025, masyarakat kembali memberikan kepercayaan kepadanya. Ia terpilih kembali memimpin IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kabupaten Blitar untuk periode lima tahun ke depan.
Berbagai media lokal memberitakan, terpilihnya kembali H. Achmad Lazim disambut harapan besar oleh masyarakat. Gaya kepemimpinannya yang kolaboratif dan selalu mengutamakan kebersamaan dinilai tepat untuk membawa jamaah haji dan masyarakat luas menuju kehidupan yang lebih baik.
Ketika Kewibawaan dan Kemampuan Bersatu
Kepengurusan Jatman Kabupaten Blitar ini menampilkan sebuah model kepemimpinan yang seimbang. Di satu sisi ada kedalaman ilmu agama dan kewibawaan ulama yang menjaga arah, di sisi lain ada kemampuan manajerial, integritas, dan pengalaman memimpin lembaga publik yang memastikan organisasi berjalan rapi, transparan, dan bermanfaat luas.
Ini bukan sekadar susunan nama di atas kertas. Ini adalah simbol bahwa tarekat dan kemasyarakatan bukan dua dunia yang terpisah. Semangat mendekatkan diri kepada Allah SWT justru mendorong seseorang untuk lebih giat melayani sesama. Menjadi pemimpin di jalan Ilahi Robbi, sekaligus menjadi pengelola amanah umat di dunia adalah bukti bahwa keduanya dapat berjalan beriringan.
Semoga duet kepemimpinan ini membawa berkah. Semoga Jatman Kabupaten Blitar senantiasa menjadi rumah yang nyaman bagi siapa pun yang ingin berjalan mendekat kepada Allah SWT.
Dan semoga, dari tanah Blitar ini terus mengalir kebaikan yang menyentuh hati maupun yang dirasakan oleh kehidupan masyarakat sehari-hari. Wallahu A'lam Bisshawab. (*)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0

Comments (0)