KH Syaikuddin Ingatkan Pentingnya Memperbaiki Niat dan Menjaga Persamaan Derajat di Hadapan Allah SWT

Kegiatan rutin itu berlangsung di Masjid Al-Musthofa, Bakung, Udanawu, Blitar, pada Rabu malam 4 November 2026. Hadir puluhan jamaah dari berbagai kalangan yang hadir untuk mendengarkan pemaparan KH Syaikuddin Rokhman, SH., MH.

Nov 05, 2026 - 09:20
0
KH Syaikuddin Ingatkan Pentingnya Memperbaiki Niat dan Menjaga Persamaan Derajat di Hadapan Allah SWT
FOTO SKETSA: Imam Kusnin Ahmad.

MASJID AL-MUSTHOFA di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, kembali menjadi pusat kajian keagamaan masyarakat pada malam Kamis Legi (maksudnya Rabu malam 4/11/2026). 

KH. Syaikuddin Rokhman, SH., MH., menyampaikan materi kajian malam yang mengangkat dua pesan pokok: makna QS. Al-Kahfi ayat 28–29 tentang kesetaraan di hadapan Allah, serta pentingnya memperbaiki niat sebagaimana termaktub dalam sabda Rasulullah SAW: "Innamal a'malu biniyat."
 
Kegiatan rutin itu berlangsung di Masjid Al-Musthofa, Bakung, Udanawu, Blitar, pada Rabu malam 4 November 2026. Hadir puluhan jamaah dari berbagai kalangan yang hadir untuk mendengarkan pemaparan KH Syaikuddin Rokhman, SH., MH.
 
Dalam kajiannya, Kiai Syaikurddin menekankan bahwa QS. Al-Kahfi ayat 28–29 mengajarkan umat Islam untuk tidak membeda-bedakan sesama manusia berdasarkan status sosial, harta, atau kedudukan duniawi.
 
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
 
Artinya: "Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas." (QS. Al-Kahfi: 28)
 
Kiai menjelaskan, ayat ini turun ketika tokoh kaum musyrikin meminta Rasulullah SAW memisahkan sahabat-sahabat yang miskin dari majelis beliau. Allah menegaskan: yang berharga bukanlah harta atau kedudukan, melainkan keikhlasan hati dalam menyembah Allah. Ayat 29 menegaskan pula bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Kebenaran adalah hak setiap orang, dan manfaat atau akibatnya kembali kepada masing-masing pelaku.
 
Selain mengulas kandungan surat Al-Kahfi, Kiai Syaikuddin juga menyinggung pentingnya umat memperbaiki niat. Beliau mengutip hadits nabi yang masyhur, yaitu:
 
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
 
Artinya: "Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim) 
 
Kiai Syaikuddin menguraikan makna kalimat tersebut: "Innamal a'malu biniyat" bukan sekadar pengingat bahwa niat itu penting. Lebih dalam lagi, maknanya adalah sebuah amal yang tampak sama bisa bernilai berbeda tergantung apa yang ada di dalam hati pelakunya. Pekerjaan sehari-hari, jika diniatkan untuk mencari rezeki halal dan menghidupi keluarga dengan penuh syukur, maka itu bernilai ibadah. Sebaliknya, amal yang tampak besar namun diniatkan untuk dipuji manusia, nilainya terbatas pada apa yang diniatkannya saja .
 
"Jangan pernah merasa amal kita kecil karena terlihat sederhana," pesan Kiai Syaikuddin di hadapan jamaah. "Yang menentukan besar kecilnya pahala bukan seberapa megah bangunan yang kita dirikan atau seberapa besar harta yang kita keluarkan, melainkan seberapa lurus niat kita kepada Allah SWT," jelasnya.
 
Kiai juga mengingatkan jamaah agar menjaga kebersamaan lintas status sosial. Di hadapan Allah, orang kaya dan orang miskin sama kedudukannya. Yang membedakan hanyalah ketakwaan. Menjauhi orang saleh hanya karena miskin, atau mendekati orang lalai hanya karena kaya, adalah kesalahan yang diperingatkan langsung oleh Allah dalam Al-Qur'an.
 
PENUTUP
 
Kajian malam ditutup dengan harapan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga kebersamaan sesama umat tanpa memandang latar belakang, serta senantiasa meluruskan niat dalam setiap langkah kehidupan. Kegiatan diawali Istighotsah dan diakhiri dengan doa bersama oleh KH Muhaimin Basrowi dan salam silaturahmi antarjamaah. Kajian rutin malam Kamis legi ini akan kembali digelar pada malam Kamis Legi  berikutnya di lokasi yang sama, Masjid Al-Musthofa, Bakung, Udanawu, Blitar. (Imam Kusnin Ahmad) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User