Herdman: Menang 2-0 atas Singapura Bukan Ukuran, Malaysia adalah Lawan Sejati yang Tak Mudah Dikalahkan

Laga derby Indonesia versus Malaysia inilah yang sangat dinantikan para pecinta sepakbola Indonesia. Bisakah Indonesia menaklukkan Malaysia?

Sep 26, 2026 - 17:54
0
Herdman: Menang 2-0 atas Singapura Bukan Ukuran, Malaysia adalah Lawan Sejati yang Tak Mudah Dikalahkan
Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman.(FOTO: Istimewa)

TIMNAS INDONESIA telah meraih kemenangan perdana di laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Timnas Indonesia menaklukkan Singapura 2-0.

Tapi kemenangan ini bukan berarti Indonesia akan dengan mudah mengalahkan lawan sejatinya, yakni Malaysia. Laga derby Indonesia versus Malaysia inilah yang sangat dinantikan para pecinta sepakbola Indonesia. Bisakah Indonesia menaklukkan Malaysia? Kalau bisa mengalahkannya, barulah kita tersenyum lega. John Herdman boleh dipuji sebagai pelatih cerdik. Pemain-pemain Indonesia yang mayoritas naturalisasi memang oke. Walau pun belum sehebat era Ramang dan Sutjipto Soentoro dulu. 

Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia, Senin (28/9/2026), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pukul 19.30 WIB. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah derby lintas selat yang sarat sejarah dan emosi. 

Malaysia adalah lawan sejati yang tak mudah dikalahkan. 
 
Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, memahami betul beratnya pertandingan ini. Dalam konferensi pers seusai laga, ia menyampaikan perbandingan yang menyentuh hati.
 
"Sebagai orang yang berasal dari Newcastle, kami memiliki laga derby besar melawan Sunderland. Begitu juga pertandingan Indonesia kontra Malaysia. Saya paham betul betapa pentingnya pertandingan ini bagi kedua pihak," ujar Herdman.
 
"Setiap hari saat sarapan, orang yang sama selalu berkata kepada saya: 'Malaysia, Malaysia, Anda harus menang.'" katanya.
 
Ia juga menyamakan rivalitas Indonesia–Malaysia dengan persaingan Kanada–Amerika Serikat. Dua negara bertetangga yang selalu ingin menjadi yang terdepan.
 
Namun Herdman mengingatkan satu hal mendasar kepada anak asuhnya. Jangan terbawa emosi. Bermainlah dengan kepala dingin.
 
"Hormati momen penting ini, tetapi jangan sampai kita bermain mengikuti suasana laga," pesannya tegas.
 
Pernyataan Herdman ini menunjukkan kedewasaan manajemen tim. Pelatih asal Inggris ini tidak hanya menyiapkan taktik di atas kertas. Ia memahami psikologi laga yang bisa meledak kapan saja.
 
Kemenangan 2-0 atas Singapura memang memberi kepercayaan diri tinggi. Namun Malaysia adalah lawan yang berbeda kelas. Mereka datang dengan bekal kemenangan telak 3-0 atas Bangladesh.
 
Tiga poin tanpa kebobolan adalah bekal yang kuat. Herdman telah mengamati pola permainan Malaysia. Menurutnya, Harimau Malaya cenderung bermain dengan tempo yang lebih lambat saat melawan Bangladesh. Indonesia seharusnya memanfaatkan hal ini. Mendorong kecepatan permainan lebih tinggi.
Memotong alur lawan sebelum mereka mengatur ritme.

Namun ada catatan yang perlu diwaspadai. Beberapa pemain kunci masih dalam pemantauan kondisi fisik. Emil Audero, Dean James, dan Ragnar Oratmangoen belum tentu 100 persen siap. Kehilangan salah satu dari mereka bisa mengubah wajah pertandingan secara signifikan. Kondisi fisik pemain menjadi kunci penentu.
 
Laga melawan Malaysia akan berjalan lebih ketat, lebih cepat, dan lebih keras dibandingkan lawan Singapura. Kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.
 
Di sisi lain, dukungan 38.702 penonton di GBK menjadi energi tambahan yang luar biasa. Suasana kandang harus dijadikan keuntungan, bukan tekanan. Para pemain harus menjadikan sorak-sorai itu sebagai pendorong, bukan beban di pundak.
 
Laga melawan Malaysia adalah ujian sesungguhnya bagi John Herdman dan skuad Garuda. Bukan soal siapa yang lebih lincah atau lebih kuat. Melainkan siapa yang lebih tenang, lebih terencana, dan lebih siap bertanding sampai peluit akhir.
 
Jika Indonesia mampu bermain sesuai rencana — menjaga tempo tinggi, tidak terbawa emosi, dan memanfaatkan peluang dengan efisien — kemenangan ada di tangan.

Namun jika sebaliknya, Malaysia tak akan melewatkan kesempatan itu.

Senin nanti, GBK akan menjadi panggung kebanggaan dua bangsa.
Semoga Garuda terbang tinggi, tenang, dan membawa kemenangan yang membanggakan. Itulah harapan sejati. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User