Harapan Anak-Anak Muda Saat Presiden Mesir Mengunjungi Presiden Indonesia

Presiden El-Sisi disambut langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Duta Besar RI untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso

Oct 12, 2026 - 21:00
0
Harapan Anak-Anak Muda Saat Presiden Mesir Mengunjungi Presiden Indonesia
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Abdel Fattah El-Sisi di upacara penghormatan di halaman Istana Merdeka. (FOTO: Istimewa)

LANGIT Jakarta terlihat beda. Pesawat yang membawa Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, dikawal enam pesawat tempur TNI AU. Dua Sukhoi SU-30, dua Sukhoi SU-27 dan dua F-16. 
Sabtu 10/10/ 2026 itu keenam pesawat tempur TNI AU tersebut mengawal dari samping. Formasi itu bukan sekadar prosedur. Itu adalah cara Indonesia berkata: "Kami menghormati kedatanganmu, sahabat lama."
 
Pesawat mendarat dengan mulus di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 17.25 WIB. Di bawah tangga pesawat, penyambutan telah menanti: pasukan kehormatan berjajar, dentum meriam salvo, irama korps musik, dan tarian Lenggang Ngaron yang lembut menyambut. 

Presiden El-Sisi disambut langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Duta Besar RI untuk Mesir Kuncoro Giri Waseso, Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Elshemy, serta Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman. 

Di sepanjang kawasan bandara, para pelajar telah menanti dengan bendera kedua negara berkibar di tangan. Penyambutan yang hangat sejak langkah pertama menginjak tanah Indonesia.
 
Pagi yang Penuh Warna di Sepanjang Jalan Menuju Istana
 
Minggu pagi, 11 Oktober 2026. Jakarta terasa berbeda. Sejak pukul delapan pagi, kawasan sekitar Monumen Nasional mulai dipenuhi ribuan orang. Para pelajar dari berbagai sekolah, warga yang kebetulan berolahraga, hingga keluarga yang membawa anak-anak. Mereka tidak diwajibkan datang. Mereka datang karena ingin tahu. 
 
Sebanyak 17 pasukan motoris dan 80 pasukan berkuda memimpin iringan di bagian depan, sementara 65 pasukan berkuda lainnya mengawal di bagian belakang. Barisan yang gagah ini menciptakan pemandangan yang memukau di jantung ibu kota. 

FOTO: Istimewa.

Di sepanjang rute, dari Monas hingga menuju Istana Merdeka, budaya Indonesia tampil memukau: Tari Enggang dari Kalimantan Timur, Tari Piring dari Sumatra Barat, dan Reog Ponorogo dari Jawa Timur dipersembahkan khusus untuk tamu kehormatan.
 
Cantika dan Shinta, dua sahabat yang datang dari Bandung, awalnya hanya berencana berjalan santai di sekitar Monas. Namun ketika barisan pasukan berkuda melintas dengan gagahnya, keduanya tak bisa menahan senyum antusias.
 
"Tadi di sini kita lihat iring-iringan dari pasukan berkuda penyambutan Presiden Mesir yang luar biasa seru dan keren," ungkap Cantika dengan mata berbinar. Bagi mereka, pemandangan yang biasanya hanya ada di layar kaca kini hadir tepat di depan mata. Apalagi ketika mobil kepresidenan melintas dan Presiden El-Sisi sempat membuka jendela, melambaikan tangan kepada warga. Momen itu terasa begitu hangat.
 
Namun bagi Cantika dan Shinta, kemeriahan itu bukan sekadar tontonan. Di balik sorak dan bendera yang berkibar, terselip harapan yang tulus. "Kita berharap semoga kerja sama antara negara Indonesia dan Mesir ini semakin membaik, semakin erat, dan kita sebagai masyarakat mendapatkan dampak dari kerja sama ini," ujarnya tulus.
 
Zafira dan Berliana, warga Jakarta Barat yang sedang berolahraga, juga terhenti sejenak menyaksikan suasana. "Yang menarik pasukan berkuda sih. Keren, banyak, terus barisannya juga rapi," kata Zafira sambil tersenyum. Sederhana, namun di matanya terlihat kebanggaan. "Berharap semoga Indonesia dan Mesir bisa bekerja sama dengan baik, punya hubungan yang baik untuk ke depannya," tambahnya.
 
