Alhamdulillah! Akhirnya Jasad Surakman, ABK KM Arupadhatu Ditemukan di Pulau Enggano

Sep 24, 2026 - 05:48
0
Alhamdulillah! Akhirnya Jasad Surakman, ABK KM Arupadhatu Ditemukan di Pulau Enggano
Sketsa: Istimewa.

SURAKMAN (60), salah seorang awak kapal KM Arupadhatu yang hilang di Selat Sunda, akhirnya teridentifikasi. Jasad warga Carita, Pandeglang, Banten itu ditemukan di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu Utara. Identitasnya dipastikan melalui pencocokan DNA. 

Pengumuman resmi disampaikan oleh Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9/2026. Tampak hadir Gubernur Banten Andra Soni serta Kepala Basarnas Banten Al Amrad.

BACA JUGA: KM Virgo Transport 8 Karam, 123 Korban Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang
 
"Pada hari Sabtu, hari kelima pencarian, kita mendapat informasi dari Bengkulu bahwa di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan seorang jenazah yang untuk sementara disebut 'Mr X'," ungkap Irjen Hengki. Jenazah kemudian diterbangkan menggunakan pesawat Cessna ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu untuk pemeriksaan lanjut. 

Hasil koordinasi antara Polda Banten dan Polda Bengkulu melalui data antemortem dan postmortem dari keluarga delapan orang yang naik kapal, menunjukkan kecocokan genetik. "Secara resmi, jenazah teridentifikasi sebagai Surakman, anak buah kapal," tegasnya.
 
Penemuan ini menjadi titik terang pertama setelah operasi pencarian besar-besaran yang berlangsung selama 10 hari, namun tidak menemukan jejak kapal maupun penumpang. 

KM Arupadhatu berangkat dari dermaga Carita, Pandeglang, Senin (7/9) untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, lalu hilang kontak. Di atas kapal berada tiga awak dan lima jurnalis.
 
Tiga awak kapal tersebut adalah Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), anak buah kapal; serta Heriyanto (49), pemandu perjalanan. Sedangkan lima jurnalis yang ikut adalah: 
1.M. Bagus Khoirunnas (Antara)
2.Ari Basuki (Merdeka.com) 
3.Yudistiro (iNews.id) 
4.Firman Daus (Anadolu Agency)
5.Donal (jurnalis lepas). 

Sebagian besar dikenal sebagai pewarta foto yang tergabung dalam komunitas Pewarta Foto Indonesia (PFI).
 
Operasi SAR resmi dihentikan pada Kamis (17/9) setelah tidak ditemukan petunjuk keberadaan kapal maupun penumpang, meskipun pencarian melibatkan wilayah Banten, Lampung, hingga Bengkulu. Sehari setelah penutupan, keluarga korban melaksanakan tabur bunga di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau sebagai bentuk perpisahan terakhir.
 
Penemuan Surakman sejauh ini menjadi satu-satunya bukti fisik yang mengonfirmasi musibah tersebut. Jarak tempuh dari Selat Sunda hingga ke perairan Bengkulu menunjukkan kuatnya arus laut yang membawa jenazah ratusan kilometer ke arah tenggara. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa pencarian di sekitar lokasi terakhir terlihat tidak membuahkan hasil.
 
Masih tujuh orang lainnya belum ditemukan. Ini menjadi pengingat bahwa laut menyimpan misteri yang tidak mudah dipecahkan. 

Penghentian operasi SAR secara administratif tidak berarti berakhirnya harapan keluarga; penemuan Surakman membuktikan bahwa kemungkinan temuan lain masih terbuka. 

Pemerintah dan masyarakat diharapkan tetap peka terhadap laporan warga di pesisir, sekaligus mendoakan agar tujuh korban lainnya dapat ditemukan dan dikembalikan kepada keluarga dengan layak. 

Pengabdian para jurnalis yang pergi mencari berita demi masyarakat, namun tidak pulang, menjadi pengorbanan yang patut dihormati sepanjang masa. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User