Bulan Bahasa dan Sastra: Menjaga Bahasa, Mempererat Persatuan
Bulan Bahasa dan Sastra diperingati setiap bulan Oktober, berlangsung selama satu bulan penuh. Bukan hanya pada satu tanggal saja. Selama bulan Oktober ini, berbagai kegiatan diselenggarakan di seluruh pelosok negeri: mulai dari lomba menulis, pesta sastra, seminar kebahasaan, hingga festival budaya.
CATATAN penulis: Tulisan ini sebenarnya telah disiapkan sejak sebelum peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 lalu. Namun baru dapat kami hadirkan saat ini, menyusul padatnya agenda nasional yang berlangsung belakangan ini. Semoga tulisan sederhana ini tetap dapat menjadi pengingat yang bermakna bagi kita semua.
Setiap bulan Oktober seluruh bangsa Indonesia merayakan momen istimewa: Bulan Bahasa dan Sastra. Bukan sekadar peringatan tanggal di kalender, ini adalah momentum untuk kembali mencintai, menjaga, dan mengembangkan bahasa persatuan kita.
APA ITU BULAN BAHASA DAN SASTRA?
Bulan Bahasa dan Sastra diperingati setiap bulan Oktober, berlangsung selama satu bulan penuh. Bukan hanya pada satu tanggal saja. Selama bulan Oktober ini, berbagai kegiatan diselenggarakan di seluruh pelosok negeri: mulai dari lomba menulis, pesta sastra, seminar kebahasaan, hingga festival budaya.
Semua bertujuan mengajak masyarakat untuk lebih mencintai bahasa dan sastra Indonesia, baik sebagai sarana komunikasi maupun warisan budaya yang tak ternilai.
MENGAPA BULAN OKTOBER?
Pemilihan bulan Oktober bukan kebetulan. Tanggal 28 Oktober adalah hari bersejarah bagi bangsa kita — hari lahirnya Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Dalam ikrar suci itu, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara menyatukan tekad dalam tiga butir kalimat agung:
"Kami bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu: INDONESIA."
Bahasa Indonesia diproklamasikan sebagai bahasa persatuan. Karena itulah, peringatan Bulan Bahasa dan Sastra selalu beriringan dengan peringatan Sumpah Pemuda. Mengingatkan kita bahwa bahasa bukan sekadar alat berkomunikasi, tapi juga perekat keutuhan bangsa yang menyatukan kita di tengah keberagaman.
Secara resmi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Sastra secara konsisten sejak tahun 1980. Selama lebih dari empat dekade, momen ini terus menjadi panggung nasional bagi upaya pembinaan dan pelestarian bahasa nasional maupun bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia.
TUJUAN PERINGATAN
Ada tiga tujuan utama diperingatinya Bulan Bahasa dan Sastra:
Pertama, meningkatkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sekaligus identitas bangsa yang harus tetap kokoh di tengah arus globalisasi.
Kedua, melestarikan bahasa daerah, karena keragaman bahasa daerah adalah kekayaan budaya bangsa yang tak ternilai, dan harus tetap hidup berdampingan secara harmonis dengan bahasa nasional.
Ketiga, mengapresiasi karya sastra karena sastra adalah cermin jiwa bangsa. Melalui sastra, kita mengenal budaya, sejarah, dan kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat kita.
Bahasa adalah jendela jiwa suatu bangsa. Ketika kita menjaga kebersihan dan keindahan bahasa, kita sebenarnya sedang menjaga kejernihan pikiran dan ketulusan komunikasi antarwarga negara.
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar bukan berarti menolak bahasa daerah atau bahasa asing. Sebaliknya, kita bisa bangga berbahasa ibu sekaligus menguasai bahasa nasional dan bahasa asing tanpa kehilangan jati diri. Seperti pepatah lama: Bahasa adalah jiwa bangsa. Jika bahasanya hilang, hilanglah bangsanya.
Mari kita maknai Bulan Bahasa dan Sastra ini bukan sekadar dengan lomba dan upacara, tetapi dengan tindakan nyata. Menggunakan bahasa Indonesia dengan santun dan tepat, melestarikan bahasa daerah di lingkungan keluarga, serta membaca dan menumbuhkan minat terhadap karya sastra anak bangsa.
Karena menjaga bahasa, sama artinya dengan menjaga rumah kita sendiri.
Selamat Memperingati Bulan Bahasa dan Sastra! Wallahu A'lam Bishshawab. (*)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0

Comments (0)