Mahasiswa Baru Magister PBSI UMSURA Didorong Aktif Riset dan Publikasi Sejak Awal Studi

Sep 23, 2026 - 07:38
0
Mahasiswa Baru Magister PBSI UMSURA Didorong Aktif Riset dan Publikasi Sejak Awal Studi
Kaprodi Magister PBSI Prof. Dr. Dra. Sujinah, M.Pd. dan Dekan FPKS Ahmad Hidayatullah, M.Pd., Ph.D. (FOTO: Yarno)

PROGRAM Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru pada Ahad lalu (20/09/2026). Kegiatan daring itu menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal arah keilmuan program studi, sistem akademik, kurikulum, dosen, serta berbagai peluang pengembangan kompetensi selama menempuh pendidikan magister.

Hadir dalam kegiatan itu Dekan Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS) UMSURA Ahmad Hidayatullah, S.Pd., M.Pd., PhD., Wakil Dekan II FPKS Dr. Dra. Yuni Gayatri, M.Pd., para dosen Program Studi Magister PBSI, serta mahasiswa baru. Acara dipandu oleh Ainun Jamilah. 

Dalam sambutannya, Ahmad Hidayatullah mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian perkuliahan. Mereka harus mulai membangun budaya riset, publikasi, jejaring akademik, dan pengalaman internasional. Mahasiswa juga disarankan memanfaatkan peluang untuk mengikuti short course di luar negeri apabila tersedia kesempatan. 
Mahasiswa juga diharapkan mampu membentuk budaya akademik untuk membaca, meneliti, menulis, dan memublikasikan hasil pemikirannya sejak awal masa studi. 

“Mahasiswa juga harus berupaya menulis artikel ilmiah dan memublikasikannya pada jurnal internasional maupun jurnal nasional terakreditasi, minimal Sinta 3,” ujar Hidayatullah. 

Ketua Program Studi Magister PBSI Prof. Dr. Dra. Sujinah, M.Pd. memperkenalkan secara menyeluruh identitas program studi, visi keilmuan, profil lulusan, kompetensi yang dibangun, sistem pembelajaran, kurikulum, penelitian, publikasi, serta peluang pengembangan akademik mahasiswa. 
Juga ditegaskan bahwa visi keilmuan Magister PBSI adalah “Mengembangkan pendidikan bahasa dan sastra berbasis kearifan budaya melalui keunggulan pedagogis, ketajaman riset, dan wawasan lintas budaya yang berlandaskan intelektualitas dan moralitas, berjiwa entrepreneur, serta berdampak.”

“Visi tersebut menjadi arah pengembangan keilmuan mahasiswa agar mampu memadukan pendidikan bahasa dan sastra, kearifan budaya, keunggulan pedagogis, ketajaman riset, wawasan lintas budaya, inovasi, serta kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Bahasa Indonesia Semakin Mendunia

Salah satu bagian penting dalam paparan Kaprodi adalah posisi strategis bahasa Indonesia dalam konteks global. Apa lagi, saat ini bahasa Indonesia sudah ditetapkan sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO melalui Resolusi 42 C/28 yang diadopsi pada 20 November 2023. 

“Secara resmi bahasa Indonesia sudah dalam daftar bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO. Kita harus bangga atas posisi itu,” tambahnya. 

Menurut Sujinah, perkembangan tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi mahasiswa Magister PBSI untuk melihat bahasa Indonesia tidak hanya sebagai objek pembelajaran di dalam negeri. “Bahasa Indonesia menjadi bidang keilmuan yang memiliki ruang pengembangan, kajian, diplomasi, dan kontribusi di tingkat internasional. Karena itu, mahasiswa Magister PBSI harus punya wawasan global tanpa kehilangan akar budaya dan identitas kebahasaan Indonesia,” jelasnya.

Kaprodi juga mengangkat pesan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui konsep Trigatra Bangun Bahasa, yaitu Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing. Trigatra Bangun Bahasa menempatkan ketiga unsur tersebut secara berimbang: Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang diutamakan, bahasa daerah sebagai kekayaan budaya yang perlu dilestarikan, dan bahasa asing sebagai sarana untuk membuka akses komunikasi serta wawasan global. 

Pesan itu relevan dengan arah keilmuan Magister PBSI yang mengintegrasikan bahasa, sastra, pendidikan, budaya, riset, dan wawasan lintas budaya. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menguasai bidang keilmuan secara akademik, tetapi juga memahami posisi bahasa Indonesia dalam dinamika kebahasaan dan kebudayaan global.

Mahasiswa baru juga dikenalkan pada dosen yang mendampingi proses pembelajaran, penelitian, penyusunan karya ilmiah, serta pengembangan akademik selama masa studi. Dengan demikian, sudah terbangun komunikasi antara mahasiswa dan program studi terkait lingkungan akademik yang akan menjadi ruang belajar dan pengembangan keilmuan mereka.

Melalui kegiatan orientasi tersebut, Program Studi Magister PBSI UMSURA menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa belajar secara mendalam, melakukan riset, menghasilkan publikasi, mengembangkan inovasi, serta memberikan dampak bagi masyarakat. 

Orientasi mahasiswa baru juga menjadi momentum untuk memperkenalkan perjalanan akademik Magister PBSI, mulai penguatan fondasi keilmuan, pendalaman dan pengembangan riset, hingga menghasilkan karya akademik yang memiliki nilai manfaat. 

“Manfaatkan posisi strategis bahasa Indonesia di tingkat internasional. Namun, tetap lestarikan bahasa daerah dan kuasai penguasaan bahasa asing,” pesan Sujinah.

Melalui orientasi ini, mahasiswa baru diharapkan siap memulai perjalanan akademik dengan semangat belajar, meneliti, berkarya, dan berdampak. Hal ini sejalan dengan visi prodi dalam mengembangkan pendidikan bahasa dan sastra berbasis kearifan budaya, riset yang tajam, wawasan lintas budaya, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. (sujinah/yarno)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User