Kemerdekaan RI dalam Cahaya Kelahiran Sang Pembebas

SETIAP TANGGAL 12 Rabiul Awal, hati umat Islam bergemuruh merayakan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Dan 12 Rabiul Awal tahun ini (2026) jatuh pada tanggal 17 Agustus (tahun Masehi). Yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. 

Aug 15, 2026 - 09:49
0
Kemerdekaan RI dalam Cahaya Kelahiran Sang Pembebas
Ilustrasi: Kemenang.go.id

SETIAP TANGGAL 12 Rabiul Awal, hati umat Islam bergemuruh merayakan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Dan 12 Rabiul Awal tahun ini (2026) jatuh pada tanggal 17 Agustus (tahun Masehi). Yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. 

Sejarah mencatat, pada hari pertama kelahiran Beliau, Allah SWT menurunkan perintah kepada Raja Kisra untuk membebaskan seluruh tawanan, menghapus perbudakan, dan melepaskan segala bentuk penindasan atas sesama manusia.
 
Sejak hari itu, pesan kemerdekaan telah dititipkan langit ke bumi: manusia diciptakan untuk bebas, bukan untuk diperbudak. Tidak ada bangsa yang berhak menjajah bangsa lain. Tidak ada penguasa yang berhak merampas kemerdekaan rakyatnya. Itulah pesan pertama yang dibawa kelahiran Sang Pembawa Kemerdekaan.
 
Pesan Kemerdekaan Nabi SAW Terukir Utuh dalam Pembukaan UUD 1945

Apakah kebetulan, atau justru pertemuan dua kehendak yang sejalan? Ketika kita membaca Pembukaan UUD 1945 secara utuh, ternyata seluruh pesan kelahiran Nabi Muhammad SAW tercermin di dalamnya dengan sangat indah:

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."

Kalimat pertama ini adalah gema luhur ajaran Nabi SAW: semua bangsa berhak merdeka, dan perbudakan atau penjajahan adalah kezaliman yang harus dihapus. Tidak ada bangsa di dunia ini yang berhak menindas bangsa lain. Semua setara, semua berhak bebas. Sebagaimana ajaran Nabi Muhammad SAW bahwa semua manusia setara di hadapan Allah.

Kemudian alinea ketiga menyatakan dengan tegas:

"Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."

Di sinilah pertemuan yang agung terjadi. Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dari langit, turun beriringan dengan keinginan luhur rakyat di bumi untuk hidup bebas. Sebagaimana kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa rahmat pembebasan kepada seluruh alam, maka kemerdekaan Indonesia pun lahir sebagai rahmat Allah yang meridhoi keinginan luhur rakyat untuk hidup merdeka, bebas, dan berkeadilan.

Dan di alinea terakhir, ditegaskan pula tujuan kemerdekaan itu: melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. Lima dasar negara ini pun sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW: beriman kepada Allah, memanusiakan manusia, bersatu, bermusyawarah, dan menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat.

Ajaran Nabi Muhammad SAW: Kemerdekaan Adalah Hak Setiap Manusia

Seluruh perjalanan hidup dan ajaran Nabi Muhammad SAW adalah perjuangan menegakkan kemerdekaan. Beliau diutus untuk membebaskan manusia dari perbudakan manusia kepada manusia, mengembalikan kemerdekaan sejati: hanya tunduk kepada Allah SWT semata.

Dalam khutbah perpisahan Beliau bersabda:

"Semua manusia itu setara seperti gigi sisir. Tidak ada kelebihan orang Arab atas orang non-Arab, kecuali karena ketakwaannya.

Dengan satu sabda itu, beliau meruntuhkan tembok perbudakan, diskriminasi, dan penguasaan atas manusia. Kemerdekaan bukan pemberian penguasa. Kemerdekaan adalah hak yang ditetapkan Allah sejak manusia lahir. Maka, setiap bangsa berhak merdeka, dan setiap penjajahan adalah pelanggaran terhadap hak yang ditetapkan Allah.

81 Tahun Merdeka: Rahmat Allah Terbukti, Keinginan Luhur Terwujud

Kini, setelah 81 tahun berlalu sejak kemerdekaan diproklamasikan (17 Agustus 1945), kita semakin menyadari kebenaran kalimat Pembukaan UUD 1945 itu. Kemerdekaan Indonesia bukan lahir semata-mata karena kekuatan senjata atau strategi perang. Kemerdekaan ini lahir berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, yang meridhoi perjuangan rakyat yang memiliki keinginan luhur untuk hidup bebas, merdeka, dan berkeadilan.

Delapan puluh satu tahun bangsa ini berdiri. Itu adalah bukti nyata bahwa Allah meridhoi kemerdekaan ini, karena lahir dari keinginan luhur rakyat yang ingin hidup bebas dari penjajahan, bebas dari penindasan, dan bersatu dalam keadilan. Sesuai dengan pesan kelahiran Nabi Muhammad SAW: bahwa bangsa yang membebaskan diri dari perbudakan dan menegakkan keadilan, senantiasa dilindungi oleh rahmat Allah.

Jaga Amanah Rahmat Allah dan Lestarikan Keinginan Luhur

Jika pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW Allah memerintahkan pembebasan perbudakan, dan jika Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka tugas kita kini sangat jelas:

Jangan sia-siakan rahmat Allah. Jangan biarkan kemerdekaan yang lahir dari kehendak Allah ternoda oleh ketidakadilan, penindasan, atau perpecahan. Dan jangan pernah padamkan keinginan luhur itu: untuk terus berjuang mewujudkan kehidupan berbangsa yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sebagaimana dicitakan para pendiri bangsa dan diajarkan oleh Nabi Besar Muhammad SAW.

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selamat Memperingati 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Merdeka!. Wallahu A'lam Bisshawab. (*)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User