Di antara kerumunan, Khanaya, siswi SMAN 117 Jakarta, tampak paling bersemangat. Di tangannya berkibar bendera Merah Putih dan bendera Mesir. 

"Happy banget sih. Ini pertama kali aku menyambut Presiden dari luar negeri," akunya dengan tawa riang. Ketika mobil Presiden Mesir melintas dan beliau menyapa langsung, mata Khanaya berbinar. Itu bukan sekadar kenangan masa kecil yang manis. Itu adalah momen ketika seorang anak muda merasa ikut menjadi bagian dari sejarah. 

"Harapannya semoga kerja sama antara kedua negara ini bermanfaat bagi generasi selanjutnya dan juga Indonesia," ucapnya dengan tulus. Temannya, Bilques, menambahkan: "Semoga kerja samanya bisa berjalan dengan baik dan juga menghasilkan berbagai hal yang memang menguntungkan bagi kedua negara tersebut," katanya.
 
Di Ruang Kredensial: Pertemuan Dua Pemimpin Bangsa
 
Sesampainya di Istana Merdeka, Presiden El-Sisi disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Di halaman istana, Tari Tandok dari Batak Toba dipersembahkan sebagai ungkapan keramahan. 

Upacara kenegaraan berlangsung khidmat: pemeriksaan pasukan kehormatan, lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan, diiringi 21 kali tembakan meriam sebagai penghormatan tertinggi bagi seorang kepala negara.
 
Kedua pemimpin saling memperkenalkan delegasi masing-masing. Indonesia hadir dengan jajaran menteri utama: Menko PMK Sugiono, Menko Hilirisasi Bahlil Lahadalia, Menlu Arrmanatha Nasir, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri Kelautan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Dubes Kuncoro Giri Waseso. 

Sementara dari Mesir hadir Menlu Badr Ahmed Mohamed Abdelatty, Menteri Transportasi Kamel AbdelHady Farag ElWazir, Menteri Investasi Mohamed Farid Mohamed Saleh, Menteri Perindustrian Khaled Hashem Ali Maher, serta pejabat tinggi kepresidenan dan diplomatik Mesir.
 
Setelah sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu, kedua kepala negara mengadakan pertemuan tertutup, dilanjutkan pembahasan bilateral yang mendalam. 

Sejumlah nota kesepahaman pun ditandatangani dan dipertukarkan, sebelum keduanya menyampaikan pernyataan pers bersama dan menutup rangkaian dengan jamuan makan siang kenegaraan.
 
Kunjungan ini bukan pertemuan pertama. Ini adalah kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Kairo pada 2024 dan 2025. Artinya: persahabatan ini terus berjalan, saling mengunjungi, saling mendengarkan, dan semakin erat dari waktu ke waktu.
 
Kunjungan kenegaraan ini tampak sederhana dalam laporan beritanya. Namun jika kita menengok lebih dalam, maknanya jauh lebih besar. Indonesia dan Mesir adalah dua negara sahabat yang persahabatannya telah berakar sejak masa kemerdekaan. Mesir adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Hubungan ini tidak dibangun dalam semalam, melainkan dirawat oleh generasi demi generasi.
 
Kini, ketika dua pemimpin negara bertemu, yang mereka bicarakan bukan hanya soal perdagangan atau kebijakan. Mereka sedang memperkuat fondasi yang akan dinikmati oleh Cantika, Shinta, Zafira, Khanaya, dan jutaan anak muda lainnya di kedua negara ini.
 
Kemeriahan penyambutan di sepanjang jalan menuju Istana Merdeka mengajarkan kita satu hal penting: diplomasi bukan urusan pemerintah semata. Di balik setiap nota kesepahaman yang ditandatangani, ada harapan rakyat yang tulus agar kerja sama ini membawa manfaat nyata. Peluang belajar, lapangan kerja, kemudahan berkunjung, hingga pertukaran budaya yang semakin erat.
 
Ketika Presiden El-Sisi melambaikan tangan dari jendela kendaraannya kepada para pelajar yang berbaris di pinggir jalan, itu adalah simbol yang indah: negara bertemu dengan negara, pemerintah berbicara dengan pemerintah, namun yang terpenting: rakyat tetap berada di hati setiap kebijakan yang diambil. 

Semoga persahabatan ini terus tumbuh, berakar kuat, dan mewujud dalam kebaikan yang nyata bagi kedua bangsa. Wallahu A'lam Bisshawab. (*)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User