Mimpi Rahmat Erwin Terwujud, Pecahkan Dua Rekor Dunia Sekaligus

Bukan kilogram yang diangkatnya, tapi rasa sayang kepada orang-orang yang dicintainya.

Sep 27, 2026 - 18:02
0
Mimpi Rahmat Erwin Terwujud, Pecahkan Dua Rekor Dunia Sekaligus
Rahmat Erwin Abdullah sat berlaga. Ia ngaku termotivasi ditunggui keluarga. (FOTO: Kemenpora)

DI TENGAH GEMURUH penonton dan ketegangan melihat angka di papan skor, ada sesuatu yang lebih berat daripada beban di bahu Rahmat Erwin Abdullah. Bukan kilogram yang diangkatnya, tapi rasa sayang kepada orang-orang yang dicintainya.

Saat mengangkat beban 206 kilogram dan mencatat total angkatan 366 kilogram, Rahmat Erwin memecahkan dua rekor dunia sekaligus. Rahmat juga mengangkat harapan keluarganya, harapan masyarakat Indonesia, dan mimpi yang telah ia bangun bertahun-tahun.

Di panggung Asian Games Aichi-Nagoya 2026, pria berusia 25 tahun ini tampil beda. Ada pancaran mata yang lebih tenang, senyum yang lebih tulus. Alasannya sederhana namun bermakna: kali ini ada istri dan anak yang menyaksikan langsung.

“Bedanya sama yang dulu-dulu, sekarang sudah ada yang dukung si kecil begitu, jadi berbeda,” ucapnya dengan suara lembut namun mantap.

Bagi Rahmat, emas ini bukan miliknya seorang. Medali emas ini adalah hadiah untuk sosok-sosok yang tak pernah lelah berdiri di belakangnya.

“Dipersembahkan untuk anak, sama istri, sama orang tua di rumah, dan juga rakyat Indonesia,” tuturnya.

Ada kehangatan yang terasa saat mendengar kalimat itu. Di balik kekar otot dan ketegasan tatapan, tersimpan hati yang lembut. Rahmat mengingatkan kita: juara sejati bukan hanya yang mengangkat beban paling berat, melainkan yang tetap ingat untuk siapa ia berjuang.

Perjalanan menuju emas ini tak mudah. Persaingan berjalan sangat ketat. Pesaing dari Thailand hanya tertinggal satu kilogram. Satu tarikan napas yang salah, satu detik yang kurang tepat, dan semua bisa berubah. Namun Rahmat tetap tenang. Ia percaya pada persiapannya, dan pada doa yang dipanjatkan orang-orang yang dicintainya.

Kini, namanya tercatat dalam sejarah. Dua rekor dunia baru lahir dari tangannya. Emas kedua Indonesia sudah aman di genggamannya. Tapi bagi Rahmat, mungkin hadiah terindah bukan medali yang melingkar di lehernya. Melainkan senyum istri, pelukan anak, dan ucapan bangga dari orang tua.
 
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat pun memahami hal ini. Ia menegaskan: tugas kita bukan memberi tekanan, melainkan memberi dukungan. Atlet adalah manusia, bukan mesin. Dan manusia yang dicintai dan didukung, akan mampu melakukan hal-hal luar biasa.
 
Rahmat Erwin Abdullah Telah Membuktikan

Di Nagoya, ia tidak hanya memenangkan pertandingan. Ia mengajarkan kita sesuatu: kekuatan terbesar tidak datang dari otot. Ia datang dari hati yang penuh kasih.

Dan di sanalah, di bawah langit Jepang, seorang ayah, suami, dan anak bangsa berdiri tegak. Mengangkat bendera Merah Putih tinggi, sambil mempersembahkan kemenangan itu kepada mereka yang paling berharga.

Selamat, Rahmat. Emas ini indah, namun hatimu jauh lebih berkilau. Wallahu A'lam Bisshawab. (*) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User