Sarasehan di Geladak KRI Makassar 590 hingga Bansos di Pantai Slopeng Sumenep kepada Nelayan hingga Lansia

Selama pelayaran, peserta tidak sekadar duduk diam menembus ombak. Sarasehan digelar hangat di ruang pertemuan kapal. Dr. Suko Widodo dan Surokim, S.Sos., S.H., M.Si. hadir membuka wawasan dengan tema yang menggetarkan semangat: "Gerbang Baru Nusantara, The Next Level." 

Oct 18, 2026 - 13:45
Updated: 14 hours ago
0
Sarasehan di Geladak KRI Makassar 590 hingga Bansos di Pantai Slopeng Sumenep kepada Nelayan hingga Lansia
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan beasiswa kepada para siswa. (FOTO: Panitia)

LAUT JAWA MEMBENTANG tenang di pantai utara Madura. Di sana, di tepian Pantai Slopeng, deburan ombak seakan menyambut niat besar: membawa kebaikan langsung ke tengah masyarakat.
 
Rangkaian kegiatan "Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur 2026" bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Ia adalah perjalanan hati yang panjang, dimulai dari dermaga, berlayar di tengah malam yang hening, hingga mendarat di pasir pantai untuk menyapa warga dengan pelayanan yang nyata.
 
Semua bermula di atas geladak KRI Makassar 590, di Dermaga Semampir Baru, Koarmada II. Di atas kapal perang yang gagah itu, upacara keberangkatan berlangsung khidmat. Bukan dengan suara gemuruh senjata, melainkan dengan harapan tulus: perjalanan ini membawa kedamaian dan manfaat bagi rakyat di pesisir timur Madura.

GERBANG BARU NUSANTARA, THE NEXT LEVEL
 
Selama pelayaran, peserta tidak sekadar duduk diam menembus ombak. Sarasehan digelar hangat di ruang pertemuan kapal. Dr. Suko Widodo dan Surokim, S.Sos., S.H., M.Si. hadir membuka wawasan dengan tema yang menggetarkan semangat: "Gerbang Baru Nusantara, The Next Level." 

Data demi data terungkap, membuktikan bahwa Jawa Timur memang berdiri di garis depan kemajuan bangsa. Diskusi mengalir akrab, tak terasa hingga pukul 22.00 malam.
 
Namun, momen yang paling tak terlupakan terjadi saat dinihari menyapa lautan. Pukul 02.00 pagi, geladak helipad yang biasanya tempat mendarat helikopter berubah menjadi Musalla, tempat sujud yang luas. 

Tanpa dinding, tanpa tirai — hanya langit bertabur bintang sebagai atapnya. Ratusan pemimpin daerah berdiri bersaf berjamaah, menunduk, bersujud, memohon kepada Allah SWT.

 Doa mereka bukan untuk jabatan atau kemegahan, melainkan untuk keberkahan Jawa Timur, untuk anak-anak yang tumbuh di desa-desa terpencil, untuk nelayan yang pulang dengan perahu kecil, untuk lansia yang butuh perhatian. Salat subuh pun dilaksanakan bersama di bawah cahaya fajar yang perlahan menyingsing di ufuk timur.
 
Pagi harinya, kapal tiba di perairan Sumenep. Namun mendarat tidak semudah yang dibayangkan. Kapal besar tak bisa langsung merapat. Para peserta harus berpindah ke kapal yang lebih kecil, lalu beralih lagi ke perahu karet yang membelah ombak menuju bibir pantai. 

Tangan saling menolong, senyum saling bertukar. Di momen sederhana itu, terasa makna sesungguhnya dari pelayanan publik: untuk sampai ke rakyat, kita harus siap menurunkan ego, menyesuaikan diri, dan berjuang menembus kesulitan bersama.
 
Setelah mendarat di Pantai Slopeng, langkah kaki tak berhenti di satu tempat saja. Rombongan bergerak menyapa warga di Desa Larangan Barma dan Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, hingga ke SMAN 2 Sumenep. Di sana, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, langsung turun ke tengah masyarakat.
 
Kehadiran beliau bukan sekadar menyerahkan barang bantuan. Ia menyapa satu per satu warga, mendengarkan cerita mereka, memastikan bahwa negara hadir di tengah kesederhanaan mereka. Khitanan massal digelar untuk anak-anak yang beruntung hari itu. 

Pelayanan kesehatan dan pemeriksaan gigi dilakukan secara cuma-cuma oleh para tenaga medis yang bertugas dengan tulus. Nelayan menerima alat tangkap baru untuk menafkahi keluarga mereka. Pelaku UMKM mendapatkan dorongan modal agar usahanya terus tumbuh. Lansia berusia 70 tahun ke atas disambut hangat melalui program PKH (Program Keluarga Harapan) Plus, dan penyandang disabilitas berat pun tak terlewatkan mendapat perhatian khusus.
 
Bantuan air bersih dikirim ke desa-desa yang kesulitan pasokan air. Rumah tak layak huni mulai diperbaiki berkat sinergi dengan Baznas. Pasar murah dibuka agar kebutuhan pokok warga terjangkau. Beasiswa afirmasi diserahkan kepada pelajar agar cita-cita mereka tak terhenti oleh keterbatasan biaya. 

Semua ini berjalan karena satu keyakinan: pembangunan bukan hanya soal jalan dan jembatan, tetapi soal manusia yang sehat, berpendidikan, dan mampu berusaha mandiri.
 
"Kami menggunakan pendekatan indeks pembangunan manusia. Perhatian kita tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pendidikan dan ekonomi. Ketiganya harus berjalan bersama," ujar Khofifah dengan tegas namun lembut. 

Kata-katanya menjadi benang merah yang menyatukan semua kegiatan hari itu: membantu bukan sekadar memberi ikan, tetapi juga mengajarkan cara memancing, memastikan tubuh sehat, pikiran terdidik, dan usaha berjalan.
 
Matahari perlahan meninggi di atas Pantai Slopeng. Senyum warga yang menerima bantuan adalah pemandangan yang jauh lebih indah daripada pemandangan laut yang luas. Perjalanan dari dermaga, di bawah bintang malam, menembus ombak pagi, hingga berdiri di tanah Sumenep — semua itu mengajarkan satu kebenaran sederhana. Yaitu kebaikan yang sampai ke hati rakyat adalah kebaikan yang direncanakan dengan akal, dipanjatkan dengan doa, dan dijalankan dengan ikhlas.
 
Saat perjalanan pulang kelak, jejak kaki di pasir pantai mungkin akan hilang terbawa ombak. Namun jejak kebaikan yang dirasakan warga Sumenep hari itu akan tetap membekas di hati, menjadi harapan baru. Bahwa Jawa Timur sedang berjalan — menuju gerbang baru yang lebih cerah, lebih sejahtera, dan lebih berkah bagi semua anak bangsa. Wallahu A'lam Bisshawab. (*/Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User